Senin, 21 Oktober 2019

LDR

Ketika takdir cinta berbicara
Kita hanya perlu tuk jalani saja
Saat jarak dan waktu memisahkan
Yakinlah ini hanya sementara

Kadang air mata menyesakkan jiwa
Mengiringi perjalanan kita
Namun kuyakin akan semua doa
Cinta kan kuatkan kita
Cinta kan satukan kita

Ada hati yang harus kujaga
Yang rela kuisi dengan cinta
Terikat oleh janji suci dan setia
Yang buat namamu kan selalu terukir dalam jiwa

Jumat, 18 Oktober 2019

Lelaki tak boleh mengeluh

Laki-laki itu tak boleh mengeluh
Mengeluh dihadapan istri
Mengeluh dihadapan anak
Mengeluh dihadapan orang tua

Seberat apapun beban yang dirasa
Seruwet apapun pikirannya
Se-bergejolak apapun batinnya
Laki-laki tak boleh mengeluh

Karena laki-laki itu pemimpin keluarga
Karena laki-laki itu pun pemimpin bagi dirinya

Laki-laki hanya boleh mengeluh kepada Tuhannya
Di sepertiga malam yg sunyi dan gelap gulita
Di dalam sujud-sujudnya yg panjang
Di dalam doa-doanya yg penuh pengharapan
Mengeluh lah wahai lelaki

Sampaikan beratnya beban hidup yg kau pikul
Sampaikan ruwetnya pikiran yg kau rasa
Sampaikan gejolak batin yg melanda

Jika perlu menangis, menangislah wahai lelaki
Menangislah dihadapan Tuhanmu Yang Maha Penyayang
Bermohonlah kepada Tuhanmu Yang Maha Pemberi
Tundukkanlah hati dan dirimu serendah-rendahnya kepada Tuhanmu Yang Maha Perkasa Yang Maha Segalanya

Agar Dia angkat dan ringankan beban hidupmu
Agar Dia jernihkan dan luruskan pikiranmu
Agar Dia tenangkan gejolak batinmu
Dengan Rahmat-Nya
Dengan Barokah-Nya
Dengan Keridhoan-Nya
Dengan Segala ke Maha Besaran-Nya

Jangan mengeluh wahai lelaki

Kamis, 19 September 2019

Puisi Perpisahan 3

Ketika sang waktu tak mau kompromi
dan tetap saja dia berlalu melewati diri
merampas kebersamaan kita yang sedang ternikmati
menghempas pertemuan pada perpisahan yang hadirkan getir dan haru dalam diri

dan saat itu hadir barulah kusadari
bahwa ada indahnya kenangan dalam ingatan dan hati
kenangan indah kala suka duka bersama kita bagi
kenangan indah kala bersama kita langkahkan kaki
menyusuri setiap episode kehidupan ini

Disini kita pernah bertemu dan merangkai hari
dengan tawa, canda dan tak jarang air mata yang basahi pipi
adanya kalian dalam hidup ini
bagai pelangi yang hiasi langit hati
walau terkadang pendapat kita berbeda namun itulah yang membentuk indahnya suatu harmoni

Nasehat kalian kuatkan diri untuk terus langkahkan kaki
menggapai asa dan mimpi

senyum indah kalian bak sejuknya tetes embun di pagi hari
hangatnya tegur sapa kalian sehangat sinar sang mentari
dan semua kenangan indah akan kebersamaan kita kan kusimpan rapi
disalah satu sudut hati

yang kan terlantun dalam syahdunya untaian doa dari lisan ini
semoga sukses dunia dan akherat untuk kita senantiasa mengiringi
Kini Perpisahan menyapa
walau jiwa masih ingin terus bersama
namun apalah daya
ada amanah baru yang menungguku didepan sana
satu yang kuharapkan…
kiranya bukakanlah kelapangan hati tuk maafkan salah dan khilaf diri ini

Maaf atas janji dan amanah yang belum tertunaikan
Maaf atas kata-kata dari lisan yang menyakitkan
Maaf atas kedzoliman anggota badan
Maaf atas hati yang kadang salah sangkaan

Lewat puisi sederhana ini ingin kuungkapkan rasa dalam diri
bahwa tinta cinta kalian tlah goreskan cerita indah pada lembaran hati

Rabu, 04 September 2019

SENJA

Senja....

Apakah kita kan sampai kesana?

Ketika rambut mulai memutih karenanya

Melihat anak-anak dan cucu-cucu menjenguk diri yang tua renta

Senja....

Memutar kembali sebuah memori akan suatu masa

masa lampau saat diri muda

saat kaki kuat melangkah tanpa menghitung jaraknya

Senja....

apakah kita sampai kesana?

atau ajal terlebih dulu datang pada kita?

Berjumpa ataupun tak bersua dengan senja

hanya satu ingin yang terselip dalam doa

semoga kita sempat bertobat atas segala maksiat dan dosa

Selasa, 26 Desember 2017

I'm Fall In Love Again With You My Angel

Entah kenapa akhir2 ini diriku merasakan jatuh cinta lagi

Cinta yg sama saat ku menemukanmu

Cinta yg sama saat tanganku pertama menyentuhmu
selepas ku ucap ikrar ijab qobul itu

Dan semakin kurasakan
ternyata cinta kali ini jauh lebih besar dari yg lalu

Rindu nya pun jauh lebih menggebu

Kemudian lamat2 terdengar sebuah lagu

Ku tuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
-Surat Cinta Untuk Starla by Virgoun-

Jumat, 09 September 2016

Edisi mudik pertama kali bawa mobil



PART I
Sebenernya udah telat banget ngeposting masalah mudik lebaran karena bentar lagi udah mau lebaran haji, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ya, hehehe...

Oke jadi ceritanya tahun ini karena saya ma istri udah tau bahwa tiket kereta bisa dipesen 3 bulan sebelum keberangkatan, maka 3 menjelang tanggal kita mau mudik saya dah siap-siap begadang buat cari tiket kereta. Walhasil 2 hari saya begadang sama sekali ngga berhasil dapet tiket kereta, padahal saya udah online pake HP, Tab, sama Laptop, tapi tetep aja gagal pas mau booking kursi. Emang sieh tanggal mudik kami mepet banget sama libur cuti bersama, soalnya istri baru dapet libur pas tanggal 2 Juli 2016, jadi emang susah bener cari tiket kereta buat keberangkatan tanggal 1,2,3,4 Juli 2016. Akhirnya sepakat sama istri untuk menunggu kereta tambahan.

Nah dalam jangka waktu nunggu kereta tambahan, tiba-tiba aja kepikiran, apa ambil kridit mobil aja ya? yang kepikir pertama adalah dengan pinjem ke koperasi kantor ditambah uang di tabungan. Okelah, akhirnya saya coba kontak koperasi kantor dan sama pihak koperasi diberitahukan klo bisa aja koperasi kasih pinjeman cuman masalahnya kapan duit pinjeman itu cair ngga tahu kapan, jadi masukin aja permohonannya. Akhirnya saya masukin dah tuh permohonan pinjeman ke Koperasi kantor. Seiring berjalannya waktu, sambil iseng-iseng liat iklan mobil di salah satu situs jual beli, saya iseng-iseng aja SMS yang pada iklan mobil disitu yang harga sesuai dengan budget. Dari 3 iklan yang saya SMS, ada 2 yang bales, yang pertama bilang masih bisa nego dan bisa dibantu proses leasing-nya, and satunya lagi bilang harga ga bisa nego. Akhirnya dengan iklan yang pertama itulah akhirnya saya dapet mobil. Nah masalahnya saya belon bisa nyetir, latihan udah cuman itu udah lama banget, udah ada setahun kali dan lagi posisi mobil ada di kampung halaman. Akhirnya kursus mobilah saya, ambil kursus yang 6 jam. Harusnya 6 jam itu dibagi menjadi 3 hari dengan latihan per hari 2 jam, saya minta ke tempat kursus karena keterbatasan waktu saya bisanya hari sabtu-minggu, bisa ngga klo 3 jam sekali latihan, dan kata pihak kursusnya bisa, Alhamdulillah.

Oh ya, saya kursus itu 3 minggu sebelom puasa, selesai kursus, minggu depannya saya pulang kampung buat ambil mobil, Alhamdulillah ada Saudara yang juga kerja di Jabodetabek yang mau berangkat lagi ke perantauan dan udah biasa nyetir Jakarta-Bumiayu dan sebaliknya. Okelah, akhirnya sama Saudara saya itulah saya bawa mobil ke Jakarta, tantangannya adalah dari Purbalingga ke Bumiayu siapa yang bawa? kan saya baru belajar mobil 2 minggu sebelumnya, dengan modal tawakal kepada Alloh dan Bismillah saya nekadkan diri dengan ditemani ibu pertama kali bawa mobil Purbalingga-Bumiayu. Mobil sempat mundur pas berhenti di tanjakan dan diklakson sama mobil dibelakang saya, namun secara keseluruhan dengan perlindungan dari Gusti Alloh saya selamat sampai di Bumiayu. dan perjalanan Bumiayu-Jakarta yang mengendarai mobil full saudara saya, saya sendiri menghapalkan jalan, karena mudik nanti saya bakalan bawa mobil. Alhamdulillah selamat sampai di Jakarta.

PART II
Masih ada waktu seminggu sebelom puasa, saya akhirnya niatkan selama seminggu sebelom puasa itu saya harus melancarkan nyetir mobil saya. Akhirnya setiap jam 4 pagi saya keluar bawa mobil cari jalan tanjakan dan latihan setengah kopling sama hand rem. Nah pas hari sabtunya saya beranikan diri buat bawa mobil sama istri and anak-anak ke Ragunan, dan alhamdulillah lancar pergi dan pulangnya. Dengan bekal itulah saya yakin saya bisa mudik bawa mobil untuk pertama kalinya.

Hari berganti hari, tanpa terasa sudah mendekati waktu mudik, Ibu mertua sudah khawatir saja, soalnya saya baru bisa nyetir mobil, beluai minta saya mencari supir atau teman yang bisa nyetir agar bisa gantian nyetir nantinya. Udah saya cari namun ga dapet juga, hingga malam sebelum keberangkatan ada teman saya yang bilang klo adiknya ga dapet itket bisa ataupun kereta buat mudik, bisa ngga klo ikut nebeng, saya sempet seneng, wah klo adiknya temen ini bisa nyetir bisa nih buat gantian, batin saya. Namun ternyata pas saya konfirmasi adiknya temen ga bisa nyetir, hehehe....

Sempat bingung berangkat tanggal 1 Juli 2016 sepulang kantor atau tanggal 2 Juli 2016 pagi, namun akhirnya saya dan istri putuskan untuk pulang tanggal 1 Juli 2016 sepulang kantor. Semua pekerjaan saya selesaikan sebelum tanggal 1 Juli, sehingga pas tanggal 1 Juli siang harinya saya bisa manfaatkan buat tidur dulu, persiapan mudik malamnya. Oh iya, 2 minggu sebelum mudik anak-anak sudah saya pulangin ke kampung soalnya takut kena macet, dan kasihan sama anak-anak masih batita dua-duanya soalnya.

PART III
Perjalanan dimulai dari Widya Chandra, tol dalam kota agak tersendat tapi masih bisa jalan, begitu masuk ke toll cikampek lalu lintas mulai tersendat terkadang, dan ketika akan masuk ke gerbang toll Cikopo mulai lancar, karena baru pertama kali nyetir pas mudik, saya cuman berani injek gas sampe kecepatan 100 km/jam dan rata2 jalan 80 km/jam, soalnya tol Cipali lancar pada saat itu, tidak seperti prediksi sebagian orang klo tanggal 1 mlaem bakalan terjadi arus mudik. Kemacetan terjadi menjelang gerbang tol Palimanan dan gerbang tol Pejagan, selain itu lancar perjalanan di tol.

Selepas tol, memasuki jalur biasa, jalanan dari pejagan ke jalur alternatif cirebon lancar, dan baru mulai macet di jalur alternatif Cirebon dekat klonengan, padahal saya keluar tol pejagan jam 11 malem, perkiraan saya bisalah sahur di rumah karena palingan sampai di Purwokerto jam 3 atau jam 4 pagi, eh ternyata dari jalur alternatif cirebon sampai ke pertigaan klonengan waktu yang dibutuhkan sekitar 3 jam, jadi sampai pertigaan klonengan jam 1 dini hari, saya pikir udah lancar eh macet juga di ketanggungan, sampai pintu kereta ketanggungan sudah jam 3 pagi, ya sudah akhirnya sahur di jalan, untungnya dari ketanggungan ke bumiayu lancar. Sampai jalan lingkar Bumiayu jam 5 pagi, dan sampai SPBU patuguran saya berhenti untuk sholat subuh dan melemaskan kaki, hehehe

Alhamdulillah perjalanan berikutnya lancar, dan jam 7 pagi saya sampai di rumah di purwokerto, Alhamdulillah saya putuskan untuk mudik tanggal 1 malam, hanya bertambah waktu tempuh sekitar 6 jam dari waktu tempuh normal, ada kawan saya yang berangkat sabtu pagi tanggal 2, baru sampai minggu sore, atau Saudara saya yang berangkat Senin tanggal 4 akhirnya menginap di jalan selama 2 hari sampai oleh orang tuanya diantarkan bensin dan makanan....sebenernya masih banyak kejadian dan cerita dari mudik pertama pakai mobil dan nyetir sendiri ini, namun mungkin kita ceritain di lain waktu aja ya, hehehehe

oh ya salah satu komentar kawan saya "gila lu Fi, baru bisa nyetir mobil udah bawa mobil pas mudik aja..."

Hehehe, klo ga gitu ga bisa2 saya nyetir mobil, yang penting tetep tawakal dan berdoa serta minta doa restu orang tua and mertua, InsyaAlloh diberi kelancaran dan keselamatan oleh Alloh.