mutiara kehidupan

Puisi Perpisahan (2)

Puisi ini hasil kolaborasi saya dan Ibu Kepala Seksi Bimbingan Konsultasi yang sekarang sudah menjadi Kepala Kantor di Palembang, Ibu Nia, Puisi ini kami persembahakan untuk Bapak Kepala Bidang Kami yang ketika itu akan memasuki masa purna tugas Bpk. Setia Darma Kanani....

Ayahanda,
Disaat kami tengah mencari
Makna Kearifan, sosok ketauladanan, serta
Segala Wujud kebaikan dan keikhlasan
Pada kebersahajaanmu kami menemukan,
Kebersahajaan yang apa adanya
Yang mengantarkan alam sadar kami akan suatu rasa….
hormat dan kasih dalam balutan keanggunan cinta

Ayahanda,
Memang, waktu bukanlah milik kita, tak seorangpun yang mampu menahan masanya
Keinginan kami tak seiring dengan batas kebersamaan kita yang mesti usai
Pertemuan dan Perpisahan kan datang silih berganti
menjadi kepingan hidup tak terlupakan
hingga mengendap menjadi sebuah kenangan
kenangan akan sebuah kebersamaan yang penuh keakraban
Kini Perpisahan menyapa
walau jiwa masih ingin terus bersama
namun apalah daya, jalan hiduplah yang memaksa

Ayahanda,
Bibir kami terkatup rapat, lidah kelu tertahan
enggan berucap kata perpisahan
karena hanya mengundang kepiluan
dan mengumbar getir sedih semata
Tapi tiang keyakinan kami kokoh berdiri menopang asa
bahwa tali silaturahim akan tetap erat mengikat hati kita

Ayahanda,
Salah dan khilaf tiada lepas dari sebuah pergaulan
karena kita hanyalah seorang insan
tiada lagi yang kami harapkan
selain maafmu yang penuh ketulusan
Doa kami semoga Alloh membimbingmu melanjutkan perjalanan
dan selalu dalam limpahan rahmat serta keberkahan
Aamiin….

Comments :

3 komentar to “Puisi Perpisahan (2)”
Nicka mengatakan...
on 

Pak, minta izin membacakan puisi karya Bapak ini ya,.. di acara pisah sambut Kepala Kantor kami.

Anonim mengatakan...
on 

mohon izin bacakan puisi ini yaaa di pisbut dir kami, terimakasih :)

Faiz_Izzudin mengatakan...
on 

silahkan...semoga bisa menjadi puisi yg mempererat silaturahim anda2 dengan atasan anda sekalian....

Poskan Komentar