Kayaknya lagu dari Kang Didi Kempot dengan judul Layang Kangen pas banget buat para PJKA'ers (Pulang Jum'at Kembali Ahad) a.k.a Bulok (Bujang Lokal), hehehehehe...lagunya bisa didownload disini dan ini liriknya yang diambil dari blog matriphe
Layangmu tak tampa wingi kui
Wis tak waca apa karepe atimu
Trenyuh ati iki maca tulisanmu
Ra krasa netes eluh ning pipiku
Umpama tanganku dadi suwiwi
Iki uga aku mesti enggal bali
Ning kepiye maneh merga kahananku
Cah ayu entenana tekaku
Ra maido sapa wonge ora kangen
Adoh bojo pengen turu angel merem
Ra maido sapa wonge ora trenyuh
Ra kepethuk sak wetara pengen weruh
Percaya aku kuatna atimu
Cah ayu entenana tekaku
Artinya adalah sebagai berikut:
Suratmu sudah kuterima kemarin
Sudah kubaca apa maksud hatimu
Tersentuh hatiku membaca tulisanmu
Tak terasa menetes air mata di pipiku
Andai tanganku jadi sayap
Sekarang juga aku pasti pulang
Tapi bagaimana lagi karena keadaanku
Anak cantik tunggulah kedatanganku
Tak disangkal siapa yang tidak kangen
Jauh kekasih ingin tidur sulit memejamkan mata
Tak disangkal siapa yang tidak tersentuh
Tak bertemu lama ingin berjumpa
Percaya aku kuatkan hatimu
Anak cantik tunggulah kedatanganku
kala lisan tak mampu mengucapkan... biarlah jemari yang menuliskan... agar tiada menjadi beban... agar hati tiada diliputi kebimbangan...
Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Mei 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Doa seorang (calon) suami

Ya Alloh, Wahai Dzat Yang Maha Menguasai Hati, luruskan niatan dalam hatiku menujunya agar mampu ku sempurnakan agamaku...
Wahai Tuhan seru sekalian alam, bimbinglah hatiku agar mampu ku tunjukkan padanya betapa nikmatnya kehidupan berumah tangga dalam tali aqidah dan syariah...
Ya Alloh, bimbinglah kami untuk selalu bersyukur atas kenikmatan yang Engkau berikan...
Ya Rohmaan, Ya Rohiim, Ya Kariim, jadikanlah diriku kenangan yang baik bagi istriku jika Engkau mencabut nyawaku terlebih dahulu...Dan jadikanlah pula istriku kenangan yang baik bagiku jika Engkau mencabut nyawanya terlebih dahulu...
Ampunilah kami Ya Alloh, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kebangkitan kelak, hari dimana harta, suami-istri, dan anak-anak keturunan tiada berharga...Aamiin...
sumber : Buku "Bismillah...Jadilah Isteriku" karya Masnur Marzuki
Kamis, 20 Januari 2011
"Hukum di Jaman Umar"
Umar sedang duduk beralas surban di bebayang pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Sahabat di sekelilingnya bersyuraa bahas aneka soal. Tiga orang muda datang menghadap, dua bersaudara berwajah marah yang mengapit pemuda lusuh nan tertunduk dalam belengguan mereka.
“Tegakkan keadilan untuk kami hai Amiral Mukminin”, ujar seorang pemuda. “Qishash-lah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatannya!”.
Umar bangkit. “Bertaqwalah pada Allah”, serunya pada semua. “Benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?”, selidiknya.
Pemuda itu menunduk sesal. “Benar wahai Amiral Mukminin!”, jawabnya ksatria.
“Ceritakanlah pada kami kejadiannya!”, tukas Umar.
“Aku datang dari pedalaman yang jauh”, ungkapnya, ” Kaumku mempercayakan berbagi urusan muamalah untuk kuselesaikan di kota ini. “, ” Saat sampai …”, lanjutnya, ” Kutambatkan untaku di satu tunggul kurma, lalu kutinggalkan ia. Begitu kembali, aku terkejut & terpana ” . “Tampak olehku seorang lelaki tua sedang menyembelih untaku di lahan kebunnya yang tampak rusak terinjak & ragas-rigis tanamannya”. “Sungguh aku sangat marah & dengan murka kucabut pedang hingga terbunuhlah si bapak itu. Dialah rupanya ayah kedua saudaraku ini.”
“Wahai Amiral Mukminin”, ujar seorang penggugat, “Kau telah dengar pengakuannya, dan kami bisa hadirkan banyak saksi untuk itu.”
“Tegakkanlah had Allah atasnya!”, timpal nan lain.
Umar galau & bimbang setelah mendengar lebih jauh kisah pemuda terdakwa itu. “Tegakkanlah had Allah atasnya!”, timpal nan lain. “Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih & baik”, ujar Umar, “Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat”, “Izinkan aku ..” ujar Umar, “..Meminta kalian berdua untuk memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan Diyat atas kematian ayahmu.”
“Maaf hai Amiral Mukminin”, potong kedua pemuda dengan mata masih nyala memerah; sedih & marah, “Kami sangat sayangi ayah kami.” “Bahkan andai harta sepenuh bumi dikumpulkan tuk buat kami kaya”, ujar salah satu, “Hati kami hanya kan ridha jiwa dibalas jiwa!”
Umar yang tumbuh simpati pada terdakwa yang dinilainya amanah, jujur, & bertanggungjawab; tetap kehabisan akal yakinkan penggugat.
“Wahai Amiral Mukminin”, ujar pemuda tergugat itu dengan anggun & gagah, “Tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah Qishash atasku.” “Aku ridha pada ketentuan Allah”, lanjutnya, “Hanya saja izinkan aku menunaikan semua amanah & kewajiban yang tertanggung ini.”
“Apa maksudmu?”, tanya hadirin. “Urusan muamalah kaumku”, ujar pemuda itu, “Berilah aku tangguh 3 hari untuk selesaikan semua. Aku berjanji dengan nama Allah yang menetapkan Qishash dalam Al Quran, aku kan kembali 3 hari dari sekarang tuk serahkan jiwaku”
” Mana bisa begitu!”, teriak penggugat.
” Nak..”, ujar ‘Umar, ” Tak punyakah kau kerabat & kenalan yang bisa kau limpahi urusan ini? “
“Sayangnya tidak hai Amiral Mukminin. Dan bagaimana pendapatmu jika kematianku masih menanggung hutang & tanggungan amanah lain?”
” Baik”, sahut ‘Umar, ”Aku memberimu tangguh 3 hari; tapi harus ada seseorang yang menjaminmu bahwa kau tepat janji tuk kembali.”
“Aku tak memiliki seorangpun. Hanya Allah, hanya Allah, yang jadi penjaminku wahai orang-orang yang beriman padaNya”, rajuknya.
“Harus orang yang menjaminnya!”, ujar penggugat, “Andai pemuda ini ingkar janji, dia yang kan gantikan tempatnya tuk di-Qishash!”
“Jadikan aku penjaminnya hai Amiral Mukminin!”, sebuah suara berat & berwibawa menyeruak dari arah hadirin. Itu Salman Al Farisi.
” Salman?”, hardik Umar, ” Demi Allah engkau belum mengenalnya! Demi Allah jangan main-main dengan urusan ini! Cabut kesediaanmu! “
” Pengenalanku padanya tak beda dengan pengenalanmu ya Umar”, ujar Salman, “Aku percaya padanya sebagaimana engkau mempercayainya” Dengan berat hati, Umar melepas pemuda itu & menerima penjaminan yang dilakukan oleh Salman baginya.
Tiga hari berlalu sudah.
Detik-detik menjelang eksekusi begitu menegangkan. Pemuda itu belum muncul. Umar gelisah mondar-mandir. Penggugat mendecak kecewa. Semua hadirin sangat khawatirkan Salman. Sahabat perantau negeri-pengembara iman itu mulia & tercinta di hati Rasul & sahabatnya. Mentari di hari batas nyaris terbenam; Salman dengan tenang & tawakkal melangkah siap ke tempat Qishash.
Isak pilu tertahan.
Tetapi sesosok bayang berlari terengah dalam temaram, terseok terjerembab lalu bangkit & nyaris merangkak. “Itu dia!”, pekik Umar . Pemuda itu dengan tubuh berkuah peluh & nafas putus-putus ambruk ke pangkuan Umar. ” Maafkan aku!”, ujarnya. “Hampir terlambat. Urusan kaumku makan waktu. Kupacu tungganganku tanpa henti hingga ia sekarat di gurun & terpaksa kutinggalkan, lalu kuberlari..”
” Demi Allah”, ujar Umar sambil menenangkan & memberi minum, “Bukankah engkau bisa lari dari hukuman ini? Mengapa susah payah kembali?”
” Supaya jangan sampai ada yang katakan”, ujar terdakwa itu dalam senyum, “Di kalangan muslimin tak ada lagi ksatria tepat janji.”
” Lalu kau hai Salman”, ujar Umar berkaca-kaca, “Mengapa mau-maunya kau jadi penjamin seseorang yang tak kau kenal sama-sekali?”
” Agar jangan sampai dikatakan”, jawab Salman teguh, “Di kalangan muslimin tak ada lagi saling percaya & menanggung beban saudara”
” Allahu Akbar!”, pekik dua pemuda penggugat sambil memeluk terdakwanya, ” Allah & kaum muslimin jadi saksi bahwa kami memaafkannya “
” Kalian.. “, kata Umar makin haru, “Apa maksudnya? Jadi kalian memaafkannya? Jadi dia tak jadi di-Qishash ? Allahu Akbar! Mengapa?”
“Agar jangan ada yang merasa”, sahut keduanya masih terisak, “Di kalangan kaum muslimin tak ada lagi kemaafan & kasih sayang.”
- Rangkuman kultwit #Hukum by Salim A. Fillah 19 Jan 2011-
“Tegakkan keadilan untuk kami hai Amiral Mukminin”, ujar seorang pemuda. “Qishash-lah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatannya!”.
Umar bangkit. “Bertaqwalah pada Allah”, serunya pada semua. “Benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?”, selidiknya.
Pemuda itu menunduk sesal. “Benar wahai Amiral Mukminin!”, jawabnya ksatria.
“Ceritakanlah pada kami kejadiannya!”, tukas Umar.
“Aku datang dari pedalaman yang jauh”, ungkapnya, ” Kaumku mempercayakan berbagi urusan muamalah untuk kuselesaikan di kota ini. “, ” Saat sampai …”, lanjutnya, ” Kutambatkan untaku di satu tunggul kurma, lalu kutinggalkan ia. Begitu kembali, aku terkejut & terpana ” . “Tampak olehku seorang lelaki tua sedang menyembelih untaku di lahan kebunnya yang tampak rusak terinjak & ragas-rigis tanamannya”. “Sungguh aku sangat marah & dengan murka kucabut pedang hingga terbunuhlah si bapak itu. Dialah rupanya ayah kedua saudaraku ini.”
“Wahai Amiral Mukminin”, ujar seorang penggugat, “Kau telah dengar pengakuannya, dan kami bisa hadirkan banyak saksi untuk itu.”
“Tegakkanlah had Allah atasnya!”, timpal nan lain.
Umar galau & bimbang setelah mendengar lebih jauh kisah pemuda terdakwa itu. “Tegakkanlah had Allah atasnya!”, timpal nan lain. “Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih & baik”, ujar Umar, “Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat”, “Izinkan aku ..” ujar Umar, “..Meminta kalian berdua untuk memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan Diyat atas kematian ayahmu.”
“Maaf hai Amiral Mukminin”, potong kedua pemuda dengan mata masih nyala memerah; sedih & marah, “Kami sangat sayangi ayah kami.” “Bahkan andai harta sepenuh bumi dikumpulkan tuk buat kami kaya”, ujar salah satu, “Hati kami hanya kan ridha jiwa dibalas jiwa!”
Umar yang tumbuh simpati pada terdakwa yang dinilainya amanah, jujur, & bertanggungjawab; tetap kehabisan akal yakinkan penggugat.
“Wahai Amiral Mukminin”, ujar pemuda tergugat itu dengan anggun & gagah, “Tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah Qishash atasku.” “Aku ridha pada ketentuan Allah”, lanjutnya, “Hanya saja izinkan aku menunaikan semua amanah & kewajiban yang tertanggung ini.”
“Apa maksudmu?”, tanya hadirin. “Urusan muamalah kaumku”, ujar pemuda itu, “Berilah aku tangguh 3 hari untuk selesaikan semua. Aku berjanji dengan nama Allah yang menetapkan Qishash dalam Al Quran, aku kan kembali 3 hari dari sekarang tuk serahkan jiwaku”
” Mana bisa begitu!”, teriak penggugat.
” Nak..”, ujar ‘Umar, ” Tak punyakah kau kerabat & kenalan yang bisa kau limpahi urusan ini? “
“Sayangnya tidak hai Amiral Mukminin. Dan bagaimana pendapatmu jika kematianku masih menanggung hutang & tanggungan amanah lain?”
” Baik”, sahut ‘Umar, ”Aku memberimu tangguh 3 hari; tapi harus ada seseorang yang menjaminmu bahwa kau tepat janji tuk kembali.”
“Aku tak memiliki seorangpun. Hanya Allah, hanya Allah, yang jadi penjaminku wahai orang-orang yang beriman padaNya”, rajuknya.
“Harus orang yang menjaminnya!”, ujar penggugat, “Andai pemuda ini ingkar janji, dia yang kan gantikan tempatnya tuk di-Qishash!”
“Jadikan aku penjaminnya hai Amiral Mukminin!”, sebuah suara berat & berwibawa menyeruak dari arah hadirin. Itu Salman Al Farisi.
” Salman?”, hardik Umar, ” Demi Allah engkau belum mengenalnya! Demi Allah jangan main-main dengan urusan ini! Cabut kesediaanmu! “
” Pengenalanku padanya tak beda dengan pengenalanmu ya Umar”, ujar Salman, “Aku percaya padanya sebagaimana engkau mempercayainya” Dengan berat hati, Umar melepas pemuda itu & menerima penjaminan yang dilakukan oleh Salman baginya.
Tiga hari berlalu sudah.
Detik-detik menjelang eksekusi begitu menegangkan. Pemuda itu belum muncul. Umar gelisah mondar-mandir. Penggugat mendecak kecewa. Semua hadirin sangat khawatirkan Salman. Sahabat perantau negeri-pengembara iman itu mulia & tercinta di hati Rasul & sahabatnya. Mentari di hari batas nyaris terbenam; Salman dengan tenang & tawakkal melangkah siap ke tempat Qishash.
Isak pilu tertahan.
Tetapi sesosok bayang berlari terengah dalam temaram, terseok terjerembab lalu bangkit & nyaris merangkak. “Itu dia!”, pekik Umar . Pemuda itu dengan tubuh berkuah peluh & nafas putus-putus ambruk ke pangkuan Umar. ” Maafkan aku!”, ujarnya. “Hampir terlambat. Urusan kaumku makan waktu. Kupacu tungganganku tanpa henti hingga ia sekarat di gurun & terpaksa kutinggalkan, lalu kuberlari..”
” Demi Allah”, ujar Umar sambil menenangkan & memberi minum, “Bukankah engkau bisa lari dari hukuman ini? Mengapa susah payah kembali?”
” Supaya jangan sampai ada yang katakan”, ujar terdakwa itu dalam senyum, “Di kalangan muslimin tak ada lagi ksatria tepat janji.”
” Lalu kau hai Salman”, ujar Umar berkaca-kaca, “Mengapa mau-maunya kau jadi penjamin seseorang yang tak kau kenal sama-sekali?”
” Agar jangan sampai dikatakan”, jawab Salman teguh, “Di kalangan muslimin tak ada lagi saling percaya & menanggung beban saudara”
” Allahu Akbar!”, pekik dua pemuda penggugat sambil memeluk terdakwanya, ” Allah & kaum muslimin jadi saksi bahwa kami memaafkannya “
” Kalian.. “, kata Umar makin haru, “Apa maksudnya? Jadi kalian memaafkannya? Jadi dia tak jadi di-Qishash ? Allahu Akbar! Mengapa?”
“Agar jangan ada yang merasa”, sahut keduanya masih terisak, “Di kalangan kaum muslimin tak ada lagi kemaafan & kasih sayang.”
- Rangkuman kultwit #Hukum by Salim A. Fillah 19 Jan 2011-
Kamis, 11 November 2010
Renungan untuk suami dan calon suami
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi kepada para suami dan calon suami, tulisan ini saya dapatkan ketika seorang saudara saya membacakannya didepan saya dan saudara yang lain dalam sebuah acara. Saya tak tahu apakah ini merupakan karya saudara saya atau saudara saya juga mengutip dari tulisan seseorang. Yang pasti ini bukan karya saya, dan kepada siapapun yang menulisnya saya mohon ijin untuk mencantumkannya dalam blog saya karena saya coba cari di google ternyata belum saya temukan, dan saya mohon maaf sebelumnya....
Sebuah renungan :
...para wanita yg mulia ingin berbagi dg para suami sebagai berikut :
... Semoga para suami lebih mengerti dan memahami kita. "Jika seorang istri menangis di hadapanmu, itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi...Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan menyerahkan seluruh hati & hidupnya untukmu. Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah, kecuali di depan orang yang sangat dia sayangi ... dia akan menjadi lemah !
Seorang istri jika memutuskan untuk pergi maka kamu akan kehilangan sesuatu yg berharga dlm hidupmu. Dan jika kamu meminta kembali dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dulu lg selamanya. Seorang istri akan selalu berkorban untuk keluarganya dg menurunkan rasa EGO-nya demi orang yg dicintainya.
Wahai suami2, jika seorang istri pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh kasih sayang & pengertian. Karena dia adalah orang yang akan tetap bersamamu di sepanjang hidupmu walau disaat kau terpuruk terlalu dalam... Wahai suami2, jika seorang istri menangis karenamu, tolong jangan menyia2kan pengabdiannya. Mungkin, karena perbuatanmu, kau merusak kehidupannya. Saat dia menangis didepanmu, saat dia menangis karenamu. Lihatlah jauh ke dalam matanya. Dapatkah kau lihat & kau rasakan SAKIT yang dirasakannya karenamu?
Dibalik KELEMBUTANnya, dia memiliki KEKUATAN yang begitu dahsyat.
TUTUR KATAnya merupakan KEBENARAN.
SENYUMANnya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya. PELUKAN & CIUMANnya bisa memberi KEHANGATAN bagi suami & anak2nya.
Dia TERSENYUM bila melihat keluarganya tertawa. Dia TERHARU & MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pada orang2 yang dikasihinya. Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHANnya. Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN, dia begitu sedih melihat KEMATIAN. TETESAN air matanya bisa membawa KEDAMAIAN. Tapi dia sering dilupakan oleh SUAMI karena 1 hal yaitu "betapa sangat BERHARGA-nya dia ...
dan satu hal lagi wahai para suami...
Istrimu, jangan pernah kau sakiti hatinya meskipun itu hanya dengan ucapanmu. Ia telah memberikan hatinya sepenuhnya untukmu. Bahkan ibu dan bapaknya pun tak akan pernah sampai hati melukai perasaannya.
Sebuah renungan :
...para wanita yg mulia ingin berbagi dg para suami sebagai berikut :
... Semoga para suami lebih mengerti dan memahami kita. "Jika seorang istri menangis di hadapanmu, itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi...Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan menyerahkan seluruh hati & hidupnya untukmu. Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah, kecuali di depan orang yang sangat dia sayangi ... dia akan menjadi lemah !
Seorang istri jika memutuskan untuk pergi maka kamu akan kehilangan sesuatu yg berharga dlm hidupmu. Dan jika kamu meminta kembali dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dulu lg selamanya. Seorang istri akan selalu berkorban untuk keluarganya dg menurunkan rasa EGO-nya demi orang yg dicintainya.
Wahai suami2, jika seorang istri pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh kasih sayang & pengertian. Karena dia adalah orang yang akan tetap bersamamu di sepanjang hidupmu walau disaat kau terpuruk terlalu dalam... Wahai suami2, jika seorang istri menangis karenamu, tolong jangan menyia2kan pengabdiannya. Mungkin, karena perbuatanmu, kau merusak kehidupannya. Saat dia menangis didepanmu, saat dia menangis karenamu. Lihatlah jauh ke dalam matanya. Dapatkah kau lihat & kau rasakan SAKIT yang dirasakannya karenamu?
Dibalik KELEMBUTANnya, dia memiliki KEKUATAN yang begitu dahsyat.
TUTUR KATAnya merupakan KEBENARAN.
SENYUMANnya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya. PELUKAN & CIUMANnya bisa memberi KEHANGATAN bagi suami & anak2nya.
Dia TERSENYUM bila melihat keluarganya tertawa. Dia TERHARU & MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pada orang2 yang dikasihinya. Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHANnya. Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN, dia begitu sedih melihat KEMATIAN. TETESAN air matanya bisa membawa KEDAMAIAN. Tapi dia sering dilupakan oleh SUAMI karena 1 hal yaitu "betapa sangat BERHARGA-nya dia ...
dan satu hal lagi wahai para suami...
Istrimu, jangan pernah kau sakiti hatinya meskipun itu hanya dengan ucapanmu. Ia telah memberikan hatinya sepenuhnya untukmu. Bahkan ibu dan bapaknya pun tak akan pernah sampai hati melukai perasaannya.
Kamis, 05 Agustus 2010
Mutiara Kata II
Disini beberapa rangkaian kata baik yang saya copas ataupun merupakan hasil dari perenungan diri yang pernah saya posting sebagai status di Facebook saya dan merupakan kelanjutan dari postingan saya sebelumnya Mutiara Kata....
Boy...cinta tak ajarkan kelemahan dan keputusasaan, namun cinta mengajarkan kita suatu kekuatan bertahan dlm kesabaran...Jadi sabarlah boy... -celoteh hati pada diri, ini hari-
boy...langkahmu sudah tertinggal dari kawan-kawanmu...ayolah boy...terus kau melangkah, jangan kalah dengan lelah...boleh kau rehat sejenak namun segera kembali tapaki hari...karena waktu semakin cepat berjalan dan waktu tak mengenal siaran ulang...-bisikan hati menyemangati diri-
Boy...kau tahu, sabar itu tak berbatas, hanya diri kita saja yg terkadang memberinya batasan2, oleh karena sabar itu tak berbatas boy, maka Alloh menyuruh kita untuk meminta pertolongan pada-Nya dg sholat dan SABAR (Q.S. 2 : 153). Jadi jangan lg kau katakan sabar itu ada batasnya, oke boy? -nasehat hati pd diri-
Allohumma qonni'ni bi maa rozaqtanii wa baariklii fiih wakhluf 'alaa kulli ghooibatin lii bi khoirin (Ya Alloh jadikan aq merasa qonaah dg apa yg Engkau berikan padaku dan berikan aq keberkahan padanya. Dan berikan ganti kpdku dr apa2 yg luput dariku dg yg lbh baik). -HR. Hakim-
Mencipta rumahnya seindah surga..Menjaga akhlaqnya sebening mata..Qona'ah selendangnya dlm rumahtangga..Sejuk dikalbunya tunduk pandangannya..Dialah wanita sholehah seindah-indah hiasan dunia...yg hadirnya buat bidadari cemburu padanya..(Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim-Salim A Fillah-)
Hiasi parasmu dengan senyum tulus pada orang disekitarmu...itulah sedekah yang paling mudah...
Indah terasa ketika bersatu cinta dalam janji suci karena ilahi...
".....Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (Q.S. Saba' : 39)
Cinta tumbuh karena sebab-sebab tertentu namun cinta jg akan lenyap dg lenyapnya sebab-sebab itu, oleh karenanya ketika mencintai carilah sebab yg abadi, yaitu saling mencintai karena Alloh Subhanahu wa ta'ala. (Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu - Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)
Biarlah rindu ini kuadukan pada-Nya...diselang waktu mustajabnya doa...agar tak hanya jadi rindu yg menyesak dan bergejolak dalam dada...namun rindu yg segera terobati dan mewujud jadi nyata... -melow mode on-
Sahabat, Apakah yg hati kita butuhkan selama menjalani kehidupan ini? Tak lain dan tak bukan yg hati butuhkan adlh ketenangan/ketentraman, dan dzikir kpd Alloh adalah hal yg dpt menghadirkan ketenangan/ketentraman hati. "...Ingatlah,hanya dg mengingati Alloh-lah hati menjadi tentram." (Q.S. 13:28) -oleh2 kuliah subuh pagi ini-
Sahabat, apakah engkau punya suatu keinginan? berusahalah tuk menggapai keinginan itu dengan usaha dan tekad yang keras serta iringilah dengan doa...mintalah kepada Dzat Yang Maha Memiliki Segalanya, Alloh Subhanahu wa ta'ala, dimana Dia telah memberikan beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa, maka manfaatkan waktu-waktu itu untuk menghiba, memohon pada-Nya...
suka sama potongan dialog di film Sang Murobbi : Istri :"Tapi afwan ya Bi jangan marah, saya masih bingung besok masak apa, uang yang abi kasih kan udah abis"; Suami :"Klo uang udah abis, ya minta aja lagi sama Alloh"; Istri :"Kan Alloh kasihnya lewat abi, jadi saya mintanya sama abi"; Suami:"Klo uang udah abis Nay, ...itu berarti rezeki udah mau dateng lagi"
Perintah mendirikan sholat selalu diikuti dg perintah menunaikan zakat, terlihat bhw zakat jg merupakan kewajiban umat muslim, sudahkah qt keluarkan zakat dr harta qt? Mari tunaikan zakat untuk kesejahteraan umat. -kuliah subuh pagi ini-
"Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR. Ibnu Hibban)
Tanpa SYUKUR dan QONAAH harta yang melimpah bisa menjadi musibah, namun dengan syukur dan qonaah harta tak seberapa akan menjadi berkah...InsyaAlloh..
Istri yang qonaah, membuat sang suami semangat bekerja mencari nafkah dan tetap istiqomah....InsyaAlloh....
karena melayar biduk rumah tangga tak hanya butuh dayungan CINTA namun juga harus mengembangkan layar TAQWA agar sampai pada sakinah mawaddah warohmah yang menjadi harapan bersama...
Ketika bahagia hanya dinilai dari berlimpahnya harta maka berhati-hatilah, karena akan membuat kita buta, tak peduli mengambil punya siapa yg penting diri tak menderita... -Ya Alloh jadikan dunia ditanganku bukan dihatiku- (inspired by eramuslim.com)
Sahabat, semailah benih cintamu di indahnya taman taqwa...sinarilah dg cahya kasih dan tulusnya jiwa...siramilah dg sejuknya air keimanan pada Alloh Subhanahu wa ta'ala...pupuklah dg cinta karena-Nya...maka kan kau dapati cinta itu tumbuh subur dan mekar tebarkan semerbak wanginya...InsyaAlloh...
Sahabat, indahkan pagi....bahagiakan diri...dengan senyuman tulus dari hati...senyuman yang kan semakin eratkan jalinan ukhuwah ini...senyum yang kan bangkitkan energi positif dalam diri...senyuman yang mengharap ridho dan barokah Ilahi Robbi...
Sahabat...anda bisa mengeluh karena tangkai bunga mawar berduri, atau anda berbahagia dan takjub karena bersama tangkai berduri itu tumbuh bunga mawar yg indah merekah dan mewangi...
Dengan bersyukur tekanan dalam jiwa akan semakiin berkurang dan hati jadi kian lapang...dengan bersyukur akan mendatangkan keberkahan lalu wajah lebih menarik, berseri dan penuh sabar...dengan bersyukur hidup akan semakin indah terasa...(inspired by Tarbawi edisi 226 Th.11)
hanya pada-Mu ku bertanya dan menghiba...pada saat-saat mustajabnya doa...apakah pantas diri ini untuknya....-mellow syndrome-
Sahabat...kala engkau merasa ujian/cobaan hidup terasa berat maka ingatlah "Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...(Q.S. 2 : 286)", adukan ujian/cobaan yang kau alami pada-Nya, menangislah dan menghibalah pada-Nya, mohonlah kekuatan pada-Nya, mohonlah petunjuk-Nya, mohonlah kemudahan ...dan jalan keluar atas segala permasalahan kepada Alloh Subhanahu wa ta'ala...
boy...ketika bingung, resah dan gelisah datang melanda, adukanlah kepada Alloh Subhanahu wa ta'ala agar kau dapatkan suatu ketenangan Jiwa...(celoteh hati pada diri)
Boy...cinta tak ajarkan kelemahan dan keputusasaan, namun cinta mengajarkan kita suatu kekuatan bertahan dlm kesabaran...Jadi sabarlah boy... -celoteh hati pada diri, ini hari-
boy...langkahmu sudah tertinggal dari kawan-kawanmu...ayolah boy...terus kau melangkah, jangan kalah dengan lelah...boleh kau rehat sejenak namun segera kembali tapaki hari...karena waktu semakin cepat berjalan dan waktu tak mengenal siaran ulang...-bisikan hati menyemangati diri-
Boy...kau tahu, sabar itu tak berbatas, hanya diri kita saja yg terkadang memberinya batasan2, oleh karena sabar itu tak berbatas boy, maka Alloh menyuruh kita untuk meminta pertolongan pada-Nya dg sholat dan SABAR (Q.S. 2 : 153). Jadi jangan lg kau katakan sabar itu ada batasnya, oke boy? -nasehat hati pd diri-
Allohumma qonni'ni bi maa rozaqtanii wa baariklii fiih wakhluf 'alaa kulli ghooibatin lii bi khoirin (Ya Alloh jadikan aq merasa qonaah dg apa yg Engkau berikan padaku dan berikan aq keberkahan padanya. Dan berikan ganti kpdku dr apa2 yg luput dariku dg yg lbh baik). -HR. Hakim-
Mencipta rumahnya seindah surga..Menjaga akhlaqnya sebening mata..Qona'ah selendangnya dlm rumahtangga..Sejuk dikalbunya tunduk pandangannya..Dialah wanita sholehah seindah-indah hiasan dunia...yg hadirnya buat bidadari cemburu padanya..(Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim-Salim A Fillah-)
Hiasi parasmu dengan senyum tulus pada orang disekitarmu...itulah sedekah yang paling mudah...
Indah terasa ketika bersatu cinta dalam janji suci karena ilahi...
".....Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (Q.S. Saba' : 39)
Cinta tumbuh karena sebab-sebab tertentu namun cinta jg akan lenyap dg lenyapnya sebab-sebab itu, oleh karenanya ketika mencintai carilah sebab yg abadi, yaitu saling mencintai karena Alloh Subhanahu wa ta'ala. (Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu - Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)
Biarlah rindu ini kuadukan pada-Nya...diselang waktu mustajabnya doa...agar tak hanya jadi rindu yg menyesak dan bergejolak dalam dada...namun rindu yg segera terobati dan mewujud jadi nyata... -melow mode on-
Sahabat, Apakah yg hati kita butuhkan selama menjalani kehidupan ini? Tak lain dan tak bukan yg hati butuhkan adlh ketenangan/ketentraman, dan dzikir kpd Alloh adalah hal yg dpt menghadirkan ketenangan/ketentraman hati. "...Ingatlah,hanya dg mengingati Alloh-lah hati menjadi tentram." (Q.S. 13:28) -oleh2 kuliah subuh pagi ini-
Sahabat, apakah engkau punya suatu keinginan? berusahalah tuk menggapai keinginan itu dengan usaha dan tekad yang keras serta iringilah dengan doa...mintalah kepada Dzat Yang Maha Memiliki Segalanya, Alloh Subhanahu wa ta'ala, dimana Dia telah memberikan beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa, maka manfaatkan waktu-waktu itu untuk menghiba, memohon pada-Nya...
suka sama potongan dialog di film Sang Murobbi : Istri :"Tapi afwan ya Bi jangan marah, saya masih bingung besok masak apa, uang yang abi kasih kan udah abis"; Suami :"Klo uang udah abis, ya minta aja lagi sama Alloh"; Istri :"Kan Alloh kasihnya lewat abi, jadi saya mintanya sama abi"; Suami:"Klo uang udah abis Nay, ...itu berarti rezeki udah mau dateng lagi"
Perintah mendirikan sholat selalu diikuti dg perintah menunaikan zakat, terlihat bhw zakat jg merupakan kewajiban umat muslim, sudahkah qt keluarkan zakat dr harta qt? Mari tunaikan zakat untuk kesejahteraan umat. -kuliah subuh pagi ini-
"Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR. Ibnu Hibban)
Tanpa SYUKUR dan QONAAH harta yang melimpah bisa menjadi musibah, namun dengan syukur dan qonaah harta tak seberapa akan menjadi berkah...InsyaAlloh..
Istri yang qonaah, membuat sang suami semangat bekerja mencari nafkah dan tetap istiqomah....InsyaAlloh....
karena melayar biduk rumah tangga tak hanya butuh dayungan CINTA namun juga harus mengembangkan layar TAQWA agar sampai pada sakinah mawaddah warohmah yang menjadi harapan bersama...
Ketika bahagia hanya dinilai dari berlimpahnya harta maka berhati-hatilah, karena akan membuat kita buta, tak peduli mengambil punya siapa yg penting diri tak menderita... -Ya Alloh jadikan dunia ditanganku bukan dihatiku- (inspired by eramuslim.com)
Sahabat, semailah benih cintamu di indahnya taman taqwa...sinarilah dg cahya kasih dan tulusnya jiwa...siramilah dg sejuknya air keimanan pada Alloh Subhanahu wa ta'ala...pupuklah dg cinta karena-Nya...maka kan kau dapati cinta itu tumbuh subur dan mekar tebarkan semerbak wanginya...InsyaAlloh...
Sahabat, indahkan pagi....bahagiakan diri...dengan senyuman tulus dari hati...senyuman yang kan semakin eratkan jalinan ukhuwah ini...senyum yang kan bangkitkan energi positif dalam diri...senyuman yang mengharap ridho dan barokah Ilahi Robbi...
Sahabat...anda bisa mengeluh karena tangkai bunga mawar berduri, atau anda berbahagia dan takjub karena bersama tangkai berduri itu tumbuh bunga mawar yg indah merekah dan mewangi...
Dengan bersyukur tekanan dalam jiwa akan semakiin berkurang dan hati jadi kian lapang...dengan bersyukur akan mendatangkan keberkahan lalu wajah lebih menarik, berseri dan penuh sabar...dengan bersyukur hidup akan semakin indah terasa...(inspired by Tarbawi edisi 226 Th.11)
hanya pada-Mu ku bertanya dan menghiba...pada saat-saat mustajabnya doa...apakah pantas diri ini untuknya....-mellow syndrome-
Sahabat...kala engkau merasa ujian/cobaan hidup terasa berat maka ingatlah "Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...(Q.S. 2 : 286)", adukan ujian/cobaan yang kau alami pada-Nya, menangislah dan menghibalah pada-Nya, mohonlah kekuatan pada-Nya, mohonlah petunjuk-Nya, mohonlah kemudahan ...dan jalan keluar atas segala permasalahan kepada Alloh Subhanahu wa ta'ala...
boy...ketika bingung, resah dan gelisah datang melanda, adukanlah kepada Alloh Subhanahu wa ta'ala agar kau dapatkan suatu ketenangan Jiwa...(celoteh hati pada diri)
Sabtu, 22 Mei 2010
Kisah Seorang Penjual Tempe
Cerita singkat nan sederhana yang akan saya bagi pada kesempatan ini saya dapatkan dari seorang senior di kantor dimana pada waktu itu ada acara internalisasi nilai-nilai organisasi kami. Karena menurut saya cerita ini inspiratif maka saya bagikan disini untuk dapat sama-sama kita ambil hikmah dari cerita ini. Bagi yang sudah pernah dengar semoga postingan ini menjadi sarana untuk mengingat kembali dan bagi yang belum semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Seperti biasa, sebelum mulai mebacanya mari kita lafadzkan "Bismillahirrohmanirrohim" agar Alloh memberikan barokah-Nya kepada kita semua. Selamat menikmati.....
Ada seorang pedagang tempe yang setiap harinya bangun di pagi hari jam 3 pagi menyiapkan tempe yang telah dibuatnya untuk dibawa ke pasar di hari itu. Sebagaimana biasanya setelah sholat tahajud mulai di packing mneyiapkan dagangannya untuk dibawa ke pasar dan setelah siap dia pergi di pagi buta menuju pasar dimana biasa dia berjualan yang mempunyai jarak cukup jauh, dan ketika subuh datang maka dia mampir ke masjid untuk melakukan sholat subuh, setelah itu kembali dia melanjutkan perjalanan agar tidak kesiangan sampai di pasar untuk menjual tempenya. Pukul 6 pagi dia sampai di pasar dan mulai menggelar dagangannya sampai sekira pukul 10 pagi dagangannya habis dan dia pun pulang kembali ke rumahnya dengan membawa uang hasil berjualan untuk membeli bahan makanan untuk hari itu. Pada suatu ketika tempe yang dia buat tidak jadi-jadi, jam 3 pagi dia lihat belum jadi tempenya, ditunggunya sembari dia menunaikan sholat tahajud dan berdoa semoga tempenya jadi sehingga dia dapat berjualan dan memberi makan pada keluarganya hari itu. Namun setelah sholat dan berdoa dia kembali tengok tempenya, belum juga jadi, sembari tetap berprasangka baik dan jika dia tidak berjualan maka entah akan makan apa keluarganya hari itu maka tetap dia berangkat menuju pasar dengan membawa tempe yang belum jadi sambil terus berharap semoga tempenya jadi nanti setelah sampai di pasar. Setelah mampir sholat subuh kembali dia melihat tempe dagangannya, masih juga belum jadi, dan dengan terus berharap bahwa tempenya akan jadi di pasar nanti, kembali dia melanjutkan perjalanannya, sesampainya di pasar digelarlah dagangan tempenya seperti biasa, walaupun tempenya belum jadi, hingga jam 10 tidak ada yang membeli tempe yang belum jadi itu, akhirnya dia putuskan untuk membawa kembali tempenya itu pulang ke rumah, namun ketika bersiap-siap akan pulang dan membereskan dagangannya datanglah seorang ibu sedang mencari tempe yang belum jadi karena anaknya sangat suka sekali tempe namun akan pergi ke luar negeri malam nanti, sehingga harapannya jika besok sampai di luar negeri, tempe itu jadi dan bisa dimasak untuk dinikmati. Maka diboronglah semua tempenya itu oleh ibu tersebut dan ketika dia ceritakan yang dia alami pada hari itu sang ibu memberikan uang tambahan kepadanya.
Hikmah dari cerita di atas adalah setiap kejadian yang menimpa kita entah itu yang membuat kita bahagia atau mengundang duka lara pasti ada hikmahnya, walaupun mungkin kita tidak dapat melihat dan merasakan hikmah itu secara langsung ketika kejadian itu terjadi, dan juga boleh jadi kita anggap bahwa kejadian itu tidak baik bagi kita, namun dengan terus berdoa dan berprasangka baik pada Alloh maka hikmah dari kejadian itu adalah sesuatu yang sangat baik bagi kita, sebagaimana kisah seorang penjual tempe diatas. Dan hal ini disebutkan dalam Al-qur’an “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqoroh : 216). Oleh karenanya setiap kejadian yang menimpa diri kita mari kita sikapi dari sudut pandang yang paling positif dan tetap berprasangka baik pada Alloh Subhanahu wa ta’ala, karena bahkan dalam suatu uji/coba disana akan selalu ada alasan untuk kita senantiasa bersyukur yang dengan begitu kan kita dapati hikmah positif dan tiada uji/coba tersebut melemahkan diri melainkan akan menguatkan dan menjadikan kita lebih bijak serta lebih dewasa dalam menjalani setiap peran kita dalam kehidupan fana di dunia ini. Wallohu a’lam.
Ada seorang pedagang tempe yang setiap harinya bangun di pagi hari jam 3 pagi menyiapkan tempe yang telah dibuatnya untuk dibawa ke pasar di hari itu. Sebagaimana biasanya setelah sholat tahajud mulai di packing mneyiapkan dagangannya untuk dibawa ke pasar dan setelah siap dia pergi di pagi buta menuju pasar dimana biasa dia berjualan yang mempunyai jarak cukup jauh, dan ketika subuh datang maka dia mampir ke masjid untuk melakukan sholat subuh, setelah itu kembali dia melanjutkan perjalanan agar tidak kesiangan sampai di pasar untuk menjual tempenya. Pukul 6 pagi dia sampai di pasar dan mulai menggelar dagangannya sampai sekira pukul 10 pagi dagangannya habis dan dia pun pulang kembali ke rumahnya dengan membawa uang hasil berjualan untuk membeli bahan makanan untuk hari itu. Pada suatu ketika tempe yang dia buat tidak jadi-jadi, jam 3 pagi dia lihat belum jadi tempenya, ditunggunya sembari dia menunaikan sholat tahajud dan berdoa semoga tempenya jadi sehingga dia dapat berjualan dan memberi makan pada keluarganya hari itu. Namun setelah sholat dan berdoa dia kembali tengok tempenya, belum juga jadi, sembari tetap berprasangka baik dan jika dia tidak berjualan maka entah akan makan apa keluarganya hari itu maka tetap dia berangkat menuju pasar dengan membawa tempe yang belum jadi sambil terus berharap semoga tempenya jadi nanti setelah sampai di pasar. Setelah mampir sholat subuh kembali dia melihat tempe dagangannya, masih juga belum jadi, dan dengan terus berharap bahwa tempenya akan jadi di pasar nanti, kembali dia melanjutkan perjalanannya, sesampainya di pasar digelarlah dagangan tempenya seperti biasa, walaupun tempenya belum jadi, hingga jam 10 tidak ada yang membeli tempe yang belum jadi itu, akhirnya dia putuskan untuk membawa kembali tempenya itu pulang ke rumah, namun ketika bersiap-siap akan pulang dan membereskan dagangannya datanglah seorang ibu sedang mencari tempe yang belum jadi karena anaknya sangat suka sekali tempe namun akan pergi ke luar negeri malam nanti, sehingga harapannya jika besok sampai di luar negeri, tempe itu jadi dan bisa dimasak untuk dinikmati. Maka diboronglah semua tempenya itu oleh ibu tersebut dan ketika dia ceritakan yang dia alami pada hari itu sang ibu memberikan uang tambahan kepadanya.
Hikmah dari cerita di atas adalah setiap kejadian yang menimpa kita entah itu yang membuat kita bahagia atau mengundang duka lara pasti ada hikmahnya, walaupun mungkin kita tidak dapat melihat dan merasakan hikmah itu secara langsung ketika kejadian itu terjadi, dan juga boleh jadi kita anggap bahwa kejadian itu tidak baik bagi kita, namun dengan terus berdoa dan berprasangka baik pada Alloh maka hikmah dari kejadian itu adalah sesuatu yang sangat baik bagi kita, sebagaimana kisah seorang penjual tempe diatas. Dan hal ini disebutkan dalam Al-qur’an “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqoroh : 216). Oleh karenanya setiap kejadian yang menimpa diri kita mari kita sikapi dari sudut pandang yang paling positif dan tetap berprasangka baik pada Alloh Subhanahu wa ta’ala, karena bahkan dalam suatu uji/coba disana akan selalu ada alasan untuk kita senantiasa bersyukur yang dengan begitu kan kita dapati hikmah positif dan tiada uji/coba tersebut melemahkan diri melainkan akan menguatkan dan menjadikan kita lebih bijak serta lebih dewasa dalam menjalani setiap peran kita dalam kehidupan fana di dunia ini. Wallohu a’lam.
Senin, 15 Maret 2010
Nikah itu ternyata Murah...^_^
bro and sist...nikah itu ternyata murah lho, hanya terkadang adat ama -gengsi- aje nyang mbikin mahal, jadi kalo mbesok nie ye, kite pade jadi orang tua, terus anak kite udech pingin nikah, udeh dech kagak usah kite bikin suseh die, orang mau nyempurnain agama ame njaga kemaluan kok, lagian nikah kan ibadah, kagak usah gengsi-gengsian, toh nikah make resepsi sederhana InsyaAlloh kagak ngurangin barokah, ape artinye nikah resepsinye mewah tapi kagak ade barokah...oke...oke...hehehehehe...artikel dibawah ni cocok dah ma judul catatan aye ni, iseng searching di google, eh nemu nieh tulisannye Mr Anas Ayahara, so...kalo ente-ente udah siap jiwa ama mental, siap mal (bukan yang penting pekerjaan tetap tapi yang penting tetap bekerja), and atu lagi yang paling penting...Udeh ade calonnye, udech disegerain aje nikahnye, pan ente-ente pade tau ndiri jaman sekarang ni godaan syahwat, bheeee, udeh kagak nahan coy, dari pilem, ampe di dunia nyata....oke...selamat mbaca aje dech ye, eits sebelum nerusin baca, mari kita awali dengan mengucapkan "Bismillahirrohmanirrohim" biar tambah barokahnye, demikian pembukaan dari ane, ^_^
Puisi Orang Miskin Dilarang Kawin?
Karya Mr Anas Ayahara, 13 November 2009
Tatkala datang Kartu Undangan Wewah
Tebal, Tercetak Dua Nama BerWarna Emas begitu Indah
Bertebaran Gelar Akademis, sampai Gelar Haji dan Hajjah
Ayat, Puisi, Syair Lagu Cinta ikut menghiasi bagaikan tak mau Kalah
KIta Baca Undangan Itu yang Cuma Mampir Seminggu Sajalah,
Setelah itu, Nasibnya Bagaikan Koran Bekas yang Terbuang Ke Tempat Sampah
Kartu Undangan dibuang, bagaikan membuang setumpuk Rupiah ke Tong Sampah?
Sementara di sudut Kota, Orang Miskin Mengais Bak Sampah
Si Miskin Yang tak Butuh undangan mewah,
Kartu Undangan itu Lebih Mahal dibanding Keringatnya Sehari yang Membuatnya Lelah
Untuk Makan Sehari yang harus bersusah payah
Orang kaya Menikah, Tanpa Terasa Membuat Sedih Orang Miskin?
Seolah Orang Kaya itu Bilang "Orang miskin dilarang Kawin?"
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Jawaban orang: Ah Nggak Tuh,...Itu kan cuma Orang Kaya yang nikah yg nyambi Hartanya dan Statusnya bisa dipamerin
*Google: Harga Kartu Undangan Mewah per lembar bisa sampai 75.000 rupiah dikali jumlah yg hadir, hasilnya hitung sendiri
*Orang Miskin TIDAK dilarang Kawin, asalkan ada wanita yg ridha dengan mahar yg disepakati.
Kalau mau mengkuti sunnah (tidak wajib)
Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa Nabi saw. melihat warna bekas wangian pengantin di tubuh Abdurrahman bin Auf, lalu beliau bertanya: Apakah ini? Abdurrahman menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan mahar seharga lima dirham emas. Rasulullah saw. lalu bersabda: Semoga Allah memberkahimu dan rayakanlah walaupun dengan seekor kambing
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 2556
5 dirham = 5 x (skrg rp 30.000an)= 150 ribuan
Kambing = sekitar 900ribuan, jadi modal Rp. 1 Jutaan Orang Miskin Bisa Menikah, bahkan kurang dari segitu asalkan sang calon istri ridha
Baca hadits ini, menikah untuk orang Miskin dengan mahar cincin besi atau mahar hapalan AlQuran
Hadis riwayat Sahal bin Sa`ad ra., ia berkata:
Seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, aku datang untuk menyerahkan diriku kepadamu. Lalu Rasulullah saw. memandang perempuan itu dan menaikkan pandangan serta menurunkannya kemudian beliau mengangguk-anggukkan kepala. Melihat Rasulullah saw. tidak memutuskan apa-apa terhadapnya, perempuan itu lalu duduk. Sesaat kemudian seorang sahabat beliau berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, jika engkau tidak berkenan padanya, maka kawinkanlah aku dengannya. Rasulullah saw. bertanya: Apakah kamu memiliki sesuatu? Sahabat itu menjawab: Demi Allah, tidak wahai Rasulullah! Beliau berkata: Pulanglah ke keluargamu dan lihatlah apakah kamu mendapatkan sesuatu? Maka pulanglah sahabat itu, lalu kembali lagi dan berkata: Demi Allah aku tidak mendapatkan sesuatu! Rasulullah saw. bersabda: Cari lagi walaupun hanya sebuah cincin besi! Lalu sahabat itu pulang dan kembali lagi seraya berkata: Demi Allah tidak ada wahai Rasulullah, walaupun sebuah cincin dari besi kecuali kain sarung milikku ini! Sahal berkata: Dia tidak mempunyai rida` (kain yang menutupi badan bagian atas). Berarti wanita tadi hanya akan mendapatkan setengah dari kain sarungnya. Rasulullah saw. bertanya: Apa yang dapat kamu perbuat dengan kain sarung milikmu ini? Jika kamu memakainya, maka wanita itu tidak memakai apa-apa. Demikian pula jika wanita itu memakainya, maka kamu tidak akan memakai apa-apa. Lelaki itu lalu duduk agak lama dan berdiri lagi sehingga terlihatlah oleh Rasulullah ia akan berpaling pergi. Rasulullah memerintahkan untuk dipanggil, lalu ketika ia datang beliau bertanya: Apakah kamu bisa membaca Alquran? Sahabat itu menjawab: Saya bisa membaca surat ini dan surat ini sambil menyebutkannya satu-persatu. Rasulullah bertanya lagi: Apakah kamu menghafalnya? Sahabat itu menjawab: Ya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Pergilah, wanita itu telah menjadi istrimu dengan mahar mengajarkan surat Alquran yang kamu hafal
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 2554
sumber : http://ayahara.cybermq.com/
nb :
usia muda bukan halangan untuk menggenapkan separuh agama
karena dewasa tak hanya diliat dari usia
jika sudah mampu dan siap maka laksanakan segera...^_^
Puisi Orang Miskin Dilarang Kawin?
Karya Mr Anas Ayahara, 13 November 2009
Tatkala datang Kartu Undangan Wewah
Tebal, Tercetak Dua Nama BerWarna Emas begitu Indah
Bertebaran Gelar Akademis, sampai Gelar Haji dan Hajjah
Ayat, Puisi, Syair Lagu Cinta ikut menghiasi bagaikan tak mau Kalah
KIta Baca Undangan Itu yang Cuma Mampir Seminggu Sajalah,
Setelah itu, Nasibnya Bagaikan Koran Bekas yang Terbuang Ke Tempat Sampah
Kartu Undangan dibuang, bagaikan membuang setumpuk Rupiah ke Tong Sampah?
Sementara di sudut Kota, Orang Miskin Mengais Bak Sampah
Si Miskin Yang tak Butuh undangan mewah,
Kartu Undangan itu Lebih Mahal dibanding Keringatnya Sehari yang Membuatnya Lelah
Untuk Makan Sehari yang harus bersusah payah
Orang kaya Menikah, Tanpa Terasa Membuat Sedih Orang Miskin?
Seolah Orang Kaya itu Bilang "Orang miskin dilarang Kawin?"
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Jawaban orang: Ah Nggak Tuh,...Itu kan cuma Orang Kaya yang nikah yg nyambi Hartanya dan Statusnya bisa dipamerin
*Google: Harga Kartu Undangan Mewah per lembar bisa sampai 75.000 rupiah dikali jumlah yg hadir, hasilnya hitung sendiri
*Orang Miskin TIDAK dilarang Kawin, asalkan ada wanita yg ridha dengan mahar yg disepakati.
Kalau mau mengkuti sunnah (tidak wajib)
Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa Nabi saw. melihat warna bekas wangian pengantin di tubuh Abdurrahman bin Auf, lalu beliau bertanya: Apakah ini? Abdurrahman menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan mahar seharga lima dirham emas. Rasulullah saw. lalu bersabda: Semoga Allah memberkahimu dan rayakanlah walaupun dengan seekor kambing
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 2556
5 dirham = 5 x (skrg rp 30.000an)= 150 ribuan
Kambing = sekitar 900ribuan, jadi modal Rp. 1 Jutaan Orang Miskin Bisa Menikah, bahkan kurang dari segitu asalkan sang calon istri ridha
Baca hadits ini, menikah untuk orang Miskin dengan mahar cincin besi atau mahar hapalan AlQuran
Hadis riwayat Sahal bin Sa`ad ra., ia berkata:
Seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, aku datang untuk menyerahkan diriku kepadamu. Lalu Rasulullah saw. memandang perempuan itu dan menaikkan pandangan serta menurunkannya kemudian beliau mengangguk-anggukkan kepala. Melihat Rasulullah saw. tidak memutuskan apa-apa terhadapnya, perempuan itu lalu duduk. Sesaat kemudian seorang sahabat beliau berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, jika engkau tidak berkenan padanya, maka kawinkanlah aku dengannya. Rasulullah saw. bertanya: Apakah kamu memiliki sesuatu? Sahabat itu menjawab: Demi Allah, tidak wahai Rasulullah! Beliau berkata: Pulanglah ke keluargamu dan lihatlah apakah kamu mendapatkan sesuatu? Maka pulanglah sahabat itu, lalu kembali lagi dan berkata: Demi Allah aku tidak mendapatkan sesuatu! Rasulullah saw. bersabda: Cari lagi walaupun hanya sebuah cincin besi! Lalu sahabat itu pulang dan kembali lagi seraya berkata: Demi Allah tidak ada wahai Rasulullah, walaupun sebuah cincin dari besi kecuali kain sarung milikku ini! Sahal berkata: Dia tidak mempunyai rida` (kain yang menutupi badan bagian atas). Berarti wanita tadi hanya akan mendapatkan setengah dari kain sarungnya. Rasulullah saw. bertanya: Apa yang dapat kamu perbuat dengan kain sarung milikmu ini? Jika kamu memakainya, maka wanita itu tidak memakai apa-apa. Demikian pula jika wanita itu memakainya, maka kamu tidak akan memakai apa-apa. Lelaki itu lalu duduk agak lama dan berdiri lagi sehingga terlihatlah oleh Rasulullah ia akan berpaling pergi. Rasulullah memerintahkan untuk dipanggil, lalu ketika ia datang beliau bertanya: Apakah kamu bisa membaca Alquran? Sahabat itu menjawab: Saya bisa membaca surat ini dan surat ini sambil menyebutkannya satu-persatu. Rasulullah bertanya lagi: Apakah kamu menghafalnya? Sahabat itu menjawab: Ya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Pergilah, wanita itu telah menjadi istrimu dengan mahar mengajarkan surat Alquran yang kamu hafal
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 2554
sumber : http://ayahara.cybermq.com/
nb :
usia muda bukan halangan untuk menggenapkan separuh agama
karena dewasa tak hanya diliat dari usia
jika sudah mampu dan siap maka laksanakan segera...^_^
Senin, 22 Februari 2010
Mutiara Kata
Beberapa rangkaian kata, dari status Facebook-ku baik dari copy paste milik orang lain ataupun hasil perenungan diri, ingin kusimpan di sini :
> keberhasilan dan kegagalan yang terlalui semoga menuntun diri menuju kedewasaan...hingga ketika keberhasilan datang dapat selalu kusambut dengan kesyukuran...dan ketika kegagalan menghampiri ku kan sambut dengan kesabaran..
> biarkan pohon kesabaran itu tumbuh subur di taman hati, hingga kelak manis buahnya ku kan petik dan nikmati....Alloh lebih tahu mana yang terbaik untukku, sedangkan aku tidak mengetahui...
> Jika hatimu lelah, basuh peluhmu dengan kesabaran. Ceritakan dukamu pada ketabahan. Usap air matamu dengan harapan... (copas)
> Mengapa masih saja mengeluh akan pekerjaan, sedangkan sudah pasti setiap bulan ada penghasilan, sementara di luaran sana masih banyak yang untuk makan hari itupun entah ada atau tidak, walaupun sudah berpanas terik matahari berbasah kuyup oleh hujan?.... Alhamdulillah atas segala nikmat yang ada pada diri...
> bahagia akan kemenangan dan kecewa akan kekalahan... kan datang silih bergantian... menjadi bagian kepingan hidup tak terlupakan... hingga mengendap menjadi sebuah kenangan... kenangan akan sebuah kebersamaan... kebersamaan yang penuh dengan keakraban.... terima kasih yang pernah membersamaiku hingga saat ini, ku belajar banyak hal pada kalian...
> usaha dan doa wujudkan harapan jadi kenyataan...... dimana ada kemauan disitu ada jalan..... kalaupun masih menjumpa kegagalan... semoga menjadi batu loncatan tuk raih kesuksesan.... tiada lelah tuk terus mengusahakan..... dan katakan tidak pada keputus asa-an !!!
> Perpisahan memaknai arti kebersamaan... Uji dan cobaan memahamkan arti kesabaran... Kegagalan mengajarkan arti keikhlasan... Pengorbanan mengiringi sebuah kesuksesan... Cinta mendambakan suatu ketulusan... Kerinduan menghajatkan pertemuan... Perjalanan hidup menuntun diri menuju kedewasaan...
> Purnama malam ini begitu indah,sinar teduhnya mendamaikan hati yang gelisah...
> kala lisan tak mampu mengucapkan... biarkanlah jemari yang menuliskan... agar tiada menjadi beban... agar hati tiada diliputi kebimbangan...
> Sebagaimana mendung yg mengiringi datangnya hujan,begitulah sedih & duka,terkadang teriringi tetesan air mata,namun tidakkah kau lihat,setelah hujan turun,butiran air hujan mbuat rumput & dedaunan tampak berkilau & lbh segar,begitu jg hik...mah dibalik sedih & duka,terkadang menumbuhkan kehidupan br,mungkin tdk skrg tp d masa yg akn dtg. (copas)
> Manusia terkadang mengalami situasi mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya...senantiasa bersyukur maka kau akan bahagia...(copas)
> yang harus kita yakini adalah masalah (ujian), tidak akan Alloh berikan melampaui batas kemampuan hamba-Nya, jadi dengan begitu InsyaAlloh kita akan selalu berpikiran optimis dan setiap masalah InsyaAlloh akan selalu ada pemecahanya...redam emosi dan... lipatgandakan ikhtiar dan kesabaran untuk hadapi masalah dan tantangan yang ada di hadapan...
> Jangan berhenti melangkah hanya karena ada masalah dihadapan,karena hidup tidak lepas dari suatu masalah,jadikanlah masalah sebagai tantangan bukan hambatan,teruslah melangkah dg terus bersabar dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah...Masalah... yg kau hadapi saat ini InsyaAlloh akan lebih mematangkanmu di hari depan...(copas)
> Setiap hari,ketka fajar merekah,ia menyeru.. "Wahai anak adam!Aku adalah makhluk baru dan aku akan menjadi saksi atas perbuatan kalian, Maka berbekalah dgn ku! Jika aku sudah berlalu,maka aku tdk akan kembli lg pd kalian,tdk akan pernah! Hingga ...hari akhir tiba..Aku adalah WAKTU (copas)
> Cinta bukan kata benda,bukan juga kata sifat yang tiba-tiba ada,namun cinta adalah kata kerja, yang harus terus diupayakan, bagaimana ingin dicintai jikalau tidak berupaya untuk mencintai
> Wanita sholehah adlh sebaik-baik keindahan,menatapnya menyejukan qolbu,mendengarkan suaranya menghanyutkan batin,ditinggalkan menambah keyakinan...Wanita sholehah adlh bidadari syurga yg hadir di dunia...Wanita sholehah adlh ibu dari anak2 yg mulia......Wanita sholehah adlh istri yg meneguhkan jihad suami...Wanita sholehah penebar rahmat bg rumah tangga,cahaya dunia dan akherat...(copas Aa Gym)
> Mengapa memilih berkeluh kesah,ketika tahu bahwa bersyukur itu indah...Mengapa cemberut rupa,ketika tahu dengan tersenyum wajah terlihat lebih ceria...Mengapa bertutur cacian dan makian,ketika tahu lebih nyaman hati dengan tutur kata kebaikan dan penuh kelembutan...
> Syukurilah apa yang ada, maka kau akan menjadi orang yang kaya...Janganlah kau selalu mendongak keatas karena kau akan terlupa...dan janganlah merasa memiliki tetapi merasalah tertitipi...niscayaakan lapang dadamu ketika kehilangan menghampiri...
> Awali hari dengan ucapan "Alhamdulillah" sebagai wujud kesyukuran...hiasi wajah dengan manisnya senyuman...perindah lisan dengan tutur kata kebaikan...penuhi hati dengan keimanan dan ketaqwaan...iringi setiap langkah dengan usaha, doa, tawa...kal dan kesabaran...hingga indah hari kan kau rasakan...Bismillahirrohmanirrohim....
> Hidup bukan utk mengupayakan suatu kesempurnaan,namun bagaimana memberdayakan dan memaksimalkan segala keterbatasan tuk raih kesuksesan,maka dari itu ada yg namanya perjuangan. (Oleh2 silaturahim ke salah satu ustadz di pwt)
> Ya Alloh..aku mohon pada-Mu cinta-Mu & cinta orang-orang yg mencintai-Mu ..amalan yg mengantarkanku menggapai cinta-Mu..Ya Alloh.. jadikan cinta-Mu lebih aku cintai melebihi cinta pada diriku sendiri serta keluargaku...
> Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita yang seharusnya kita syukuri...Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, tapi tersenyumlah untuk bahagia! (copas)
> Barangsiapa yang rela dengan ketetapan Alloh, maka ketetapan itu berlaku padanya dan ia mendapatkan pahala. Dan barangsiapa yang tidak rela dengan ketetapan Alloh, maka ketetapan itu juga tetap berlaku padanya sedang ia terputus amalnya. (Ali bin Abi Thalib ra)
> karena kata-kata itu sakti, dengannya kita bisa saling menghormati dan menyayangi, namun dengannya pula kita bisa merasa tersakiti...
> "Anak, isteri, suami dan keluarga adalah perhiasan dunia. Perhiasan yang paling indah adalah istri yang sholehah (Amro’atush-Sholihah), suami yang adil (’imamun ’adilun) dan anak-anak yang mendoakan orang tuanya (waladun sholihun yad’ulah)"
> Cinta tak cukup hanya sampai dirasakan dan diungkapkan dengan ucapan, namun ia perlu dibuktikan dengan perbuatan....
> keberhasilan dan kegagalan yang terlalui semoga menuntun diri menuju kedewasaan...hingga ketika keberhasilan datang dapat selalu kusambut dengan kesyukuran...dan ketika kegagalan menghampiri ku kan sambut dengan kesabaran..
> biarkan pohon kesabaran itu tumbuh subur di taman hati, hingga kelak manis buahnya ku kan petik dan nikmati....Alloh lebih tahu mana yang terbaik untukku, sedangkan aku tidak mengetahui...
> Jika hatimu lelah, basuh peluhmu dengan kesabaran. Ceritakan dukamu pada ketabahan. Usap air matamu dengan harapan... (copas)
> Mengapa masih saja mengeluh akan pekerjaan, sedangkan sudah pasti setiap bulan ada penghasilan, sementara di luaran sana masih banyak yang untuk makan hari itupun entah ada atau tidak, walaupun sudah berpanas terik matahari berbasah kuyup oleh hujan?.... Alhamdulillah atas segala nikmat yang ada pada diri...
> bahagia akan kemenangan dan kecewa akan kekalahan... kan datang silih bergantian... menjadi bagian kepingan hidup tak terlupakan... hingga mengendap menjadi sebuah kenangan... kenangan akan sebuah kebersamaan... kebersamaan yang penuh dengan keakraban.... terima kasih yang pernah membersamaiku hingga saat ini, ku belajar banyak hal pada kalian...
> usaha dan doa wujudkan harapan jadi kenyataan...... dimana ada kemauan disitu ada jalan..... kalaupun masih menjumpa kegagalan... semoga menjadi batu loncatan tuk raih kesuksesan.... tiada lelah tuk terus mengusahakan..... dan katakan tidak pada keputus asa-an !!!
> Perpisahan memaknai arti kebersamaan... Uji dan cobaan memahamkan arti kesabaran... Kegagalan mengajarkan arti keikhlasan... Pengorbanan mengiringi sebuah kesuksesan... Cinta mendambakan suatu ketulusan... Kerinduan menghajatkan pertemuan... Perjalanan hidup menuntun diri menuju kedewasaan...
> Purnama malam ini begitu indah,sinar teduhnya mendamaikan hati yang gelisah...
> kala lisan tak mampu mengucapkan... biarkanlah jemari yang menuliskan... agar tiada menjadi beban... agar hati tiada diliputi kebimbangan...
> Sebagaimana mendung yg mengiringi datangnya hujan,begitulah sedih & duka,terkadang teriringi tetesan air mata,namun tidakkah kau lihat,setelah hujan turun,butiran air hujan mbuat rumput & dedaunan tampak berkilau & lbh segar,begitu jg hik...mah dibalik sedih & duka,terkadang menumbuhkan kehidupan br,mungkin tdk skrg tp d masa yg akn dtg. (copas)
> Manusia terkadang mengalami situasi mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya...senantiasa bersyukur maka kau akan bahagia...(copas)
> yang harus kita yakini adalah masalah (ujian), tidak akan Alloh berikan melampaui batas kemampuan hamba-Nya, jadi dengan begitu InsyaAlloh kita akan selalu berpikiran optimis dan setiap masalah InsyaAlloh akan selalu ada pemecahanya...redam emosi dan... lipatgandakan ikhtiar dan kesabaran untuk hadapi masalah dan tantangan yang ada di hadapan...
> Jangan berhenti melangkah hanya karena ada masalah dihadapan,karena hidup tidak lepas dari suatu masalah,jadikanlah masalah sebagai tantangan bukan hambatan,teruslah melangkah dg terus bersabar dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah...Masalah... yg kau hadapi saat ini InsyaAlloh akan lebih mematangkanmu di hari depan...(copas)
> Setiap hari,ketka fajar merekah,ia menyeru.. "Wahai anak adam!Aku adalah makhluk baru dan aku akan menjadi saksi atas perbuatan kalian, Maka berbekalah dgn ku! Jika aku sudah berlalu,maka aku tdk akan kembli lg pd kalian,tdk akan pernah! Hingga ...hari akhir tiba..Aku adalah WAKTU (copas)
> Cinta bukan kata benda,bukan juga kata sifat yang tiba-tiba ada,namun cinta adalah kata kerja, yang harus terus diupayakan, bagaimana ingin dicintai jikalau tidak berupaya untuk mencintai
> Wanita sholehah adlh sebaik-baik keindahan,menatapnya menyejukan qolbu,mendengarkan suaranya menghanyutkan batin,ditinggalkan menambah keyakinan...Wanita sholehah adlh bidadari syurga yg hadir di dunia...Wanita sholehah adlh ibu dari anak2 yg mulia......Wanita sholehah adlh istri yg meneguhkan jihad suami...Wanita sholehah penebar rahmat bg rumah tangga,cahaya dunia dan akherat...(copas Aa Gym)
> Mengapa memilih berkeluh kesah,ketika tahu bahwa bersyukur itu indah...Mengapa cemberut rupa,ketika tahu dengan tersenyum wajah terlihat lebih ceria...Mengapa bertutur cacian dan makian,ketika tahu lebih nyaman hati dengan tutur kata kebaikan dan penuh kelembutan...
> Syukurilah apa yang ada, maka kau akan menjadi orang yang kaya...Janganlah kau selalu mendongak keatas karena kau akan terlupa...dan janganlah merasa memiliki tetapi merasalah tertitipi...niscayaakan lapang dadamu ketika kehilangan menghampiri...
> Awali hari dengan ucapan "Alhamdulillah" sebagai wujud kesyukuran...hiasi wajah dengan manisnya senyuman...perindah lisan dengan tutur kata kebaikan...penuhi hati dengan keimanan dan ketaqwaan...iringi setiap langkah dengan usaha, doa, tawa...kal dan kesabaran...hingga indah hari kan kau rasakan...Bismillahirrohmanirrohim....
> Hidup bukan utk mengupayakan suatu kesempurnaan,namun bagaimana memberdayakan dan memaksimalkan segala keterbatasan tuk raih kesuksesan,maka dari itu ada yg namanya perjuangan. (Oleh2 silaturahim ke salah satu ustadz di pwt)
> Ya Alloh..aku mohon pada-Mu cinta-Mu & cinta orang-orang yg mencintai-Mu ..amalan yg mengantarkanku menggapai cinta-Mu..Ya Alloh.. jadikan cinta-Mu lebih aku cintai melebihi cinta pada diriku sendiri serta keluargaku...
> Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita yang seharusnya kita syukuri...Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, tapi tersenyumlah untuk bahagia! (copas)
> Barangsiapa yang rela dengan ketetapan Alloh, maka ketetapan itu berlaku padanya dan ia mendapatkan pahala. Dan barangsiapa yang tidak rela dengan ketetapan Alloh, maka ketetapan itu juga tetap berlaku padanya sedang ia terputus amalnya. (Ali bin Abi Thalib ra)
> karena kata-kata itu sakti, dengannya kita bisa saling menghormati dan menyayangi, namun dengannya pula kita bisa merasa tersakiti...
> "Anak, isteri, suami dan keluarga adalah perhiasan dunia. Perhiasan yang paling indah adalah istri yang sholehah (Amro’atush-Sholihah), suami yang adil (’imamun ’adilun) dan anak-anak yang mendoakan orang tuanya (waladun sholihun yad’ulah)"
> Cinta tak cukup hanya sampai dirasakan dan diungkapkan dengan ucapan, namun ia perlu dibuktikan dengan perbuatan....
Kamis, 31 Desember 2009
Bagai buih dilautan (Sebuah renungan akhir tahun)
Diriwayatkan dari Tqausan r.a Rasulullah SAW bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”. Salah seorang sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”. Rasulullah menjawab : “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahn’ dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahn’ itu ya rasulullah?” Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”.
(Silsilah hadist shahih no.958).
--------------------------------------------------------------------------------------
Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.
Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan berbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang aneh, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham bu guru..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Ibu Guru ada Qur'an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"
Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.
Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet .
"Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. ..
Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang-terang. ..Karena tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.
"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan
dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan. ..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-injak Ibu Guru?" tanya murid- murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang...." Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya...
di copy paste dari : Tradisionalindo
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Malam tahun baru kemana ya?"
"Malam tahun baru enaknya ngapain ya?"
"sapa yang mau ikut malam tahun baruan ma aku..."
"bingung malam tahun baruan dimana and sama siapa?"
mungkin itu pertanyaan yang muncul di sebagian besar orang dalam menyambut malam tahun baru, atau barangkali pertanyaan-pertanyaan itu sudah tidak lagi muncul karena sudah ada rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk merayakan pergantian tahun masehi ini.
Saudara-saudariku yang dimuliakan Alloh Subhanahu wa ta'ala tahun masehi akan segera berganti, sepertinya malam ini akan menjadi malam yang harus dirayakan oleh sebagian besar orang didunia tak terkecuali di Indonesia dan mungkin banyak umat muslim yang ikut merayakannya dengan penuh gegap gempita, panggung yang menyajikan para penyanyi yang meramaikan, orang-orang keluar memenuhi jalanan. Begitu juga dalam 2 bulan mendatang akan ada lagi hari yang dinanti kaum muda-mudi, valentine namanya, dan ternyata tak sedikit dari remaja umat muslim yang ikut merayakannya, mengucapkan valentine dan berjalan berduaan dengan lawan jenis yang belum halal baginya. dan banyak lagi hal yang mana umat islam telah terlena dengan budaya-budaya yang bukan budaya islam bahkan mungkin budaya Indonesia sebagai bangsa timur. Namun tidak lantas kita menyalahkan mereka yang ikut merayakan kedua hal diatas, menjadi tugas kita bersama untuk perlahan memberikan pengetahuan yang benar kepada mereka dengan lemah lembut dan dalam bahsa cinta agar apa yang kita sampaikan bisa masuk kedalam relung hati mereka. Dan tugas itu kita mulai dari diri kita, istri/suami kita, anak-anak kita dan anggota keluarga kita yang lain. Semoga artikel diatas membuka kesadaran kita semua untuk bersatu dan bangkit.
Wallohu a'lam
Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala selalu menaungi kita dengan rahmat, barokah, ampunan dan Keridhoan-Nya, dan menghindarkan kita dari penyakit wahn, serta mengikatkan tali ukhuwah umat muslim dengan cahaya hidayah dan cinta-Nya....Aamiin....
Maaf yang tidak berkenan, dan mohon koreksi dan silahkan dikritisi jika ada salah dari tulisan ini.
Terima kasih.
Jakarta, 31 Desember 2009
(Silsilah hadist shahih no.958).
--------------------------------------------------------------------------------------
Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.
Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan berbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang aneh, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham bu guru..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Ibu Guru ada Qur'an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"
Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.
Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet .
"Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. ..
Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang-terang. ..Karena tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.
"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan
dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan. ..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-injak Ibu Guru?" tanya murid- murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang...." Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya...
di copy paste dari : Tradisionalindo
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Malam tahun baru kemana ya?"
"Malam tahun baru enaknya ngapain ya?"
"sapa yang mau ikut malam tahun baruan ma aku..."
"bingung malam tahun baruan dimana and sama siapa?"
mungkin itu pertanyaan yang muncul di sebagian besar orang dalam menyambut malam tahun baru, atau barangkali pertanyaan-pertanyaan itu sudah tidak lagi muncul karena sudah ada rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk merayakan pergantian tahun masehi ini.
Saudara-saudariku yang dimuliakan Alloh Subhanahu wa ta'ala tahun masehi akan segera berganti, sepertinya malam ini akan menjadi malam yang harus dirayakan oleh sebagian besar orang didunia tak terkecuali di Indonesia dan mungkin banyak umat muslim yang ikut merayakannya dengan penuh gegap gempita, panggung yang menyajikan para penyanyi yang meramaikan, orang-orang keluar memenuhi jalanan. Begitu juga dalam 2 bulan mendatang akan ada lagi hari yang dinanti kaum muda-mudi, valentine namanya, dan ternyata tak sedikit dari remaja umat muslim yang ikut merayakannya, mengucapkan valentine dan berjalan berduaan dengan lawan jenis yang belum halal baginya. dan banyak lagi hal yang mana umat islam telah terlena dengan budaya-budaya yang bukan budaya islam bahkan mungkin budaya Indonesia sebagai bangsa timur. Namun tidak lantas kita menyalahkan mereka yang ikut merayakan kedua hal diatas, menjadi tugas kita bersama untuk perlahan memberikan pengetahuan yang benar kepada mereka dengan lemah lembut dan dalam bahsa cinta agar apa yang kita sampaikan bisa masuk kedalam relung hati mereka. Dan tugas itu kita mulai dari diri kita, istri/suami kita, anak-anak kita dan anggota keluarga kita yang lain. Semoga artikel diatas membuka kesadaran kita semua untuk bersatu dan bangkit.
Wallohu a'lam
Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala selalu menaungi kita dengan rahmat, barokah, ampunan dan Keridhoan-Nya, dan menghindarkan kita dari penyakit wahn, serta mengikatkan tali ukhuwah umat muslim dengan cahaya hidayah dan cinta-Nya....Aamiin....
Maaf yang tidak berkenan, dan mohon koreksi dan silahkan dikritisi jika ada salah dari tulisan ini.
Terima kasih.
Jakarta, 31 Desember 2009
Indonesia Memanggil...Indonesia Memanggil kita kawan...!!!
by Shoutul Harokah
Singsingkan lengan baju pancangkan asa
Ukirlah hari esok pertiwi jaya
Bergandengan tangan tuk meraih ridho Alloh
Buatlah negri ini selalu tersenyum
Bahagia dan Sejahtera dalam cinta-Nya
Tiada lagi resah tiada lagi duka lara
Negeri indah Indonesia
Memanggil namamu
Menyapa nuranimu
Negeri Indah Indonesia
Menanti hadirmu
Rindukan karyamu
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat...mari kita melangkah bersama tuk buat negeri ini menjadi negeri yang sejahtera dan barokah, apapun dan dimanapun peran kita saat ini tak perlulah untuk saling diperdebatkan.
Sahabat...mari kita kobarkan semangat, karena kitalah pewaris negeri ini, kitalah generasi penerus untuk memakmur dan sejahterakan negeri ini...
Sahabat...Jadilah generasi pelopor...pelopor selalu dalam hal kebaikan...
Sahabat...kita sadari jalan menuju kesana tiadalah mulus dan rata, terkadang kan kita jumpai jalan penuh gelombang dan onak duri...tetap bertahanlah sahabat...dan siap siagalah....
Allohu Akbar....Allohu Akbar....Allohu Akbar....!!!
Singsingkan lengan baju pancangkan asa
Ukirlah hari esok pertiwi jaya
Bergandengan tangan tuk meraih ridho Alloh
Buatlah negri ini selalu tersenyum
Bahagia dan Sejahtera dalam cinta-Nya
Tiada lagi resah tiada lagi duka lara
Negeri indah Indonesia
Memanggil namamu
Menyapa nuranimu
Negeri Indah Indonesia
Menanti hadirmu
Rindukan karyamu
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat...mari kita melangkah bersama tuk buat negeri ini menjadi negeri yang sejahtera dan barokah, apapun dan dimanapun peran kita saat ini tak perlulah untuk saling diperdebatkan.
Sahabat...mari kita kobarkan semangat, karena kitalah pewaris negeri ini, kitalah generasi penerus untuk memakmur dan sejahterakan negeri ini...
Sahabat...Jadilah generasi pelopor...pelopor selalu dalam hal kebaikan...
Sahabat...kita sadari jalan menuju kesana tiadalah mulus dan rata, terkadang kan kita jumpai jalan penuh gelombang dan onak duri...tetap bertahanlah sahabat...dan siap siagalah....
Allohu Akbar....Allohu Akbar....Allohu Akbar....!!!
Rindukah kita dengan Pemimpin seperti ini?
Adil, jujur, sederhana dan bijaksana. Itulah ciri khas kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Tak salah bila sejarah Islam menempatkannya sebagai ‘khalifah kelima’ yang bergelar Amirul Mukminin, setelah Khulafa Ar-Rasyidin. Pada era kepemimpinannya, Dinasti Umayyah mampu menorehkan tinta emas kejayaan yang mengharumkan nama Islam.
Khalifah pilihan itu begitu mencintai dan memperhatikan nasib rakyat yang dipimpinnya. Ia beserta seluruh keluarganya rela hidup sederhana dan menyerahkan harta kekayaannya ke baitulmal (kas negara), begitu diangkat menjadi khalifah. Khalifah Umar II pun dengan gagah berani serta tanpa pandang bulu memberantas segala bentuk praktik korupsi.
Tanpa ragu, Umar membersihkan harta kekayaan para pejabat dan keluarga Bani Umayyah yang diperoleh secara tak wajar. Ia lalu menyerahkannya ke kas negara. Semua pejabat korup dipecat. Langkah itu dilakukan khalifah demi menyejahterakan dan memakmurkan rakyatnya. Baginya, jabatan bukanlah alat untuk meraup kekayaan, melainkan amanah dan beban yang harus ditunaikan secara benar.
Tak seperti penguasa kebanyakan yang begitu ambisi mengincar kursi kekuasaan, Umar justru menangis ketika tahta dianugerahkan kepadanya. Meski Umar bukan berasal dari trah Bani Umayyah, keadilan dan kearifannya selama menjabat gubernur telah membuat Khalifah Sulaiman terkesan. Maka di akhir hayatnya, Sulaiman dalam surat wasiatnya memilih Umar bin Abdul Aziz sebagai penggantinya.
Setelah Khalifah Sulaiman tutup usia, Umar dilantik sebagai khalifah pada 717 M/99 H. Seluruh umat Islam di kota Damaskus pun berkumpul di masjid menantikan pengganti khalifah. Penasihat kerajaan Raja’ bin Haiwah pun segera berdiri dan membacakan surat wasiat Khalifah Sulaiman. ‘’Bangunlah wahai Umar bin Abdul- Aziz, sesungguhnya nama engkaulah yang tertulis dalam surat ini,’’ ungkap Raja’.
Umar pun terkejut mendengar keputusan itu. Ia pun segera bangkit dan dengan rendah hati berkata, ‘’Wahai manusia, sesungguhnya jabatan ini diberikan kepadaku tanpa bermusyawarah terlebih dulu dan tak pernah aku memintanya. Sesungguhnya aku mencabut bai’at yang ada dilehermu dan pilihlah siapa yang kalian kehendaki.’’ Umat Islam yang berada di masjid menolak untuk mencabut ba’iatnya.
Semua bersepakat dan meminta Umar untuk menjadi khalifah. Umar pun akhirnya menerima ba’iat itu dengan berat hati. Ia menangis karena takut kepada Sang Khalik dengan ujian yang diterimanya. Beragam fasilitas dan keistimewaan yang biasa dinikmati khalifah ditolaknya. Umar memilih untuk tinggal di rumahnya.
Meski berat hati menerima jabatan khalifah, Umar menunaikan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. Keluarganya mendukung dan selalu mengingatkan Umar untuk bekerja keras memakmurkan dan menyejahterakan rakyat. Sang anak, Abdul-Malik, tak segan-segan untuk menegur dan mengingatkan ayahnya agar bekerja keras memperhatikan negara dan rakyat yang dipimpinnya.
Selepas diangkat menjadi khalifah, Umar yang kelelahan mengurus pemakaman Khalifah Sulaiman berniat untuk tidur. ‘’Apakah yang sedang engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?’’ ujar Abdul Malik. ‘’Wahai anakku, ayahmu letih mengurusi jenazah bapak saudaramu dan ayahmu tidak pernah merasakan keletihan seperti ini,’’ jawab Umar. ‘’Lalu apa yang akan engkau lakukan ayahanda?’’ tanya sang anak. ‘’Ayah akan tidur sebentar hingga masuk waktu zuhur, kemudian ayah akan keluar untuk shalat bersama rakyat,’ ucap Umar.
Lalu Abdul-Malik berkata, ‘’Wahai ayah, siapa yang menjamin engkau akan masih hidup sampai waktu zuhur? Padahal sekarang engkau adalah Amirul Mukminin yang bertanggung jawab untuk mengembalikan hak-hak orang yang dizalimi.’’ Umar pun segera bangkit dari peraduan sembari berkata, ‘’Segala puji bagi Allah yang mengeluarkan dari keturunanku, orang yang menolong aku di atas agamaku.’’
Umar pun bekerja keras membaktikan dirinya bagi rakyat dan umat. Pada era kepemimpinannya, Dinasti Umayyah meraih puncak kejayaan. Sayang, dia hanya memimpin dalam waktu sekejap saja, yakni dua tahun. Meski bukan berasal dari keturunan Umayyah, darah kepemimpinan memang mengalir dalam tubuh Umar bin Abdul Aziz. Ia ternyata masih keturunan dari Khalifah Umar bin Khattab. Umar bin Abdul Aziz terlahir pada tahun 63 H/ 682 di Halwan sebuah perkampungan di Mesir. Namun ada pula yang menyebutkan, Umar lahir di Madinah.
Ayahnya adalah Abdul-Aziz bin Marwan, Gubernur Mesir dan adik dari Khalifah Abdul-Malik. Sedangkan ibunya bernama Ummu Asim binti Asim. Dari Ummu Asim-lah, darah Umar bin Khattab mengalir ditubuh Umar bin Abdul Aziz. Umar bin Khtattab meminta anak laki-lakinya Asim untuk menikahi gadis miskin dan jujur. Dari hasil pernikahan itu lahirlah seorang anak perempuan bernama Laila atau Ummu Asim.
Ummu Asim lalu menikah dengan Abdul-Aziz bin Marwan dan lahirlah Umar bin Abdul-Aziz. Sosok pemimpin Umar bin Abdul Aziz yang adil dan bijaksana sudah sempat dilontarkan Umar bin Khattab. Sang khalifah kedua itu sempat bermimpi melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda itu kelak akan menjadi pemimpin umat Islam.
Mimpi itu akhirnya terbukti. Umar bin Abdul Aziz sewaktu kecil wajahnya memang sempat tertendang kuda, sehingga bagian keningnya mengalami luka. Umar kecil dibesarkan di Madinah. Ia dibimbing sang paman bernama Ibnu Umar, salah seorang periwayat hadis terbanyak. Umar tinggal di Madinah hingga sang ayah wafat.
Umar lalu dipanggil Khalifah Abdul Malik ke Damaskus dan menikah dengan anaknya bernama Fatimah. Pada 706 H, Umar diangkat menjadi Gubernur Madinah oleh Khalifah Al- Walid. Saat memimpin Madinah, Umar sempat memugar dan memperluas bangunan Masjid Nabawi. Sejak masa kepemimpinannya, Masjid Nabawi memiliki menara dan kubah. Umar tutup usia pada tahun 101 H/720 M. Syahdan, dia meninggal karena diracun. Kejujuran, keadilan, kebijaksanaan serta kesederhanaan Umar bin Abdul Aziz dalam memimpin rakyat dan umat sudah sepantasnya ditiru oleh para pemimpin Muslim.
Cermin Kesahajaan Sang Khalifah
Saat Umar II terbaring sakit menjelang kematiannya, para menteri kerajaan sempat meminta agar isteri Amirul Mukminin untuk mengganti pakaian sang khalifah. Dengan rendah hati puteri Khalifah Abdul Malik berkata, ‘’Cuma itu saja pakaian yang dimiliki khalifah.’’ Hal itu begitu kontras dengan keadaan rakyatnya yang sejahtera dan kaya raya.
Khalifah pilihan itu memilih hidup bersahaja. Menjelang akhir hayatnya khalifah ditanya, ‘’Wahai Amirul Mukminin, apa yang akan engkau wasiatkan buat anakanakmu?’’ Khalifah balik bertanya, Apa yang ingin kuwasiatkan? Aku tidak memiliki apa-apa.’’ Umar melanjutkan, ‘’Jika anak-anakku orang shaleh, Allah-lah yang mengurusnya.’’ Lalu khalifah segera memanggil buah hatinya, ‘’Wahai anak-anakku, sesungguhnya ayahmu telah diberi dua pilihan, pertama, menjadikan kalian semua kaya dan ayah masuk ke dalam neraka.
Kedua,kalian miskin seperti sekarang dan ayah masuk ke dalam surga. Sesungguhnya wahai anak-anakku, aku telah memilih surga.’’Umar berhasil menyejahterakan rakyat di seluruh wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah. Ibnu Abdil Hakam meriwayatkan, Yahya bin Said, seorang petugas zakat masa itu berkat, ‘’Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya, saya bermaksud memberikan kepada orang-orang miskin. Namun saya tidak menjumpai seorangpun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan semua rakyat pada waktu itu berkecukupan.’’
Abu Ubaid mengisahkan, Khalifah Umar II mengirim surat kepada Hamid bin Abdurrahman, Gubernur Irak agar membayar semua gaji dan hak rutin di provinsi itu. ‘’Saya sudah membayarkan semua gaji dan hak mereka. Namun di Baitul Mal masih banyak uang. Khalifah Umar memerintahkan. ‘’Carilah orang yang dililit utang tetapi tidak boros. Berilah ia uang untuk melunasi utangnya.’’
Abdul Hamid kembali menyurati Kalifah Umar. ‘’Saya sudah membayar utang mereka, tetapi di Baitul Mal masih banyak uang.’’ Khalifah memerintah lagi. ‘’Kalau ada orang lajang yang tidak memiliki harta lalu dia ingin menikah, nikahkan dia dan bayarlah maharnya.’’ Abdul Hamid sekali lagi menyurati Khalifah, ‘’Saya sudah menikahkan semua yang ingin nikah. Namun, di Baitul Mal ternyata masih banyak uang.’’ Adakah pemimpin seperti itu saat ini?
copy from http://www.alkisah.web.id
--------------------------------------------------------------------------------
sungguh begitu kita merindukan sosok seperti Kalifah Umar bin Abdul Aziz...kebersahajaan dan kesederhanaannya merupakan buah dari akhlak mulia yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW....
Saudara-saudariku yang dimuliakan Alloh Subhanahu wa ta'ala mari kita ceritakan kisah para nabi dan para sahabat kepada anak-anak kita, sehingga para nabi dan para sahabat menjadi tokoh idola mereka dan tertanam dalam jiwa mereka untuk dapat meniru keteladanan yang telah dicontohkan oleh para nabi dan para sahabat....
Dan mari kita berusaha untuk bisa meniru keteladanan para nabi dan para sahabat, sehingga ketika mendapat amanah untuk memimpin kita bisa memimpin dengan arif dan bijak sebagaimana para nabi memimpin kaumnya dan para sahabat melanjutkan estafet kepemimpinan itu....
Saudara-saudariku yang dimuliakan Alloh Subhanahu wa ta'ala, cukup ajarkan dan biasakan diri, istri, anak & keluarga utk larut dalam indahnya hidup sederhana, hingga kelak ketika harta dunia datang menyapa, bisa kita sikapi dgn sikap yg arif dan bijaksana, dgn meletakkan harta dunia di tangan tidak di hati, sehingga dibalik silaunya uji harta dunia kita dpt tetap hidup dlm kesederhanaan dan kebersahajaan dgn meneladani Rosululloh dan para sahabat...
Saudara-saudariku yang dimuliakan Alloh Subhanahu wa ta'ala semoga Alloh tetap menyatukan hati-hati kita dengan cinta-Nya dan dalam ketaatan kepada-Nya...
Khalifah pilihan itu begitu mencintai dan memperhatikan nasib rakyat yang dipimpinnya. Ia beserta seluruh keluarganya rela hidup sederhana dan menyerahkan harta kekayaannya ke baitulmal (kas negara), begitu diangkat menjadi khalifah. Khalifah Umar II pun dengan gagah berani serta tanpa pandang bulu memberantas segala bentuk praktik korupsi.
Tanpa ragu, Umar membersihkan harta kekayaan para pejabat dan keluarga Bani Umayyah yang diperoleh secara tak wajar. Ia lalu menyerahkannya ke kas negara. Semua pejabat korup dipecat. Langkah itu dilakukan khalifah demi menyejahterakan dan memakmurkan rakyatnya. Baginya, jabatan bukanlah alat untuk meraup kekayaan, melainkan amanah dan beban yang harus ditunaikan secara benar.
Tak seperti penguasa kebanyakan yang begitu ambisi mengincar kursi kekuasaan, Umar justru menangis ketika tahta dianugerahkan kepadanya. Meski Umar bukan berasal dari trah Bani Umayyah, keadilan dan kearifannya selama menjabat gubernur telah membuat Khalifah Sulaiman terkesan. Maka di akhir hayatnya, Sulaiman dalam surat wasiatnya memilih Umar bin Abdul Aziz sebagai penggantinya.
Setelah Khalifah Sulaiman tutup usia, Umar dilantik sebagai khalifah pada 717 M/99 H. Seluruh umat Islam di kota Damaskus pun berkumpul di masjid menantikan pengganti khalifah. Penasihat kerajaan Raja’ bin Haiwah pun segera berdiri dan membacakan surat wasiat Khalifah Sulaiman. ‘’Bangunlah wahai Umar bin Abdul- Aziz, sesungguhnya nama engkaulah yang tertulis dalam surat ini,’’ ungkap Raja’.
Umar pun terkejut mendengar keputusan itu. Ia pun segera bangkit dan dengan rendah hati berkata, ‘’Wahai manusia, sesungguhnya jabatan ini diberikan kepadaku tanpa bermusyawarah terlebih dulu dan tak pernah aku memintanya. Sesungguhnya aku mencabut bai’at yang ada dilehermu dan pilihlah siapa yang kalian kehendaki.’’ Umat Islam yang berada di masjid menolak untuk mencabut ba’iatnya.
Semua bersepakat dan meminta Umar untuk menjadi khalifah. Umar pun akhirnya menerima ba’iat itu dengan berat hati. Ia menangis karena takut kepada Sang Khalik dengan ujian yang diterimanya. Beragam fasilitas dan keistimewaan yang biasa dinikmati khalifah ditolaknya. Umar memilih untuk tinggal di rumahnya.
Meski berat hati menerima jabatan khalifah, Umar menunaikan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. Keluarganya mendukung dan selalu mengingatkan Umar untuk bekerja keras memakmurkan dan menyejahterakan rakyat. Sang anak, Abdul-Malik, tak segan-segan untuk menegur dan mengingatkan ayahnya agar bekerja keras memperhatikan negara dan rakyat yang dipimpinnya.
Selepas diangkat menjadi khalifah, Umar yang kelelahan mengurus pemakaman Khalifah Sulaiman berniat untuk tidur. ‘’Apakah yang sedang engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?’’ ujar Abdul Malik. ‘’Wahai anakku, ayahmu letih mengurusi jenazah bapak saudaramu dan ayahmu tidak pernah merasakan keletihan seperti ini,’’ jawab Umar. ‘’Lalu apa yang akan engkau lakukan ayahanda?’’ tanya sang anak. ‘’Ayah akan tidur sebentar hingga masuk waktu zuhur, kemudian ayah akan keluar untuk shalat bersama rakyat,’ ucap Umar.
Lalu Abdul-Malik berkata, ‘’Wahai ayah, siapa yang menjamin engkau akan masih hidup sampai waktu zuhur? Padahal sekarang engkau adalah Amirul Mukminin yang bertanggung jawab untuk mengembalikan hak-hak orang yang dizalimi.’’ Umar pun segera bangkit dari peraduan sembari berkata, ‘’Segala puji bagi Allah yang mengeluarkan dari keturunanku, orang yang menolong aku di atas agamaku.’’
Umar pun bekerja keras membaktikan dirinya bagi rakyat dan umat. Pada era kepemimpinannya, Dinasti Umayyah meraih puncak kejayaan. Sayang, dia hanya memimpin dalam waktu sekejap saja, yakni dua tahun. Meski bukan berasal dari keturunan Umayyah, darah kepemimpinan memang mengalir dalam tubuh Umar bin Abdul Aziz. Ia ternyata masih keturunan dari Khalifah Umar bin Khattab. Umar bin Abdul Aziz terlahir pada tahun 63 H/ 682 di Halwan sebuah perkampungan di Mesir. Namun ada pula yang menyebutkan, Umar lahir di Madinah.
Ayahnya adalah Abdul-Aziz bin Marwan, Gubernur Mesir dan adik dari Khalifah Abdul-Malik. Sedangkan ibunya bernama Ummu Asim binti Asim. Dari Ummu Asim-lah, darah Umar bin Khattab mengalir ditubuh Umar bin Abdul Aziz. Umar bin Khtattab meminta anak laki-lakinya Asim untuk menikahi gadis miskin dan jujur. Dari hasil pernikahan itu lahirlah seorang anak perempuan bernama Laila atau Ummu Asim.
Ummu Asim lalu menikah dengan Abdul-Aziz bin Marwan dan lahirlah Umar bin Abdul-Aziz. Sosok pemimpin Umar bin Abdul Aziz yang adil dan bijaksana sudah sempat dilontarkan Umar bin Khattab. Sang khalifah kedua itu sempat bermimpi melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda itu kelak akan menjadi pemimpin umat Islam.
Mimpi itu akhirnya terbukti. Umar bin Abdul Aziz sewaktu kecil wajahnya memang sempat tertendang kuda, sehingga bagian keningnya mengalami luka. Umar kecil dibesarkan di Madinah. Ia dibimbing sang paman bernama Ibnu Umar, salah seorang periwayat hadis terbanyak. Umar tinggal di Madinah hingga sang ayah wafat.
Umar lalu dipanggil Khalifah Abdul Malik ke Damaskus dan menikah dengan anaknya bernama Fatimah. Pada 706 H, Umar diangkat menjadi Gubernur Madinah oleh Khalifah Al- Walid. Saat memimpin Madinah, Umar sempat memugar dan memperluas bangunan Masjid Nabawi. Sejak masa kepemimpinannya, Masjid Nabawi memiliki menara dan kubah. Umar tutup usia pada tahun 101 H/720 M. Syahdan, dia meninggal karena diracun. Kejujuran, keadilan, kebijaksanaan serta kesederhanaan Umar bin Abdul Aziz dalam memimpin rakyat dan umat sudah sepantasnya ditiru oleh para pemimpin Muslim.
Cermin Kesahajaan Sang Khalifah
Saat Umar II terbaring sakit menjelang kematiannya, para menteri kerajaan sempat meminta agar isteri Amirul Mukminin untuk mengganti pakaian sang khalifah. Dengan rendah hati puteri Khalifah Abdul Malik berkata, ‘’Cuma itu saja pakaian yang dimiliki khalifah.’’ Hal itu begitu kontras dengan keadaan rakyatnya yang sejahtera dan kaya raya.
Khalifah pilihan itu memilih hidup bersahaja. Menjelang akhir hayatnya khalifah ditanya, ‘’Wahai Amirul Mukminin, apa yang akan engkau wasiatkan buat anakanakmu?’’ Khalifah balik bertanya, Apa yang ingin kuwasiatkan? Aku tidak memiliki apa-apa.’’ Umar melanjutkan, ‘’Jika anak-anakku orang shaleh, Allah-lah yang mengurusnya.’’ Lalu khalifah segera memanggil buah hatinya, ‘’Wahai anak-anakku, sesungguhnya ayahmu telah diberi dua pilihan, pertama, menjadikan kalian semua kaya dan ayah masuk ke dalam neraka.
Kedua,kalian miskin seperti sekarang dan ayah masuk ke dalam surga. Sesungguhnya wahai anak-anakku, aku telah memilih surga.’’Umar berhasil menyejahterakan rakyat di seluruh wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah. Ibnu Abdil Hakam meriwayatkan, Yahya bin Said, seorang petugas zakat masa itu berkat, ‘’Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya, saya bermaksud memberikan kepada orang-orang miskin. Namun saya tidak menjumpai seorangpun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan semua rakyat pada waktu itu berkecukupan.’’
Abu Ubaid mengisahkan, Khalifah Umar II mengirim surat kepada Hamid bin Abdurrahman, Gubernur Irak agar membayar semua gaji dan hak rutin di provinsi itu. ‘’Saya sudah membayarkan semua gaji dan hak mereka. Namun di Baitul Mal masih banyak uang. Khalifah Umar memerintahkan. ‘’Carilah orang yang dililit utang tetapi tidak boros. Berilah ia uang untuk melunasi utangnya.’’
Abdul Hamid kembali menyurati Kalifah Umar. ‘’Saya sudah membayar utang mereka, tetapi di Baitul Mal masih banyak uang.’’ Khalifah memerintah lagi. ‘’Kalau ada orang lajang yang tidak memiliki harta lalu dia ingin menikah, nikahkan dia dan bayarlah maharnya.’’ Abdul Hamid sekali lagi menyurati Khalifah, ‘’Saya sudah menikahkan semua yang ingin nikah. Namun, di Baitul Mal ternyata masih banyak uang.’’ Adakah pemimpin seperti itu saat ini?
copy from http://www.alkisah.web.id
--------------------------------------------------------------------------------
sungguh begitu kita merindukan sosok seperti Kalifah Umar bin Abdul Aziz...kebersahajaan dan kesederhanaannya merupakan buah dari akhlak mulia yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW....
Saudara-saudariku yang dimuliakan Alloh Subhanahu wa ta'ala mari kita ceritakan kisah para nabi dan para sahabat kepada anak-anak kita, sehingga para nabi dan para sahabat menjadi tokoh idola mereka dan tertanam dalam jiwa mereka untuk dapat meniru keteladanan yang telah dicontohkan oleh para nabi dan para sahabat....
Dan mari kita berusaha untuk bisa meniru keteladanan para nabi dan para sahabat, sehingga ketika mendapat amanah untuk memimpin kita bisa memimpin dengan arif dan bijak sebagaimana para nabi memimpin kaumnya dan para sahabat melanjutkan estafet kepemimpinan itu....
Saudara-saudariku yang dimuliakan Alloh Subhanahu wa ta'ala, cukup ajarkan dan biasakan diri, istri, anak & keluarga utk larut dalam indahnya hidup sederhana, hingga kelak ketika harta dunia datang menyapa, bisa kita sikapi dgn sikap yg arif dan bijaksana, dgn meletakkan harta dunia di tangan tidak di hati, sehingga dibalik silaunya uji harta dunia kita dpt tetap hidup dlm kesederhanaan dan kebersahajaan dgn meneladani Rosululloh dan para sahabat...
Saudara-saudariku yang dimuliakan Alloh Subhanahu wa ta'ala semoga Alloh tetap menyatukan hati-hati kita dengan cinta-Nya dan dalam ketaatan kepada-Nya...
Rabu, 21 Oktober 2009
Walau tak sempurna, kasih tulusmu kan tetap jadi hiasan hidupku
Seorang ikhwan dan akhwat menikah dengan presentasi acara pernikahan yang sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai akhwat begitu anggun dalam gaun putih jilbabnya (afwan karena gak boleh lihat, jadi kira-kira aja) dan pengantin ikhwan dalam beskap hitam dipadu dengan songkok muslim yang gagah. Pendeknya siapapun setuju mengatakan mereka pasangan yang idela dan serasi.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, ”Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. ”Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia”.
Suaminya setuju dan mereka mulai mamikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Pagi itu ketika sarapan (kebetulan hari libur), mereka siap mendiskusikannya. ”Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak ia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir. Sang istri terpana,”Maaf, apakah aku harus berhenti?”. ”Oh tidak, lanjutkan....” jawab suami masih dengan air matanya.
Lalu sang istri melanjutkan membaca semua yang terdaftar, kemudian melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia. ”Sekarang gantian ya, kau yang membacakan daftarmu”.
Dengan suara lembut suaminya berkata ”Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang”. Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serat isi hati suaminya. Bahwa suami telah menerima dirinya apa adanya, sangat tulus. Ia menunduk dan menangis...
Dalam hidup ini, kadang kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati dengan pasangan hidup kita. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesuklacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk dan menyakitkan, jika kita bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita?
Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan kita temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya berupaya memperbaiki dan bukan menuntut untuk sempurna. Bukankah kita sendiri mempunyai kekurangan, mengapa kita sibuk menuntut istri untuk sempurna? Ada amanat yang harus kita emban ketika kita menikah. Ada ruang untuk saling berbagi. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Dan bukan saling mengeluhkan, alih-alih menyebut-nyebut kekurangan.
Pahamilah kekhilafannya agar ia merasa ringan dalam memperbaiki, meski bukan berarti kita lantas membiarkan kesalahan. Berikanlah dukungan dan kehangatan kepadanya sehingga ia berbesar hati menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Tunjukkanlah bahwa kita memang sangat menghargainya, menerimanya dengan tulus, mau mengerti dan bersemangat mendampinginya
Hari ini, ketika kita bermimpi tentang sebuah pernikahan yang romantis sementara ikatan batin di antara kita dan pasangan begitu rapuh, sudahkah kita berterima kasih kepadanya? Sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan kesalahan kita? Jika belum, mulailah dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan ungkapkan sebuah panggilan sayang untuknya. Mulailah dari yang paling mudah, hatta yang paling remeh atau kecil sekalipun. Mulailah dari yang paling kecil, demikian Ustaz Aa' berpesan. Little things mean a lot, demikian Ustaz Fauzil menambahkan. Agar cinta bersemi dalam keluarga kita, agar cinta senantiasa berbunga dalam kehidupan kita.
Masya Allah.
Subhanallah.
Alhamdulillahirabbil alamiin.
Wallahu alam bisshawab.
(bagi yang belum menikah tidak usah khawatir, jika engkau jaga risalah Allah adalah sebuah keniscayaan jika Allah kan berikan yang terbaik buat antum, sekali lagi terbaik dalam perspektif Allah, dan bukan perpektif kita)
disarikan dari sebuah artikel lama yang tersimpan di kompie dan "Agar Cinta Bersemi Indah" oleh M. Fauzil Adhim
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, ”Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. ”Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia”.
Suaminya setuju dan mereka mulai mamikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Pagi itu ketika sarapan (kebetulan hari libur), mereka siap mendiskusikannya. ”Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak ia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir. Sang istri terpana,”Maaf, apakah aku harus berhenti?”. ”Oh tidak, lanjutkan....” jawab suami masih dengan air matanya.
Lalu sang istri melanjutkan membaca semua yang terdaftar, kemudian melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia. ”Sekarang gantian ya, kau yang membacakan daftarmu”.
Dengan suara lembut suaminya berkata ”Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang”. Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serat isi hati suaminya. Bahwa suami telah menerima dirinya apa adanya, sangat tulus. Ia menunduk dan menangis...
Dalam hidup ini, kadang kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati dengan pasangan hidup kita. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesuklacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk dan menyakitkan, jika kita bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita?
Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan kita temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya berupaya memperbaiki dan bukan menuntut untuk sempurna. Bukankah kita sendiri mempunyai kekurangan, mengapa kita sibuk menuntut istri untuk sempurna? Ada amanat yang harus kita emban ketika kita menikah. Ada ruang untuk saling berbagi. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Dan bukan saling mengeluhkan, alih-alih menyebut-nyebut kekurangan.
Pahamilah kekhilafannya agar ia merasa ringan dalam memperbaiki, meski bukan berarti kita lantas membiarkan kesalahan. Berikanlah dukungan dan kehangatan kepadanya sehingga ia berbesar hati menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Tunjukkanlah bahwa kita memang sangat menghargainya, menerimanya dengan tulus, mau mengerti dan bersemangat mendampinginya
Hari ini, ketika kita bermimpi tentang sebuah pernikahan yang romantis sementara ikatan batin di antara kita dan pasangan begitu rapuh, sudahkah kita berterima kasih kepadanya? Sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan kesalahan kita? Jika belum, mulailah dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan ungkapkan sebuah panggilan sayang untuknya. Mulailah dari yang paling mudah, hatta yang paling remeh atau kecil sekalipun. Mulailah dari yang paling kecil, demikian Ustaz Aa' berpesan. Little things mean a lot, demikian Ustaz Fauzil menambahkan. Agar cinta bersemi dalam keluarga kita, agar cinta senantiasa berbunga dalam kehidupan kita.
Masya Allah.
Subhanallah.
Alhamdulillahirabbil alamiin.
Wallahu alam bisshawab.
(bagi yang belum menikah tidak usah khawatir, jika engkau jaga risalah Allah adalah sebuah keniscayaan jika Allah kan berikan yang terbaik buat antum, sekali lagi terbaik dalam perspektif Allah, dan bukan perpektif kita)
disarikan dari sebuah artikel lama yang tersimpan di kompie dan "Agar Cinta Bersemi Indah" oleh M. Fauzil Adhim
Jumat, 09 Oktober 2009
Arti Sebuah Cinta
Penulis : Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi
Kategori : Akidah
Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.
Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.
Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam haditsnya dari shahabat Tsauban radhiallahu 'anhu mengatakan:
‘Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan:
“Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”
Definisi Cinta
Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)
Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Cinta kepada Allah
Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:
“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)
Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”
Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu:
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
(Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)
Cinta adalah Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
Adapun dalil dari hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”
Macam-macam cinta
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:
Pertama, cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
Kedua, cinta syirik.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Ketiga, cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
Keempat, cinta tabiat.
Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf: 8)
Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.
Buah cinta
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu mengatakan:
“Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95)
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu menyatakan:
“Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)
Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.
Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.
Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.
Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.
Wallahu a’lam.
Sumber: www.asysyariah.com
Kategori : Akidah
Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.
Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.
Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam haditsnya dari shahabat Tsauban radhiallahu 'anhu mengatakan:
‘Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan:
“Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”
Definisi Cinta
Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)
Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Cinta kepada Allah
Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:
“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)
Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”
Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu:
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
(Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)
Cinta adalah Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
Adapun dalil dari hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”
Macam-macam cinta
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:
Pertama, cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
Kedua, cinta syirik.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Ketiga, cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
Keempat, cinta tabiat.
Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf: 8)
Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.
Buah cinta
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu mengatakan:
“Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95)
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu menyatakan:
“Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)
Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.
Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.
Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.
Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.
Wallahu a’lam.
Sumber: www.asysyariah.com
Senin, 05 Oktober 2009
Ikan Kecil Dan Air
Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang bincang di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, "Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati."
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, "Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati."
Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, "Dimanakah air?"
Jawab ikan sepuh, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati." Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya
sumber : www.alhikmah-online.com
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, "Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati."
Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, "Dimanakah air?"
Jawab ikan sepuh, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati." Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya
sumber : www.alhikmah-online.com
Apakah darah Najis?
Dikutip dari : Mengenal Najis oleh Abu Ubaidah Al Atsari
Berikut ini kami uraikan beberapa barang yang dianggap oleh sebagian kaum
muslimin termasuk kategori najis padahal tidak demikian.
Darah selain darah haidh. Barangsiapa yang menyamakan antara hukum darah haidh
dengan darah lainnya, seperti darah manusia atau darah binatang, maka dia
telah jatuh dalam kesalahan yang fatal. Hal ini dikarenakan dalil berikut:
a) Dalil pertama:
Asal segala sesuatu adalah suci, tidak boleh dipalingkan kecuali dengan dalil
yang kuat. Padahal tidak ada satu dalilpun yang menyatakan bahwa seluruh darah
adalah najis.
b) Dalil kedua:
Kisah seorang sahabat Anshor yang dipanah oleh orang musyrik dengan tiga panah
ketika dia sedang menjalankan ibadah shalat, sahabat tersebut tetap meneruskan
shalatnya padahal darah mengalir dan membasahi tubuhnya. Kejadian tersebut
terjadi pada perang Dzat Riqo'. 28
Zhohir hadits ini, bahwasanya Nabi mengetahui kejadian tersebut. Sebab, amat
mustahil sekali Nabi tidak mengetahui kejadian tersebut. Kalau memang benar
demikian adanya, maka ini termasuk taqrir (persetujuan) Nabi. Seandainya darah
itu najis dan membatalkan shalat, tentu Nabi tidak akan menunda penjelasan.
Dan seandainya toh memang Nabi tidak mengetahui kejadian tersebut, tetapi
mungkinkah Allah tidak mengetahuinya?
c) Dalil ketiga:
Dari Muhammad bin Sirin dari Yahya bin Al-Jazzar berkata, Ibnu Mas'ud pernah
shalat sedangkan di perutnya terdapat kotoran dan darah domba yang
disembelihnya, dan beliau tidak berwudhu' lagi. 29
d) Dalil keempat:
Hasan Basri berkata, "Kaum muslimin senantiasa shalat dengan luka-luka
mereka." 30
Kesimpulannya, Imam Syaukani berkata, Apabila masalah ini telah jelas bagi
anda, maka anda dapat mengetahui bahwa kaidah hukum asal darah adalah suci.
Karena tidak ada dalil yang kuat untuk menajiskannya. 31
28HR. Bukhari secara mu'allaq (1/375). Al-Ha_dz berkata, Dan diriwayatkan
Ahmad, Abu Dawud, Daruqutni dan dishahihkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan
Al-Hakim.
29Diriwayatkan Abdur Rozaq dalam Al-Mushannaf (1/125); Ibnu Abi Syaibah
(1/392); Thabrani dalam Mu'jamul Kabir (9/284) dengan sanad yang shahiih.
Lihat Silsilah Ahadits Shahihah juz 1 hal. 605-608 dan Tamamul Minnah hal.
51-52 karya Al-Albani.
30Diriwayatkan Bukhari dalam Shahihnya secara mu'allaq.
31Sailul Jarar (1/44).
Sumber : http://source.bcc.or.id/download/index.php?dir=vbaitullah.or.id/ebooks/
Berikut ini kami uraikan beberapa barang yang dianggap oleh sebagian kaum
muslimin termasuk kategori najis padahal tidak demikian.
Darah selain darah haidh. Barangsiapa yang menyamakan antara hukum darah haidh
dengan darah lainnya, seperti darah manusia atau darah binatang, maka dia
telah jatuh dalam kesalahan yang fatal. Hal ini dikarenakan dalil berikut:
a) Dalil pertama:
Asal segala sesuatu adalah suci, tidak boleh dipalingkan kecuali dengan dalil
yang kuat. Padahal tidak ada satu dalilpun yang menyatakan bahwa seluruh darah
adalah najis.
b) Dalil kedua:
Kisah seorang sahabat Anshor yang dipanah oleh orang musyrik dengan tiga panah
ketika dia sedang menjalankan ibadah shalat, sahabat tersebut tetap meneruskan
shalatnya padahal darah mengalir dan membasahi tubuhnya. Kejadian tersebut
terjadi pada perang Dzat Riqo'. 28
Zhohir hadits ini, bahwasanya Nabi mengetahui kejadian tersebut. Sebab, amat
mustahil sekali Nabi tidak mengetahui kejadian tersebut. Kalau memang benar
demikian adanya, maka ini termasuk taqrir (persetujuan) Nabi. Seandainya darah
itu najis dan membatalkan shalat, tentu Nabi tidak akan menunda penjelasan.
Dan seandainya toh memang Nabi tidak mengetahui kejadian tersebut, tetapi
mungkinkah Allah tidak mengetahuinya?
c) Dalil ketiga:
Dari Muhammad bin Sirin dari Yahya bin Al-Jazzar berkata, Ibnu Mas'ud pernah
shalat sedangkan di perutnya terdapat kotoran dan darah domba yang
disembelihnya, dan beliau tidak berwudhu' lagi. 29
d) Dalil keempat:
Hasan Basri berkata, "Kaum muslimin senantiasa shalat dengan luka-luka
mereka." 30
Kesimpulannya, Imam Syaukani berkata, Apabila masalah ini telah jelas bagi
anda, maka anda dapat mengetahui bahwa kaidah hukum asal darah adalah suci.
Karena tidak ada dalil yang kuat untuk menajiskannya. 31
28HR. Bukhari secara mu'allaq (1/375). Al-Ha_dz berkata, Dan diriwayatkan
Ahmad, Abu Dawud, Daruqutni dan dishahihkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan
Al-Hakim.
29Diriwayatkan Abdur Rozaq dalam Al-Mushannaf (1/125); Ibnu Abi Syaibah
(1/392); Thabrani dalam Mu'jamul Kabir (9/284) dengan sanad yang shahiih.
Lihat Silsilah Ahadits Shahihah juz 1 hal. 605-608 dan Tamamul Minnah hal.
51-52 karya Al-Albani.
30Diriwayatkan Bukhari dalam Shahihnya secara mu'allaq.
31Sailul Jarar (1/44).
Sumber : http://source.bcc.or.id/download/index.php?dir=vbaitullah.or.id/ebooks/
Jumat, 06 Maret 2009
SUNGGUH MENAKJUBKAN PERKARA SEORANG MUKMIN
Kehidupan di dunia ini ibarat roda yang berputar, terkadang seseorang berada di atas, di tengah dan sudah pasti ada di bawah juga. Ketika berada di atas, seseorang jarang berkeluh kesah. Sebaliknya, saat berada di bawah, seakan-akan semua nikmat yang deterimanya sirna semua. Yang ada hanyalah kehidupan yang menyesakkan dada. Padahal, itu semata-mata ujian dari-Nya, sebagaimana firman-Nya (yang artinya), "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah: 155) Jadi, kekurangan harta (dalam hal ini uang) merupakan salah satu bentuk ujian bagi manusia, apalagi bagi seorang mukmin. Untuk itu, hendaklah kita tidak patah semangat, terlebih lagi sampai menghujat. Sebab, jika seorang mukmin ditmpa musibah, lalu mampu bersabar serta ridha terhadap musibah tersebut, maka dia telah mendapatkan dua keuntungan.Yang pertama, dosanya menjadi berkurang karena Allah ta'ala telah menghukumnya di dunia. Adapun yang kedua, dia mendapatkan bonus pahala atas kesabarannya terhadap musibah itu. Jadi, hanya keuntungan yang dia peroleh. Sebagaimana hadits berikut ini,
"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya baik baginya. Tidak ada hal seperti ini kecuali hanya pada orang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan lantas dia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesulitan lantas dia bersabar, maka hal itu baik baginya." (Riwayat Muslim, no. 2999)
Mengingat pentingnya perkara itu, Nikah edisi ini mengangkat tema tentang optimis di saat kantong tipis. Selain optimisme dan tawakkal, sebagai seorang muslim kita seharusnya tidak lupa untuk selalu berdoa, sebab bukankah doa merupakan senjata orang mukmin? Doa juga punya kekuatan yang dahsyat yang mampu membuka pintu keluar dari arah yang tak terduga-duga.
Tak ketinggalan pula, pembaca sekalian dapat menemukan solusi saat harus berhutang. Semoga sajian kali ini mampu memberi jawaban bagi para pembaca yang mengalami masalah serupa. Dan juga, bisa memberi manfaat bagi semua pembaca pada umumnya. Selamat membaca!
www.majalah-nikah.com
Jumat, 31 Oktober 2008
Air Mata Mutiara
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh
pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”
Si ibu terdiam, sejenak, “Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan,bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap,dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga.
Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.
**********
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”. Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’.
Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’. Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. “Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara.”
Semoga……..
(Copas dari sebuah artikel)
pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”
Si ibu terdiam, sejenak, “Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan,bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap,dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga.
Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.
**********
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”. Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’.
Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’. Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. “Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara.”
Semoga……..
(Copas dari sebuah artikel)
Langganan:
Postingan (Atom)