mutiara kehidupan

Surat Cinta Untuk Istriku (7 Maret 2011)

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Alhamdulillah
Segala puji kita panjatkan kehadirat Alloh atas segala nikmat yang terhitung banyaknya yang dikaruniakan kepada kita, Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada qudwah hasanah kita Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasalam beserta para keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia berjalan diatas ajarannya hingga yaumil akhir kelak...

Istriku...
Di hari yang indah dan bahagia ini, ijinkan diri ini tuk ungkapkan rasa dalam hati melalui untaian kata yang sederhana ini.
Sungguh hanya karena kehendak Alloh, di hari ini kita disatukan dalam suatu ikatan suci, telah ku ikrarkan janji sakral nan agung ini, perjanjian yang tak hanya disaksikan oleh para manusia, namun juga oleh Ilahi Robbi. Oleh karenanya ku kan pertahankan janji ini seberapa pun besar badai ujian menghantam bahtera keluarga kita.
Semoga dengan ikatan suci ini Alloh senantiasa melindungi kita dari segala macam fitnah hati dan duniawi.

Istriku...
Begitu bahagia diri ini saat dulu kau nyatakan kesediaan dan keikhlasanmu untuk menerima pinanganku, menerimaku sebagai calon qowwammu, menerimaku dengan segala lebih dan kurangku.

Sungguh tak dapat ku pungkiri bahwa sepi yang selama ini menggelayut di langit hati hajatkan hadirmu disisi, ku akui bahwa ku hanyalah seorang lelaki biasa, dengan cinta yang biasa, oleh karenanya ku butuh hadirmu tuk jadikan cinta ini cinta yang tak lagi biasa.

Jua ku sadari padamu melekat kekurangan, namun ku ingin kau tahu bahwa ketika rembulan tak Purnama, tetap malam terhiasi teduh cahayanya, begitu pun inginku padamu, walau tak sempurna, kasih tulusmu kan tetap jadi hiasan hidupku, dengan balutan keanggunan cinta dalam indahnya taman takwa, berjalan kita bersama.

Istriku...
Ku tak dapat berjanji kan berikan dunia padamu, karena dunia ini hanyalah sementara waktu...satu yang menjadi janji dan azzamku adalah ku ingin dapat menjadi suami yang dapat buat bidadari-bidadari cemburu padamu, dengan taat dan patuhmu pada syariat Tuhanmu dan sunnah Rosulmu, dengan taat dan patuhmu padaku sebagai qowwammu, hingga hanya Barokah dan Ridho Alloh-lah yang senantiasa menaungimu dan hanya surgalah yang menjadi tempat kembalimu.

Istriku...
Lama ku mencari dan menanti, hingga Alloh takdirkan dirimu tuk menjadi belahan hati ini, Alloh jadikanmu tulang rusukku yang selama ini kucari sebagai pelengkap diri ini meniti jalan menuju keridhoan Ilahi.

Istriku...
Tahukah engkau, dalam setiap untaian doaku dalam waktu-waktu mustajabnya sebuah doa selalu kusebut namamu…
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang mencintai dan dicintai Alloh Subhanahu wa ta’ala,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang bisa menerima diriku dan keluargaku apa adanya,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang jadikan qonaah sebagai hiasan hidupnya
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang bersamaku membentuk rumah tangga yang kan hadirkan barokah, ridho dan ampunan Alloh Subhanahu wa ta’ala,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang bersamaku mendidik anak-anak kita kelak menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah,
istri yang cantik hati dan parasnya yang mengingatkanku ketika ku salah dan khilaf,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang jika dipandang membuatku semakin sayang, jika ku pergi membuatku merasa aman karena bisa menjaga kehormatannya dan hartaku sebagaimana disebutkan oleh Nabi yang mulia dalam sabdanya.
Itulah nama-namamu yang selalu kusebut dalam untaian doaku, yang dengan sebutan-sebutan itu juga doaku untuk dirimu, sehingga aku ridho padamu dan Alloh pun ridho padamu, sehingga kelak syurga-lah yang kan jadi tempat kembalimu.

Istriku...
Engkau tidaklah sebaik ibunda khadijah
tidaklah setegar ibunda khansa
tidaklah secerdas ibunda aisyah
tidaklah secantik ibunda zainab binti jahsyi
tidaklah sebijak ummu sulaim
Engkau hanyalah seorang seorang perempuan yang berusaha merajut cinta Allah
dengan segala keterbatasan
Ijinkanku menggapai dan menuntunmu mengarungi hari-hari
dalam bahtera cinta menuju keridhoan Ilahi

Istriku...
Diriku sadar, sungguh sangat sadar, ku hanyalah manusia biasa, lelaki biasa, tak seperti Nabi Muhammad SAW yang mulia dan paling baik terhadap keluarganya, tak seperti para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan para ulama salafussholeh yang begitu baik ibadahnya, yang zuhud kehidupannya, yang begitu besar kecintaan mereka pada Nabi dan Rabb mereka. Aku hanyalah lelaki biasa, umat Nabi Muhammad SAW yang tengah berusaha untuk mengikuti sunnah-sunnahnya, yang sedang berusaha untuk mencontoh akhlaknya. Aku hanyalah lelaki biasa yang rindu kau hadir disisiku.

Istriku...
Ijinkanku untuk membimbing langkahmu menuju keridhoan tuhanmu
Ijinkanku tuk mensyukuri hadirmu disisi sebagai anugerah terindah dari Ilahi Robbi dalam kehidupanku
Ijinkanku jadikan bahu ini untuk kau jadikan sandaran ketika lelah dan letih menyambangimu
Ijinkanku jadikan tangan ini tuk membelaimu dengan penuh kasih sayang dan tuk usap air matamu ketika sedih menghampirimu
Ijinkanku tuk juga dapat merasai sedih dan bahagiamu
Ijinkanku tuk mencintaimu dengan sederhana

Istriku...
ku sadar dan kau pun sadari bahwa bahagia tiada selalu menyertai, terkadang jalan terjal harus bersama kita daki, aral lintang harus kita lewati, tak jarang kita harus mengusap air mata yang menetes di pipi, namun itu tiada menyurutkan kita tuk langkahkan kaki, dengan ilmu, kesabaran dan kemantapan hati, serta petunjuk Ilahi, bersama kita melayar bahtera ini.

Istriku...
Jika cinta dapat lenyap karena hilangnya sebab
maka ijinkanku untuk mencintaimu karena Alloh
karena hanya Dia-lah Dzat yang Maha Hidup
Dan diakhir surat sederhana ini, di saat kau telah halal bagiku, ijinkanku tuk berucap kata yang selama ini ku pendam dalam hati bahwa “IJINKANKU MENCINTAIMU KARENA ALLOH DUHAI ISTRIKU TERKASIH...”

Semoga Alloh senantiasa membimbing langkah kita mengarungi samudera kehidupan tuk meniti jalan Surga-Nya

Semoga Alloh jadikan rumah tangga yang kelak kan kita bina menjadi rumah tangga yang sakinnah mawaddah wa rohmah, rumah tangga yang senantiasa terlimpahi barokah, rahmat, cinta, ampunan dan ridho Alloh Subhanahu wa ta’ala

Semoga Alloh karuniakan kepada kita anak keturunan yang sholeh dan sholehah...Aamiin...

Purbalingga, 7 Maret 2011

Dari suami yang mencintaimu

Comments :

1
muda berani dan berbahaya mengatakan...
on 

indahnya,

Poskan Komentar