mutiara kehidupan

melihat hujan


Lama tidak menulis di blog ini lagi, ada saja yang membuat jemari ini tidak menari diatas keyboard untuk menulis disini, ditempat dimana apa yang ada dalam pikiran ini dapat tertuliskan. Memasuki musim penghujan ingatan ini berkelana dalam labirin-labirin mimpi dan cita, hingga akhirnya berhenti pada suatu masa dimana ada mimpi dan cita diri ini yang berhubungan dengan hujan.
Mimpi dan cita yang ada ketika awal diri ini merantau ke kota jogja...
Mimpi dan cita yang ada ketika pertama kali dalam sejarah hidup ini terpisah dari orang tua...
Mimpi dan cita yang ada seiring dengan membuncahnya keinginan untuk hidup berumah tangga...
Mimpi dan cita yang ada ketika awal diri ini menjadi kepala keluarga...
Mimpi dan cita yang ada hingga kini dan mungkin baru akan hilang jika telah terwujud nyata...

Ya...hujan memang menghadirkan mimpi dan cita diri yang hingga kini masih bersemanyam dalam pikiran ini. Ketika hujan saya selalu bermimpi dan bercita-cita dapat menikmati pemandangan dimana air hujan membasahi bumi ini dari balik kaca jendela rumah di desa, melihat tanah yang terbasuh oleh air hujan, melihat tanaman yang terbasahi olehnya. Ada rasa damai dan tentram ketika dapat mewujudkannya.

Sederhana? Ya, memang sesederhana itu mimpi diri ini yang hingga kini belum terwujud. Melihat hujan yang turun membasahi bumi ini dari balik jendela rumah di desa dengan ditemani oleh sang istri dan si buah hati sembari berucap doa, doa yang berharap diijabah oleh-Nya kerena terlantun di salah satu waktu dimana Alloh kan mengijabah doa hamba-Nya yaitu di waktu hujan turun. Semoga kelak Alloh akan mewujudkan mimpi sederhana ini...Aamiin.

*) picture taken from:  http://lemongrass16.wordpress.com/2013/07/09/pertengahan-tahun-dan-hujan/

Selengkapnya...