Tampilkan postingan dengan label About love and married. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About love and married. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Februari 2020

J E N D E L A


Aku ingat saat dulu kau pinta
Pinta yang sangat sederhana
Kau ingin jendela
Ya...kau ingin jendela di rumah kita
.
Katamu tak perlu besar besar
Yang penting jendela kaca
Agar dapat memandang rintik hujan dari baliknya
Agar dapat ternikmati sinar mentari yang memancar
.
Cukup jendela kaca dan engkau disisiku
Begitu bisik lembutmu padaku
.
Jendela...
Kemudian kuingat pintamu yang sederhana

Senin, 13 Januari 2020

Nasi Goreng dan Kopi


Alhamdulillah pagi hari diawali dengan nasi goreng buatan istri dan segelas kopi, nikmat manalagi yang didustakan kalau sudah begini. Saya termasuk orang yang sangat menggilai yang namanya nasi goreng mau apapun itu jenisnya asal halal. Nasi goreng pinggir jalan oke, nasi goreng hotel berbintang juga oke, apalagi nasi goreng buatan orang yang disayangi, ehm yang terakhir tak perlulah ditanyai, bisa dua piring saya habiskan. Namun jangan tanyakan kepada saya mana nasi goreng yang enak karena bagi saya makanan hanya ada 2 rasa, enak dan enak sekali.
.
Dan kopi bagi saya setali tiga uang dengan nasi goreng, mau kopi sachet yang satunya ga sampe dua ribuan, mau kopi beli di pasar, cafe atau pinggir jalan, mau kopi hitam atau kopi dengan coklat, krim, susu sebagai campuran buat saya oke-oke saja asalkan kopi dan halal. Pagi kalau tak menyeruput kopi rasanya ada yang kurang saja, sudah semacam mood booster saja itu yang namanya kopi bagi saya. Aroma khas dan rasa pahitnya serasi dengan aroma khas pagi hari.
.
Bagi saya tak perlu mencari tahu tentang apa itu filosofi kopi atau nasi goreng, hanya ingin menikmati dan mensyukuri setiap tegukan kopi dan suapan nasi goreng. Sama halnya aku saat bersama denganmu, tak perlu mencari tahu tentang apa alasannya, hanya ingin menikmati dan mensyukuri detik demi detik kebersamaan dan manisnya senyuman.

Waktu yang Pas atau Pas Waktunya?


"Yank misal nieh, dulu aku dateng ke rumah trus ngajak kamu nikah pas kamu masih kuliah, mau ngga?" tanya saya ke doi pas mau tidur 

"Ya, gimana ya mas, ehm...mungkin mau sieh, tapi kayaknya sama bapak ibu blm boleh deh, nunggu kuliah selese"
"Owh...alhamdulillah ya, untung aku ketemu kamu lagi dan ngajakin nikahnya pas waktunya, hehehe..."
"Iya mas, aku udah lulus kuliah, awal-awal kerja juga, alhamdulillah..."
Dan setelah obrolan itu terjadilah sesuatu....tiiiiittttt (ceritanya sensor)...hehehe...
.
Setelah hampir 7 tahun akhirnya saya menemukan kembali gadis yang dulu terlambat masuk kelas di hari pertama masa orientasi SMA. Setelah kami menjalani kehidupan masing-masing, akhirnya kami bertemu kembali di dunia maya dan tak butuh waktu lama akhirnya saya beranikan diri untuk kembali mengenal dirinya dan mengajaknya menikah. Untung saja hanya dua hari, hati ini dag dig dug nya ga beraturan menunggu jawabannya, dan alhamdulillah gayung pun bersambut, si gadis itu menerima ajakanku. Singkat cerita dikunjunganku yang pertama kali kerumahnya (dan pertama kali juga bertemu orang tuanya) setelah bincang-bincang santai, akhirnya sebelum pamit pulang saya beranikan diri untuk mengungkapkan bahwa saya berniat meminang anak gadisnya.
.
Setelah kunjungan nekat itu sekitar setengah bulan hati ini jadi resah, galau, gundah gulana rasanya menunggu jawaban darinya. Dan alhamdulillah akhirnya ke-nekat-an saya berujung jawaban iya darinya. Singkat cerita akhirnya si gadis yang terlambat masuk kelas itu hingga saat ini menjadi istri dan teman hidup saya.
.
Alhamdulillah pas waktunya si gadis itu terlambat masuk kelas, jadi saya sedikit memperhatikan dan sempat terkesima waktu itu.
Dan alhamdulillah waktu yang pas saya menemukannya lagi dan mengajak nikah saat dia sudah lulus kuliah.
Mungkin jika saya terlalu cepat, saya dan dia tidak akan terikat dalam suatu akad.
Dan mungkin jika saya terlambat dan tidak nekat, dia akan terlewat.

Rabu, 08 Januari 2020

Engkau Utuh Aku Separuh


Tak perlu kau jadi mawar
Tuk tunjukkan arti indah merekah
Tak perlu kau jadi tulip
Tuk tunjukkan arti keanggunan

Tak perlu kau jadi rembulan
Tuk tunjukkan arti kelembutan
Tak perlu kau jadi pelangi
Tuk tunjukkan sebuah jati diri

Cukup jadi dirimu sendiri
Dengan kurang dan lebih yg ada

Tak perlu jua kau jadi bidadari
Cukup jadikan bidadari cemburu padamu
Dengan taat dan patuhmu
Pada Tuhanmu
Pada Rasulmu
Pada belahan hatimu
Pada orang tuamu

Cukup...cukup...
Cukup engkau dengan utuhmu
Karena Engkau Utuh adalah aku separuh

Rabu, 18 Desember 2019

Berlabuh (Puisi tanggal sepuluh)

Dayung sekoci rindu ku pernah
Menyusur sepi lautan kehidupan
Terhempas pada riak-riak pengharapan
Bertahan pada jejak-jejak doa yg tak kenal lelah

Jauh...
semakin jauh sekoci rindu ini melaju
Pada yakin yg terpaku
Walau pernah terasa jenuh

Saat sekoci rindu berada di titik nadir
Meracau melankolis sebuah syair
Goda nafsu yg semakin buat khawatir
Bersyukur di hati keimanan msh hadir

Hingga lamat-lamat terlihat
Cahaya dermaga semakin dekat
semakin mengkilat kilat

Hati pun berujar yakin penuh
Di dermaga cintamu sekoci rindu ini harus berlabuh
Agar sempurna agamaku separuh

Senin, 21 Oktober 2019

LDR

Ketika takdir cinta berbicara
Kita hanya perlu tuk jalani saja
Saat jarak dan waktu memisahkan
Yakinlah ini hanya sementara

Kadang air mata menyesakkan jiwa
Mengiringi perjalanan kita
Namun kuyakin akan semua doa
Cinta kan kuatkan kita
Cinta kan satukan kita

Ada hati yang harus kujaga
Yang rela kuisi dengan cinta
Terikat oleh janji suci dan setia
Yang buat namamu kan selalu terukir dalam jiwa

Rabu, 04 September 2019

SENJA

Senja....

Apakah kita kan sampai kesana?

Ketika rambut mulai memutih karenanya

Melihat anak-anak dan cucu-cucu menjenguk diri yang tua renta

Senja....

Memutar kembali sebuah memori akan suatu masa

masa lampau saat diri muda

saat kaki kuat melangkah tanpa menghitung jaraknya

Senja....

apakah kita sampai kesana?

atau ajal terlebih dulu datang pada kita?

Berjumpa ataupun tak bersua dengan senja

hanya satu ingin yang terselip dalam doa

semoga kita sempat bertobat atas segala maksiat dan dosa

Selasa, 26 Desember 2017

I'm Fall In Love Again With You My Angel

Entah kenapa akhir2 ini diriku merasakan jatuh cinta lagi

Cinta yg sama saat ku menemukanmu

Cinta yg sama saat tanganku pertama menyentuhmu
selepas ku ucap ikrar ijab qobul itu

Dan semakin kurasakan
ternyata cinta kali ini jauh lebih besar dari yg lalu

Rindu nya pun jauh lebih menggebu

Kemudian lamat2 terdengar sebuah lagu

Ku tuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
-Surat Cinta Untuk Starla by Virgoun-

Jumat, 19 Februari 2016

Terima kasih Cinta

"Terima kasih" merupakan salah satu dari kata-kata ajaib, selain "maaf" dan "minta tolong". Ketika kita  melakukan sebuah kebaikan kecil yang menurut kita biasa eh ternyata ada orang yang mengucap "terima kasih" kepada kita pasti rasanya gimana gitu ya...we get an appreciation from the other...yes...padahal menurut kita perbuatan yang kita lakukan mungkin hal yang biasa, tapi ternyata orang lain menilai perbuatan kita itu luar biasa. Nah klo kita dikasih ucapan terima kasih, kita merasa diapresiasi dan dihargai, trus pertanyaannya sudahkah kita "as a Husband" berucap terima kasih kepada istri kita?

Istri yang telah ikhlas ridho mendampingi perjuangan hidup kita
Istri yang telah menerima kita apa adanya
Istri yang sudah berjuang antara hidup dan mati ketika melahirkan anak-anak kita
Istri yang dengan segenap jiwa raganya mendidik dan membesarkan anak-anak
pun begitu para Istri, sudahkah berucap terima kasih kepada sang suami?

Suami yang dengan penuh semangat mengorbankan waktu dan tenaganya untuk mencari nafkah
Suami yang dengan segala upayanya berusaha menjadi imam yang kan menuntun dirimu dan anak-anak menuju Surga
Suami yang dengan segenap jiwa raganya memperjuangkan kehormatanmu sebagai wanitanya

Iya sieh...Cinta itu rasa...tak perlu beribu, berjuta, bermilyar bahkan bertriliunan kata untuk membuktikannya cukup dengan tingkah laku yang nyata, tapi jangan salah bro/sist Cinta itu rasa...namun cinta juga menghajatkan adanya kata.

Setelah lewat 3 tahun usia pernikahan mungkin cinta kita sedikit tertutup debu rutinitas sehingga perlu kita poles kembali agar kembali berkilau menerangi ruang hati. Nah salah satu cara memoles kembali cinta itu agar berkilau ya dengan kata-akat indah kepada pasangan kita. Terkadang kita perlu seolah menjadi seorang pujangga yang pandai merangkai kata untuk memuji pasangan (suami/istri) kita.Salah satu kata yang bisa memoles cinta itu adalah "Terima Kasih". Variasinya bisa banyak, bisa :
Terima kasih cinta/sayang/mas/pah/pih/de/bun/mah/neng sudah menjadi bahagiaku selama ini atau
Terima kasih cinta/sayang/mas/pah/pih/de/bun/mah/neng sudah ikhlas ridho menerimaku apa adanya atau
variasi yang lain

Mungkin habis kita ngomong gitu komentar pasangan kita "ihh...apaan sih...gombal deh" atau "apaan sieh...pasti ada maunya..." tapi percaya deh didalem hatinya pasti deg deg serrr gimana gitu...he/she will be fly...her/him love will be brighter then before...

Emang sieh belom ada kajian empiris, klinis or is is yang lain tapi ini berdasarkan pengalaman aja, hehe....trus ngucapin terima kasihnya setiap hari? ya ngga juga kali, liat-liat sikon lah...yang kira-kira bakalan bikin si doi klepak klepek tersipa sipu malu...klo masalah waktu mah kita lah yang bisa mengira-ngira, hehehe....

mengakhiri tulisan GeJe alias Ga Jelas ini sudahkah kita (even as husband (man) or as wife (perempuan)) sudah berucap terima kasih kepada pasangan kita?

Jumat, 02 Januari 2015

Menyoal Barokah Dalam Rumah Tangga

Kagak terasa udah tahun 2015 aje (kate kalender masehi), nyoba mikir and merenung ape aje nyang udah terjadi tahun 2014 and tahun-tahun yang udah lewat, ternyate banyak banget waktu aye nyang aye sia-siain. Lagi mikir trus berkontemplasi (cie...kontemplasi ^_^) ujug-ujug keinget keluarga kecil aye (aye, istri ama anak), aye keinget ape bener aye udah jadi kepala keluarga nyang baek. Aye inget-inget dulu pas nikah banyak bener nyang ndoain aye ama istri semoga keluarganye jadi keluarga nyang dilimpahi Barokah ame Gusti Alloh...nah pas nginget-nginget ntu aye penasaran nieh ceritanye ape sieh arti kate Barokah ntu, akhirnya aye tanya dah ama mbah Google ape ntu artinye Barokah, ternyata Barokah ntu artinye (dari ni website ) secara ilmu bahasa, “al-barakah” berarti "Berkembang, bertambah dan kebahagiaan". Jadi dari ntu website singkatnye barokah ntu kebaikan nyang bertambah terus, nah aye terus mikir setelah aye berumah tangga ape iye kebaikan aye bertambah? Apa malah tetep aje kebaikannye, nambah kagak kurang juga kagak? Ato malah kebaikan aye jadi berkurang?

Setelah aye inget-inget ternyata aye termasuk nyang terakhir ntu, kebaikan aye dalam hal ini amalan-amalan aye kok jadi berkurang ye after having a little family (ceritanye make bahasa inggris), abis keinget itu aye langsung aje inget ama ayat di surat cinta Gusti Alloh tepatnye di surat Al-Muafiqun ayat 9 nyang artinye "Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi". Deg...langsung ketohok aye baca ayat ni, kadang aye sibuk maen-maen ama anak ama istri sampe ketinggalan sholat berjamaah, Ya Alloh ampuni aye... T_T

Abis itu aye lurusin niat, aye kuatin tekad, aye mau berubah, aye kagak mau jadi orang nyang rugi. Aye pernah baca katanye buat mbentuk kebiasaan cukup dijalanin tuh kebiasaan selame 21 hari klo kagak salah, makanye aye niatin and tekadin buat sholat wajib 5 waktu berjamaah, soalnye begitu aye inget lagi dulu nieh pas masih bujang Alhamdulillah aye bisa laksanain sholat 5 waktu jamaah di masjid, nah berarti kan abis nikah aye jadi kurang nieh amalan aye, makanye aye kuatin tekad numbuhin lagi kebiasaan ntu. Lagian kate psikolog anak katanye klo mau ngajarin kebaikan ama anak cara nyang paling baik and paling ngena ya kite kasih contoh/teladan ke anak kite, gitu katanye...ya udah, aye kan pingin anak aye jadi anak nyang soleh, ya kudunye kite as a parent give the best example, jadi klo kite pingin anak kite rajin ke masjid, ya kite selaku babenye kudu rajin ke masjid, ato klo kite pingin anak kite rajin baca Qur'an, ya kite juga kudu nyontohin rajin baca Qur'an juga...kira-kira begono lah.

Akhirnye, last but not least di akhir tulisan nyang alurnye kagak beraturan ini, aye pingin ngajak kite semue yuk kite kasih contoh ke anak kite nyang baek-baek, trus jangan sampe kayak nyang disebut di surat Al-Munafiqun ayat 9 ntu ye biar kite kagak jadi orang nyang rugi...and buat penutup aye keinget kata-kata sohib sekaligus nyang udah aye anggep guru aye "Kagak ade lu sorga ga rame coy..." (intinye fastabikul khoirot nyookkk...)

akhirul kalam Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
ampe ketemu di tulisan berikutnye....cao... ^_^

Jumat, 28 Februari 2014

Muhammad Farras Abiyyu

"mas...lihat nih si A pajang foto anaknya.." ucap istriku sembari menunjukkan Blackberry-nya yang disana terpampang foto anak teman istriku yang dijadikan display picture di BBMnya.
"iya yank...masing-masing kita beda rejekinya, tapi kita harus terus berdoa serta berusaha karena mas yakin suatu saat nanti Alloh akan memberikan amanah berupa anak di rumah tangga kita.."

 di lain waktu istriku kembali berucap dengan wajah penuh harap dan sedikit sedih "mas si B udah hamil, padahal baru nikah beberapa bulan yang lalu...aq kapan ya mas?"
 "ehm...InsyaAlloh yank klo sudah waktunya nanti akan datang giliranmu, yang penting kita harus terus berdoa dan berusaha kemudian yakin...yakin yank...karena Alloh itu mengikuti prasangka hamba-Nya" ucapku menenangkan batin istriku yang sedang resah...

Dua tahun usia pernikahan kami berjalan, dan aq tahu dan sadar pertanyaan tentang kehamilan yang ditujukan kepada istriku, kabar salah seorang kawan atau saudara yang sedang hamil ataupun baru saja melahirkan membuat istriku gembira sekaligus sedih...sedih? Ya sedih...sedih mengapa dia tak kunjung mendapatkan momen indah itu...

Aq pun mengalami perasaan yang sama ketika salah seorang teman atau saudara menanyakan "istri udah isi belum?" dan hanya ku jawab "belum, masih diusahakan...mohon doanya ya.." sembari tersenyum menahan kegetiran hatiku. Getir tapi mungkin tak segetir perasaan istriku.

ke dokter kandungan, bermacam obat herbal menjadi bentuk ikhtiar duniawi kami untuk bisa mendapatkan anak...
begitu juga sholat tahajjud, sholat dhuha, sholat hajat dengan doa-doa yang khusyuk kami munajatkan menjadi bentuk ikhtiar ukhrowi...

Pernah suatu kali dua pekan setelah menikah istri tak kunjung didatangi tamu bulanannya selama sepekan, karena penasaran kuberanikan diri untuk membeli alat tes kehamilan...namun ternyata masih negatif dan dua hari setelah tes...istirku didatangi tamu bulannnya.
Ada juga suatu kali istriku terlambat haid selama satu bulan dan setelah dicek juga masih negatif dan sehari kemudian istirku mendapatkan haid. setelah itu ketika istri terlambat haid, dia tak mau untuk melakukan tes kehamilan "aq takut kecewa lagi mas..." begitu katanya.

memasuki usia perkawinan kami yang kedua kami pun pasrah kepada Illahi Robbi. Uang yang biasanya kami alokasikan untuk ke dokter kami putuskan untuk kami kumpulkan agar kami dapat membeli rumah dan kami hanya berikhtiar melalui obat-obatan herbal.

Dan dalam kepasrahan itu Alloh menunjukkan kebesaran-Nya, suatu sore ketika kami pulang dari melihat rumah didaerah jagakarsa dalam kondisi hujan kami mampir ke tempat mie ayam langgananku ketika masih kos di daerah kalibata, karena kami berdua penggemar pedas maka sambal pun kami campurkan dalam mie ayam kami, singkat cerita setelah makan mie ayam, karena istriku sudah terlambat haid hampir tiga pekan lamanya maka kuberanikan diri untuk membeli alat tes kehamilan. Pagi hari ketika alat itu digunakan ternyata terdapat dua strip...gembira tak tertahankan membuncah didada...syukur pun terucap tak henti-hentinya...Alhamdulillah istri hamil....

Masa kehamilan terus berjalan, dan hingga akhirnya tiba saat yang dinantikan...hari sabtu dinihari tanggal 12 Oktober 2013 istri sudah masuk ke bukaan satu...dan akhirnya hari ahad siang tanggal 13 Oktober 2013 pukul 14.46 WIB lahir putra pertama kami yang kemudian kami beri nama Muhammad Farras Abiyyu (Ummat Muhammad yang cerdas lagi mulia jiwanya)...

teruntuk saudara-saudaraku yang belum dikaruniai anak...jangan menyerah bro, tenangkan kegalauan istirmu, tuntun ia untuk terus berdoa dan berusaha serta percaya...percaya bahwa masa itu InsyaAlloh akan tiba..

seperti nasehat seorang kawan "After praying and trying then you just need to believe"

Minggu, 22 Desember 2013

Menikah itu....

Menikah itu tak mudah karena melapangkan hati tuk selaraskan perbedaan yg dulu terpisah
Menikah itu tak mudah karena ada lebih dan kurang pasangan kita yg kadang membuat gundah
Tapi jangan takut untuk menikah
Karena Menikah itu indah
karena didalamnya ada barokah
Menikah itu indah karena ada sakinah mawaddah warohmah
Menikah itu indah karena membuat hidup lebih terarah
Menikah itu indah karena makan dengan lauk seadanya asal berdua Alhamdulillah....
Menikah itu....ahhhh sudahlah...
Cukup laksanakanlah
Jika belum bertemu jodoh
Ikhtiar sempurnakanlah
Doa perbanyaklah
Percaya dan yakinlah
saat itu kan tiba karena kau punya Alloh Yang Maha Pemurah
Dan ketika nanti kau tlah menikah
Siap-siaplah terperangah
Dengan segala keajaiban-keajaiban yg kan membuat lisan berucap subhanallah walhamdulillah....

Senin, 06 Mei 2013

sajak rindu

ada haru saat ku harus meninggalkanmu
bersama dia yang kini hidup dalam rahimmu
ingin rasanya waktu cepat berlalu
hingga dengan jum'at kembali ku bertemu
jum'at yang seakan menyeru
"hai kamu, pulanglah kembali pada istri anakmu
hanyutkan rindumu dalam pertemuan yang hadirkan melodi cinta nan syahdu..."

-Jakarta 6-5-2013-

Selasa, 25 September 2012

Sebuah Perjalanan Cinta (9) -Jawaban atas Penantian-

04 Desember 2010
Hari ini sungguh ku sangat bersyukur kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala karena Tim Sepakbola Indonesia dalam gelaran Piala AFF 2010 menang telak 6 gol tanpa balas dari Laos. Kegembiraan itu bertambah ketika tiba-tiba saja ada SMS masuk, dan ketika kutengok SMS itu dari dia yang mengabarkan bahwa dia sudah berdiskusi dengan orang tua dan siap untuk dilamar akhir Desember, karena kebetulan pada saat itu kedua orang tuanya juga sedang liburan anak sekolah (orang tuanya guru). Namun ternyata ibu dan diriku malah bingung mau melamar tanggal berapa, karena ibu juga mendapat tugas untuk mendampingi siswa-siswi study tour ke Bali, dan setelah berdiskusi dengan ibunda, akhirnya kami putuskan akan melamar dirinya pada tanggal 26 desember 2010.

05 Desember 2010
Hari ini kukabarkan padanya bahwa diriku dan keluarga akan melamarnya tanggal 26 Desember 2010, dan dia bilang siap saja...Alhamdulillah...

22 Desember 2010
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan ternyata ku tersadar bahwa 4 hari lagi diriku dan keluarga akan datang melamar Rizka, dan hari ini ada kejadian yang menurutku sangat menggelikan bagiku, karena pagi hari ini sekitar pukul 6 pagi, saat ku masih sedikit bermalas-malasan diatas tempat tidur setelah sholat subuh, HP ku berdering menandakan ada yang menelpon, “ehm...nomor siapa ini ya?” pikirku ketika kulihat di layar HP nomor yang asing buatku,
“Hallo, Assalamu’alaykum” angkatku
“Wa’alaykumsalam...mas luthfi bagaimana kabarnya” jawab suara wanita diseberang sana
“Alhamdulillah baik bu” ku menyapanya ibu karena dari suaranya ku menebak bahwa wanita yang menelponku ini adalah seorang ibu-ibu
“mas luthfi tahu nggak ini siapa?”
“nuwunsewu bu, ini siapa ya?” tanyaku
“masa sama calon mertua ndak kenal”  astaghfirullloh, ternyata ibunya Rizka yang menelponku, tengsin abis diri ini. 
Dan setelah itu oborolan pun lebih mengalir, calon ibu mertuaku menanyakan kesiapan keluargaku untuk acara hari ahad esok, dan diakhir telponnya dia menawariku apakah mau bicara dengan Rizka atau tidak...dan entah kenapa reflekku menjawab “boleh bu” padahal setiap kali ku berbicara melalui telpon dengan Rizka maka pasti saja ada gugup dan nervous rasanya lidah ini kelu dan pikiran pun buntu untuk mencari topik pembicaraan, dan seperti pembicaraan-pembicaraan sebelumnya, oborlan pagiku dengan Rizka bagiku begitu formal, hanya beberapa pertanyaan yang kuajukan. Dan dari obrolan pagi itu juga kutahu bahwa selama bapak ibunya libur mengajar maka bapak ibunya ingin mengantar jemput Rizka bekerja, jadi sampai dengan akhir tahun ini dia berangkat kerja langsung dari rumahnya di Purbalingga.
Oh ya, biar image diriku tidak turun, setelah tak tahu bahwa ibunya yang telpon pagi tadi, maka kukirimkan sms mengucapkan selamat hari ibu untuk ibuku dan ibunda rizka, karena hari ini bertepatan dengan hari ibu. ^_^

Sebuah Perjalanan Cinta (8) -Merapi dan Menanti Sebuah Jawaban-

06 November 2010
Merapi bergejolak, awan panas yang biasa disebut dengan Wedhus Gembel menerjang sekitaran lereng merapi yang membuat Pemerintah menetapkan zona aman merapi 20 KM dari puncak, hal ini mengakibatkan begitu banyak pengungsi yang meninggalkan desa mereka. Berita dari televisi dan internet membuat diri ini tergerak untuk menengok saudara-saudaraku disana, dan dengan membawa bantuan dari rekan-rekan satu ruangan serta rekan kuliah kuputuskan untuk berangkat menuju Jogjakarta, kota dimana satu tahun kuhabiskan waktuku untuk menikmati keindahan dan keramahannya. Seperti biasa tak lupa kuberi kabar kepada ibunda bahwa hari ini ku kan pergi ke Jogjakarta membawakan bantuan untuk para pengungsi disana, lalu ibundaku mendoakanku serta memintaku untuk memberitahu “dia”. Akhirnya ku kirimkan jua SMSku padanya, mengabarkan dan memohon doa atas kepergianku ke Jogja kali ini, dalam SMS balasannya dia turut mendoakan diri ini. Alhamdulillah batinku, coba kalau “dia” sudah halal bagiku, InsyaAlloh doanya akan lebih makbul dan memberi tenanga ekstra bagiku, atau mungkin akan ikut serta ke Jogja untuk membantu saudara-saudara disana....^_^

14 November 2010
Sebulan terakhir ini ku sedang memikirkan untuk mencari rumah, dengan pertimbangan kuliahku untuk bulan Desember sudah tidak membayar lagi, dan kalau ku ambil kredit rumah cicilannya dapat diambilkan dari biaya kuliahku itu ditambah dengan biaya kosku selama ini dan sedikit ditambah dari tabungan. Maka ku kirimkan pesan kepadanya melalui FB karena jika melalui SMS tak cukup 1,2 atau 3 SMS. Isi pesan itu pada intinya kutanyakan pendapatnya jika ku ingin mengambil kredit rumah, karena hal ini nantinya terkait dengan dia juga, jika dia memang masih ingin bekerja, apakah setuju dengan rumah yang sedang kuincar, yaitu dekat dengan rumah 2 orang rekan kerjaku di Kanwil dahulu. Lalu dia menjawab pesanku tersebut yang isinya adalah dia mendukung rencanaku tersebut...Alhamdulillah...^_^

02 Desember 2010
Tak terasa 2010 sudah mulai memasuki akhirnya, bulan ini adalah bulan terakhir di 2010 sekaligus bulan dimana Rizka sudah dapat memberikan jawabannya jika kutanyakan kapan ku bisa melamarnya secara resmi. Dan akhirnya hari ini pukul 08.12 WIB kukirimkan SMS padanya menanyakan kapan saya dapat melamarnya secara resmi.

03 Desember 2010
Setelah menunggu 24 jam, akhirnya hari ini jam 12.42 datang sms darinya, mengatakan bahwa dia tak dapat menjawab saat itu juga karena dia masih di kos, dan pertanyaanku tersebut akan dia sampaikan ke orang tuanya setelah dia pulang ke rumahnya. Dan pada hari ini dia juga mengabarkan klo keadaan kakinya sudah jauh membaik, dan sudah tidak memakai tongkat lagi...Alhamdulillah....

Sebuah Perjalanan Cinta (7) -Kembali Bersabar-

06 September 2010
Kuputuskan untuk mengirimkan sms kepada mas putu untuk menanyakan pendapat beliau, apakah pas jika ku kirimkan sms ke Rizka kapan dia siap untuk ku lamar secara resmi karena ku merasa terkadang dalam beberapa hal gelora mudaku terkadang mengalahkan logika. Oleh karenanya ku tak ingin gegabah dalam hal ini, mengingat Rizka juga sedang berusaha dalam proses penyembuhan kakinya pasca kecelakaan yang dialaminya, maka ku minta pendapat mas Putu, dan jawaban dari mas putu adalah tidak mengapa karena hal itu menunjukkan keseriusanku untuk menjalin hubungan yang sesuai syariat dengannya.

07 September 2010
Siang hari dengan berucap bismillah ku tuliskan sms ke Rizka : “Assalamu’alaykum, baaimana kondisinya sekarang? Semoga sudah jauh lebih baik. Maaf Rizka, langsung saja, kira-kira kapan Rizka siap untuk saya datang melamar secara resmi?”, setelah selesai maka klik Send. Kembali kuluruskan niatan dalam hati, karena-Mu Ya Alloh…hanya pada-Mu kuserahkan segalanya dan hanya kepada-Mu ku berlindung…Aamiin.

09 September 2010
Di pagi yang sejuk saat diri ini sudah berada di kampung halaman HPku bergetar menandakan ada sms yang masuk, kupandangi layar HPku, dari Rizka. Dengan berucap bismillah ku buka sms tersebut “Assalamu’alaykum, maaf luthfi saya mengirim message di facebook, mohon dibuka. Terima kasih.” Singkat sms-nya, langsung kubuka account facebook-ku dan disana terpampang satu pesan dari Rizka, kubuka dan kubaca perlahan pesan darinya
“Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Sebelumnya saya minta maaf karena pesan luthfi baru sy balas, alhamdulillah keadaan saya sudah lebih baik lagi. Mengenai kesiapan sy menerima kedatangan luthfi untuk melamar secara resmi, terus terang untuk saat ini saya belum siap. Saat ini sy sedang berusaha untuk kesembuhan kaki sy, saya minta waktu sampai dapat berjalan normal kembali, menjalani kehidupan secara normal dan mengembalikan kepercayaan diri saya. Untuk waktunya saya mohon kira-kira 3 bulan dari sekarang, jika sudah 3 bulan silakan Luthfi dapat menanyakan lagi tentang kesiapan saya.
Mohon maaf apakah Luthfi berkenan dengan permohonan saya ini?? Jika ada yang membuat tidak berkenan silahkan sampaikan kepada saya.
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh”
, rupanya dia jawab smsku melalui FB. Lalu langsung kujawab pesannya yang intinya adalah maksudku menanyakan kesiapan dia karena ku ingin mendapat kejelasan dan agar dapat bersiap-siap. Dan diri ini akan menunggu 3 bulan untuk mendapatkan jawaban kesiapan dia. Setelah kukirimkan pesan itu ku sms kembali dirinya bahwa ku sudah membalas pesannya sekaligus menanyakan apakah setelah lebaran Dia dan bapak ibunya ada di rumah, karena diriku dan ibu berencana akan berkunjung ke rumahnya. Selang sebentar dia menjawab pesanku di FB
“Alhamdulillah, terimakasih atas pengertian Luthfi. InsyaAllah setelah lebaran saya dan bapak ibu drmh. Monggo klo mau datang, terimakasih banyak” 

13 September 2010
Hari ini ku berencana untuk berkunjung ke rumahnya bersama ibundaku, setelah sebelumnya ku sms dia, bertanya apakah ada dirumah atau sedang bepergian, dan sms balasannya “waalaikumsalam, nggeh monggo, kebetulan sy dan bapak ibu ada dirmh. Kira2 jam berapa?” lalu kubalas, bahwa ini baru akan berangkat. Perjalanan kali ini tidak setegang dahulu ketika pertama ku kerumahnya dan ketika pertama bersama ibu ke rumahnya. Hari terakhir cuti bersama membuat perjalanan kali ini harus ditempuh dengan kondisi jalanan padat, Alhamdulillah setelah hampir satu jam menempuh perjalanan, sekitar pukul 11.30 sampailah diri ini di rumahnya, dengan disambut ayah ibunya lalu menyusul dirinya dengan menggunakan kruk dan Jilbab Pink-nya ikut bergabung di ruang tamu. Seperti yang lalu, kali ini diriku dan dirinya pun menjadi pendengar yang baik, karena bapak ibunya dan ibundaku-lah yang lebih banyak bertukar cerita. Dari obrolan tersebut kuketahui bahwa ternyata ada retak di telapak kakinya, hal inilah yang membuat dia masih agak susah untuk menapak dan masih merasakan sakit. Tak terasa adzan Dhuhur berkumandang, ku mohon ijin untuk melakukan sholat dhuhur, namun karena masjid di dekat rumahnya sedang di renovasi yang membuat tidak mungkin digunakan untuk sementara waktu, maka disarankanlah diriku untuk sholat di mushola oleh bapaknya, namun sebelum itu, bapak ibunya memintaku dan ibu untuk makan siang dahulu. Dengan hidangan Ikan Gurameh dan ikan bawal yang diambil dari kolam di belakang rumahnya dilengkapi dengan Pecel dan tak ketinggalan sate ayam, kami berempat mulai mengisi perut ini. Selesai santap siang diriku dengan diantar adiknya menuju ke mushola untuk sholat dhuhur, ternyata lumayan juga jaraknya, untung diantar menggunakan sepeda motor. Setelah selesai sholat, sempat ku mengobrol dengan bapaknya di teras depan rumahnya, sebelum akhirnya ibunya meminta kami kembali masuk ke ruang tamu. Ternyata di meja ruang tamu itu sudah disediakan es kelapa muda dan tape ketan, dimulai dari obrolan ringan saat itu hanya ada bapak ibunya, ibuku dan diriku, kemudian ketika akan berpamitan ibundaku mengatakan tujuan kunjungan kami kali ini, bahwa selain bersilaturahim, ibuku ingin menyampaikan lamaran kepadanya apakah bersedia untuk dijadikan pendamping hidup anaknya –diriku maksudnya-, karena sebelumnya ibu dan diriku sudah sepakat untuk tidak menyatakan hal ini karena dia sedang konsentrasi untuk kesembuhan kakinya, maka pada saat ibundaku mengungkapkan hal ini, aku menjadi gugup, dan sembari mendengarkan ibundaku, hal yang dapat kulakukan hanya menikmati es kelapa muda itu…(setelah pulang ternyata lucu juga kejadian saat itu, pikirku). Dan bapaknya mengatakan bahwa pada dasarnya mereka sebagai orang tua hanya dapat merestui dan mendoakan, karena masing-masing kami sudah dewasa, dan bukan lagi jaman siti nurbaya maka keputusan nanti diserahkan kepada dirinya. Selain itu ibundaku juga menyatakan bahwa posisi kami adalah menunggu kabar dari keluarganya kapan siap untuk kami datang melamar secara resmi, oleh bapak ibunya diriku diminta untuk meberikan nomor HP ibundaku kepada dirinya agar jikalau sudah siap dapat memberikan kabar. 
Setelah itu kami pamit karena langit sudah mulai digelayuti awan mendung, namun sebelum pulang ternyata ibunya memberikan kami bawaan berupa emping dan tape ketan, dengan berucap terima kasih dan salam diriku dan ibu kembali meluncur ke Purwokerto. Alhamdulillah ujarku sepulang dari rumahnya, paling tidak kedua orang tuanya mengetahui keseriusanku dengan pernyataan dari ibuku tadi. Tiga bulan lagi akan kutanyakan padanya, dan ku kan berusaha untuk kembali menata hati ini, memperbaiki diri ini, berusaha untuk tak terlalu tinggi melambungkan harap dalam hati, karena apapun nanti yang terjadi itulah takdir Alloh yang harus kujalani dengan ikhlas dan rela hati. Prinsipku jangan sampai diri ini melukai seorang wanita dengan memutuskan proses yang sudah kumulai sendiri, jikalau pun nantinya dalam 3 bulan mendatang dia merubah keputusannya, biarlah, biarlah sedikit ku terluka, asalkan ku tak melukai, itu artinya dia tidak berjodoh denganku. Yang paling penting tetap berprasangka baik kepada Alloh karena Alloh mengikuti prasangka hamba-Nya.

12 Oktober 2010
Dari obrolanku dengan ibundaku beberapa hari yang lalu, kuketahui bahwa “dia” telah kembali bekerja, ibundaku mengetahui hal ini ketika beliau di SMS oleh ibunya “dia”, lalu ibundaku diakhir pembicaraan kami memintaku untuk menanyakan kepadanya bagaimana kabar dan perkembangannya entah melalui telepon atau SMS.  Karena ibunda yang meminta, maka ku kirimkan SMS padanya menanyakan bagaimana kondisi kakinya dan apakah sudah mulai masuk kerja dan jawaban dia adalah kondisi kakinya sudah membaik dan sudah mulai masuk kerja semenjak sepekan yang lalu walaupun masih dibantu dengan tongkat untuk menyangga kakinya.

27 Oktober 2010
Menjelang waktu Isya Hpku berdering yang menandakan adanya SMS yang masuk, kulihat layar Hpku, ternyata “dia” yang SMS,  segera saja kubuka SMSnya dan isi SMSnya memberitahuku bahwa nomor Hpnya telah berganti dengan provider yang sama dengan yang kupakai, sedang nomor yang dahulu akan jarang aktif lagi, jadi kalau diriku ingin menghubunginya dapat kuhubungi nomor barunya tersebut.