kala lisan tak mampu mengucapkan... biarlah jemari yang menuliskan... agar tiada menjadi beban... agar hati tiada diliputi kebimbangan...
Senin, 03 Februari 2020
J E N D E L A
Aku ingat saat dulu kau pinta
Pinta yang sangat sederhana
Kau ingin jendela
Ya...kau ingin jendela di rumah kita
.
Katamu tak perlu besar besar
Yang penting jendela kaca
Agar dapat memandang rintik hujan dari baliknya
Agar dapat ternikmati sinar mentari yang memancar
.
Cukup jendela kaca dan engkau disisiku
Begitu bisik lembutmu padaku
.
Jendela...
Kemudian kuingat pintamu yang sederhana
Senin, 13 Januari 2020
Nasi Goreng dan Kopi
Alhamdulillah pagi hari diawali dengan nasi goreng buatan istri dan segelas kopi, nikmat manalagi yang didustakan kalau sudah begini. Saya termasuk orang yang sangat menggilai yang namanya nasi goreng mau apapun itu jenisnya asal halal. Nasi goreng pinggir jalan oke, nasi goreng hotel berbintang juga oke, apalagi nasi goreng buatan orang yang disayangi, ehm yang terakhir tak perlulah ditanyai, bisa dua piring saya habiskan. Namun jangan tanyakan kepada saya mana nasi goreng yang enak karena bagi saya makanan hanya ada 2 rasa, enak dan enak sekali.
.
Dan kopi bagi saya setali tiga uang dengan nasi goreng, mau kopi sachet yang satunya ga sampe dua ribuan, mau kopi beli di pasar, cafe atau pinggir jalan, mau kopi hitam atau kopi dengan coklat, krim, susu sebagai campuran buat saya oke-oke saja asalkan kopi dan halal. Pagi kalau tak menyeruput kopi rasanya ada yang kurang saja, sudah semacam mood booster saja itu yang namanya kopi bagi saya. Aroma khas dan rasa pahitnya serasi dengan aroma khas pagi hari.
.
Bagi saya tak perlu mencari tahu tentang apa itu filosofi kopi atau nasi goreng, hanya ingin menikmati dan mensyukuri setiap tegukan kopi dan suapan nasi goreng. Sama halnya aku saat bersama denganmu, tak perlu mencari tahu tentang apa alasannya, hanya ingin menikmati dan mensyukuri detik demi detik kebersamaan dan manisnya senyuman.
Waktu yang Pas atau Pas Waktunya?
"Yank misal nieh, dulu aku dateng ke rumah trus ngajak kamu nikah pas kamu masih kuliah, mau ngga?" tanya saya ke doi pas mau tidur
"Ya, gimana ya mas, ehm...mungkin mau sieh, tapi kayaknya sama bapak ibu blm boleh deh, nunggu kuliah selese"
"Owh...alhamdulillah ya, untung aku ketemu kamu lagi dan ngajakin nikahnya pas waktunya, hehehe..."
"Iya mas, aku udah lulus kuliah, awal-awal kerja juga, alhamdulillah..."
Dan setelah obrolan itu terjadilah sesuatu....tiiiiittttt (ceritanya sensor)...hehehe...
.
Setelah hampir 7 tahun akhirnya saya menemukan kembali gadis yang dulu terlambat masuk kelas di hari pertama masa orientasi SMA. Setelah kami menjalani kehidupan masing-masing, akhirnya kami bertemu kembali di dunia maya dan tak butuh waktu lama akhirnya saya beranikan diri untuk kembali mengenal dirinya dan mengajaknya menikah. Untung saja hanya dua hari, hati ini dag dig dug nya ga beraturan menunggu jawabannya, dan alhamdulillah gayung pun bersambut, si gadis itu menerima ajakanku. Singkat cerita dikunjunganku yang pertama kali kerumahnya (dan pertama kali juga bertemu orang tuanya) setelah bincang-bincang santai, akhirnya sebelum pamit pulang saya beranikan diri untuk mengungkapkan bahwa saya berniat meminang anak gadisnya.
.
Setelah kunjungan nekat itu sekitar setengah bulan hati ini jadi resah, galau, gundah gulana rasanya menunggu jawaban darinya. Dan alhamdulillah akhirnya ke-nekat-an saya berujung jawaban iya darinya. Singkat cerita akhirnya si gadis yang terlambat masuk kelas itu hingga saat ini menjadi istri dan teman hidup saya.
.
Alhamdulillah pas waktunya si gadis itu terlambat masuk kelas, jadi saya sedikit memperhatikan dan sempat terkesima waktu itu.
Dan alhamdulillah waktu yang pas saya menemukannya lagi dan mengajak nikah saat dia sudah lulus kuliah.
Mungkin jika saya terlalu cepat, saya dan dia tidak akan terikat dalam suatu akad.
Dan mungkin jika saya terlambat dan tidak nekat, dia akan terlewat.
Rabu, 08 Januari 2020
Engkau Utuh Aku Separuh
Tuk tunjukkan arti indah merekah
Tak perlu kau jadi tulip
Tuk tunjukkan arti keanggunan
Tak perlu kau jadi rembulan
Tuk tunjukkan arti kelembutan
Tak perlu kau jadi pelangi
Tuk tunjukkan sebuah jati diri
Cukup jadi dirimu sendiri
Dengan kurang dan lebih yg ada
Tak perlu jua kau jadi bidadari
Cukup jadikan bidadari cemburu padamu
Dengan taat dan patuhmu
Pada Tuhanmu
Pada Rasulmu
Pada belahan hatimu
Pada orang tuamu
Cukup...cukup...
Cukup engkau dengan utuhmu
Karena Engkau Utuh adalah aku separuh
Rabu, 18 Desember 2019
Berlabuh (Puisi tanggal sepuluh)
Menyusur sepi lautan kehidupan
Terhempas pada riak-riak pengharapan
Bertahan pada jejak-jejak doa yg tak kenal lelah
Jauh...
semakin jauh sekoci rindu ini melaju
Pada yakin yg terpaku
Walau pernah terasa jenuh
Saat sekoci rindu berada di titik nadir
Meracau melankolis sebuah syair
Goda nafsu yg semakin buat khawatir
Bersyukur di hati keimanan msh hadir
Hingga lamat-lamat terlihat
Cahaya dermaga semakin dekat
semakin mengkilat kilat
Hati pun berujar yakin penuh
Di dermaga cintamu sekoci rindu ini harus berlabuh
Agar sempurna agamaku separuh
Senin, 21 Oktober 2019
LDR
Kita hanya perlu tuk jalani saja
Saat jarak dan waktu memisahkan
Yakinlah ini hanya sementara
Kadang air mata menyesakkan jiwa
Mengiringi perjalanan kita
Namun kuyakin akan semua doa
Cinta kan kuatkan kita
Cinta kan satukan kita
Ada hati yang harus kujaga
Yang rela kuisi dengan cinta
Terikat oleh janji suci dan setia
Yang buat namamu kan selalu terukir dalam jiwa
Rabu, 04 September 2019
SENJA
Senja....
Apakah kita kan sampai kesana?
Ketika rambut mulai memutih karenanya
Melihat anak-anak dan cucu-cucu menjenguk diri yang tua renta
Senja....
Memutar kembali sebuah memori akan suatu masa
masa lampau saat diri muda
saat kaki kuat melangkah tanpa menghitung jaraknya
Senja....
apakah kita sampai kesana?
atau ajal terlebih dulu datang pada kita?
Berjumpa ataupun tak bersua dengan senja
hanya satu ingin yang terselip dalam doa
semoga kita sempat bertobat atas segala maksiat dan dosa
Selasa, 26 Desember 2017
I'm Fall In Love Again With You My Angel
Entah kenapa akhir2 ini diriku merasakan jatuh cinta lagi
Cinta yg sama saat ku menemukanmu
Cinta yg sama saat tanganku pertama menyentuhmu
selepas ku ucap ikrar ijab qobul itu
Dan semakin kurasakan
ternyata cinta kali ini jauh lebih besar dari yg lalu
Rindu nya pun jauh lebih menggebu
Kemudian lamat2 terdengar sebuah lagu
Ku tuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
-Surat Cinta Untuk Starla by Virgoun-
Jumat, 19 Februari 2016
Terima kasih Cinta
Jumat, 02 Januari 2015
Menyoal Barokah Dalam Rumah Tangga
Jumat, 28 Februari 2014
Muhammad Farras Abiyyu
"iya yank...masing-masing kita beda rejekinya, tapi kita harus terus berdoa serta berusaha karena mas yakin suatu saat nanti Alloh akan memberikan amanah berupa anak di rumah tangga kita.."
di lain waktu istriku kembali berucap dengan wajah penuh harap dan sedikit sedih "mas si B udah hamil, padahal baru nikah beberapa bulan yang lalu...aq kapan ya mas?"
"ehm...InsyaAlloh yank klo sudah waktunya nanti akan datang giliranmu, yang penting kita harus terus berdoa dan berusaha kemudian yakin...yakin yank...karena Alloh itu mengikuti prasangka hamba-Nya" ucapku menenangkan batin istriku yang sedang resah...
Dua tahun usia pernikahan kami berjalan, dan aq tahu dan sadar pertanyaan tentang kehamilan yang ditujukan kepada istriku, kabar salah seorang kawan atau saudara yang sedang hamil ataupun baru saja melahirkan membuat istriku gembira sekaligus sedih...sedih? Ya sedih...sedih mengapa dia tak kunjung mendapatkan momen indah itu...
Aq pun mengalami perasaan yang sama ketika salah seorang teman atau saudara menanyakan "istri udah isi belum?" dan hanya ku jawab "belum, masih diusahakan...mohon doanya ya.." sembari tersenyum menahan kegetiran hatiku. Getir tapi mungkin tak segetir perasaan istriku.
ke dokter kandungan, bermacam obat herbal menjadi bentuk ikhtiar duniawi kami untuk bisa mendapatkan anak...
begitu juga sholat tahajjud, sholat dhuha, sholat hajat dengan doa-doa yang khusyuk kami munajatkan menjadi bentuk ikhtiar ukhrowi...
Pernah suatu kali dua pekan setelah menikah istri tak kunjung didatangi tamu bulanannya selama sepekan, karena penasaran kuberanikan diri untuk membeli alat tes kehamilan...namun ternyata masih negatif dan dua hari setelah tes...istirku didatangi tamu bulannnya.
Ada juga suatu kali istriku terlambat haid selama satu bulan dan setelah dicek juga masih negatif dan sehari kemudian istirku mendapatkan haid. setelah itu ketika istri terlambat haid, dia tak mau untuk melakukan tes kehamilan "aq takut kecewa lagi mas..." begitu katanya.
memasuki usia perkawinan kami yang kedua kami pun pasrah kepada Illahi Robbi. Uang yang biasanya kami alokasikan untuk ke dokter kami putuskan untuk kami kumpulkan agar kami dapat membeli rumah dan kami hanya berikhtiar melalui obat-obatan herbal.
Dan dalam kepasrahan itu Alloh menunjukkan kebesaran-Nya, suatu sore ketika kami pulang dari melihat rumah didaerah jagakarsa dalam kondisi hujan kami mampir ke tempat mie ayam langgananku ketika masih kos di daerah kalibata, karena kami berdua penggemar pedas maka sambal pun kami campurkan dalam mie ayam kami, singkat cerita setelah makan mie ayam, karena istriku sudah terlambat haid hampir tiga pekan lamanya maka kuberanikan diri untuk membeli alat tes kehamilan. Pagi hari ketika alat itu digunakan ternyata terdapat dua strip...gembira tak tertahankan membuncah didada...syukur pun terucap tak henti-hentinya...Alhamdulillah istri hamil....
Masa kehamilan terus berjalan, dan hingga akhirnya tiba saat yang dinantikan...hari sabtu dinihari tanggal 12 Oktober 2013 istri sudah masuk ke bukaan satu...dan akhirnya hari ahad siang tanggal 13 Oktober 2013 pukul 14.46 WIB lahir putra pertama kami yang kemudian kami beri nama Muhammad Farras Abiyyu (Ummat Muhammad yang cerdas lagi mulia jiwanya)...
teruntuk saudara-saudaraku yang belum dikaruniai anak...jangan menyerah bro, tenangkan kegalauan istirmu, tuntun ia untuk terus berdoa dan berusaha serta percaya...percaya bahwa masa itu InsyaAlloh akan tiba..
seperti nasehat seorang kawan "After praying and trying then you just need to believe"
Minggu, 22 Desember 2013
Menikah itu....
Menikah itu tak mudah karena ada lebih dan kurang pasangan kita yg kadang membuat gundah
Tapi jangan takut untuk menikah
Karena Menikah itu indah
karena didalamnya ada barokah
Menikah itu indah karena ada sakinah mawaddah warohmah
Menikah itu indah karena membuat hidup lebih terarah
Menikah itu indah karena makan dengan lauk seadanya asal berdua Alhamdulillah....
Menikah itu....ahhhh sudahlah...
Cukup laksanakanlah
Jika belum bertemu jodoh
Ikhtiar sempurnakanlah
Doa perbanyaklah
Percaya dan yakinlah
saat itu kan tiba karena kau punya Alloh Yang Maha Pemurah
Dan ketika nanti kau tlah menikah
Siap-siaplah terperangah
Dengan segala keajaiban-keajaiban yg kan membuat lisan berucap subhanallah walhamdulillah....
Senin, 06 Mei 2013
sajak rindu
bersama dia yang kini hidup dalam rahimmu
ingin rasanya waktu cepat berlalu
hingga dengan jum'at kembali ku bertemu
jum'at yang seakan menyeru
"hai kamu, pulanglah kembali pada istri anakmu
hanyutkan rindumu dalam pertemuan yang hadirkan melodi cinta nan syahdu..."
-Jakarta 6-5-2013-
Selasa, 25 September 2012
Sebuah Perjalanan Cinta (9) -Jawaban atas Penantian-
“Hallo, Assalamu’alaykum” angkatku
“Wa’alaykumsalam...mas luthfi bagaimana kabarnya” jawab suara wanita diseberang sana
“Alhamdulillah baik bu” ku menyapanya ibu karena dari suaranya ku menebak bahwa wanita yang menelponku ini adalah seorang ibu-ibu
“mas luthfi tahu nggak ini siapa?”
“nuwunsewu bu, ini siapa ya?” tanyaku
“masa sama calon mertua ndak kenal” astaghfirullloh, ternyata ibunya Rizka yang menelponku, tengsin abis diri ini.
Sebuah Perjalanan Cinta (8) -Merapi dan Menanti Sebuah Jawaban-
Sebuah Perjalanan Cinta (7) -Kembali Bersabar-
“Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Sebelumnya saya minta maaf karena pesan luthfi baru sy balas, alhamdulillah keadaan saya sudah lebih baik lagi. Mengenai kesiapan sy menerima kedatangan luthfi untuk melamar secara resmi, terus terang untuk saat ini saya belum siap. Saat ini sy sedang berusaha untuk kesembuhan kaki sy, saya minta waktu sampai dapat berjalan normal kembali, menjalani kehidupan secara normal dan mengembalikan kepercayaan diri saya. Untuk waktunya saya mohon kira-kira 3 bulan dari sekarang, jika sudah 3 bulan silakan Luthfi dapat menanyakan lagi tentang kesiapan saya.
Mohon maaf apakah Luthfi berkenan dengan permohonan saya ini?? Jika ada yang membuat tidak berkenan silahkan sampaikan kepada saya.
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh”, rupanya dia jawab smsku melalui FB. Lalu langsung kujawab pesannya yang intinya adalah maksudku menanyakan kesiapan dia karena ku ingin mendapat kejelasan dan agar dapat bersiap-siap. Dan diri ini akan menunggu 3 bulan untuk mendapatkan jawaban kesiapan dia. Setelah kukirimkan pesan itu ku sms kembali dirinya bahwa ku sudah membalas pesannya sekaligus menanyakan apakah setelah lebaran Dia dan bapak ibunya ada di rumah, karena diriku dan ibu berencana akan berkunjung ke rumahnya. Selang sebentar dia menjawab pesanku di FB
“Alhamdulillah, terimakasih atas pengertian Luthfi. InsyaAllah setelah lebaran saya dan bapak ibu drmh. Monggo klo mau datang, terimakasih banyak”



