kala lisan tak mampu mengucapkan... biarlah jemari yang menuliskan... agar tiada menjadi beban... agar hati tiada diliputi kebimbangan...
Kamis, 09 Januari 2014
HUJAN : Kenangan dan Harapan
Hujan selalu saja membawa diri pada keping-keping kenangan yang tersimpan dalam ingatan.
Berbagai kenangan indah mengelebat dalam pikiran
Tetesannya membasahi memori dengan kenang bersama orang-orang tersayang
Indah...sungguh indah...kembali mengingat kejadian-kejadian yang tlah berlalu
membawa diri menyadari bahwa ternyata cepat sekali berlalu sang waktu
Hujan membawaku pada kenangan....
Hujan jua membawa
tetesan harapan
tetesan impian
tetesan cita-cita yang belum terkabulkan
Hujan mengingatkan diri untuk tak bosan untuk bermimpi kemudian berdoa
berharap kemudian berdoa
bercita-cita kemudian berdoa dan berusaha
Hujan mengingatkan diri untuk senantiasa percaya...percaya...dan terus percaya
bahwa cita-cita, impian dan harapan dapat terwujudkan
Hujan membawaku pada harapan...
dan ketika hujan itulah salah satu saat dimana Alloh mengijabah doa-doa kita...
*) picture taken from http://privatesastra.blogspot.com
Minggu, 22 Desember 2013
Menikah itu....
Menikah itu tak mudah
karena melapangkan hati tuk selaraskan perbedaan yg dulu terpisah
Menikah itu tak mudah karena ada lebih dan kurang pasangan kita yg kadang membuat gundah
Tapi jangan takut untuk menikah
Karena Menikah itu indah
karena didalamnya ada barokah
Menikah itu indah karena ada sakinah mawaddah warohmah
Menikah itu indah karena membuat hidup lebih terarah
Menikah itu indah karena makan dengan lauk seadanya asal berdua Alhamdulillah....
Menikah itu....ahhhh sudahlah...
Cukup laksanakanlah
Jika belum bertemu jodoh
Ikhtiar sempurnakanlah
Doa perbanyaklah
Percaya dan yakinlah
saat itu kan tiba karena kau punya Alloh Yang Maha Pemurah
Dan ketika nanti kau tlah menikah
Siap-siaplah terperangah
Dengan segala keajaiban-keajaiban yg kan membuat lisan berucap subhanallah walhamdulillah....
Menikah itu tak mudah karena ada lebih dan kurang pasangan kita yg kadang membuat gundah
Tapi jangan takut untuk menikah
Karena Menikah itu indah
karena didalamnya ada barokah
Menikah itu indah karena ada sakinah mawaddah warohmah
Menikah itu indah karena membuat hidup lebih terarah
Menikah itu indah karena makan dengan lauk seadanya asal berdua Alhamdulillah....
Menikah itu....ahhhh sudahlah...
Cukup laksanakanlah
Jika belum bertemu jodoh
Ikhtiar sempurnakanlah
Doa perbanyaklah
Percaya dan yakinlah
saat itu kan tiba karena kau punya Alloh Yang Maha Pemurah
Dan ketika nanti kau tlah menikah
Siap-siaplah terperangah
Dengan segala keajaiban-keajaiban yg kan membuat lisan berucap subhanallah walhamdulillah....
Senin, 06 Mei 2013
sajak rindu
ada haru saat ku harus meninggalkanmu
bersama dia yang kini hidup dalam rahimmu
ingin rasanya waktu cepat berlalu
hingga dengan jum'at kembali ku bertemu
jum'at yang seakan menyeru
"hai kamu, pulanglah kembali pada istri anakmu
hanyutkan rindumu dalam pertemuan yang hadirkan melodi cinta nan syahdu..."
-Jakarta 6-5-2013-
bersama dia yang kini hidup dalam rahimmu
ingin rasanya waktu cepat berlalu
hingga dengan jum'at kembali ku bertemu
jum'at yang seakan menyeru
"hai kamu, pulanglah kembali pada istri anakmu
hanyutkan rindumu dalam pertemuan yang hadirkan melodi cinta nan syahdu..."
-Jakarta 6-5-2013-
Selasa, 25 September 2012
Sebuah Perjalanan Cinta (9) -Jawaban atas Penantian-
04 Desember 2010
Hari ini sungguh ku
sangat bersyukur kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala karena Tim Sepakbola
Indonesia dalam gelaran Piala AFF 2010 menang telak 6 gol tanpa balas dari Laos. Kegembiraan itu bertambah ketika tiba-tiba saja ada SMS masuk, dan ketika
kutengok SMS itu dari dia yang mengabarkan bahwa dia sudah berdiskusi dengan
orang tua dan siap untuk dilamar akhir Desember, karena kebetulan pada saat itu
kedua orang tuanya juga sedang liburan anak sekolah (orang tuanya guru). Namun
ternyata ibu dan diriku malah bingung mau melamar tanggal berapa, karena ibu
juga mendapat tugas untuk mendampingi siswa-siswi study tour ke Bali, dan
setelah berdiskusi dengan ibunda, akhirnya kami putuskan akan melamar dirinya pada
tanggal 26 desember 2010.
05 Desember 2010
Hari ini kukabarkan
padanya bahwa diriku dan keluarga akan melamarnya tanggal 26 Desember 2010, dan
dia bilang siap saja...Alhamdulillah...
22 Desember 2010
Tak terasa waktu berjalan
begitu cepat, dan ternyata ku tersadar bahwa 4 hari lagi diriku dan keluarga
akan datang melamar Rizka, dan hari ini ada kejadian yang menurutku sangat
menggelikan bagiku, karena pagi hari ini sekitar pukul 6 pagi, saat ku masih
sedikit bermalas-malasan diatas tempat tidur setelah sholat subuh, HP ku
berdering menandakan ada yang menelpon, “ehm...nomor siapa ini ya?” pikirku ketika
kulihat di layar HP nomor yang asing buatku,
“Hallo, Assalamu’alaykum” angkatku
“Wa’alaykumsalam...mas luthfi bagaimana kabarnya” jawab suara wanita diseberang sana
“Alhamdulillah baik bu” ku menyapanya ibu karena dari suaranya ku menebak bahwa wanita yang menelponku ini adalah seorang ibu-ibu
“mas luthfi tahu nggak ini siapa?”
“nuwunsewu bu, ini siapa ya?” tanyaku
“masa sama calon mertua ndak kenal” astaghfirullloh, ternyata ibunya Rizka yang menelponku, tengsin abis diri ini.
“Hallo, Assalamu’alaykum” angkatku
“Wa’alaykumsalam...mas luthfi bagaimana kabarnya” jawab suara wanita diseberang sana
“Alhamdulillah baik bu” ku menyapanya ibu karena dari suaranya ku menebak bahwa wanita yang menelponku ini adalah seorang ibu-ibu
“mas luthfi tahu nggak ini siapa?”
“nuwunsewu bu, ini siapa ya?” tanyaku
“masa sama calon mertua ndak kenal” astaghfirullloh, ternyata ibunya Rizka yang menelponku, tengsin abis diri ini.
Dan setelah itu oborolan pun lebih mengalir, calon ibu mertuaku
menanyakan kesiapan keluargaku untuk acara hari ahad esok, dan diakhir
telponnya dia menawariku apakah mau bicara dengan Rizka atau tidak...dan entah
kenapa reflekku menjawab “boleh bu” padahal setiap kali ku berbicara melalui
telpon dengan Rizka maka pasti saja ada gugup dan nervous rasanya lidah ini
kelu dan pikiran pun buntu untuk mencari topik pembicaraan, dan seperti
pembicaraan-pembicaraan sebelumnya, oborlan pagiku dengan Rizka bagiku begitu
formal, hanya beberapa pertanyaan yang kuajukan. Dan dari obrolan pagi itu juga
kutahu bahwa selama bapak ibunya libur mengajar maka bapak ibunya ingin
mengantar jemput Rizka bekerja, jadi sampai dengan akhir tahun ini dia
berangkat kerja langsung dari rumahnya di Purbalingga.
Oh ya, biar image diriku tidak turun, setelah tak tahu
bahwa ibunya yang telpon pagi tadi, maka kukirimkan sms mengucapkan selamat hari
ibu untuk ibuku dan ibunda rizka, karena hari ini bertepatan dengan hari ibu.
^_^
Sebuah Perjalanan Cinta (8) -Merapi dan Menanti Sebuah Jawaban-
06 November 2010
Merapi bergejolak, awan
panas yang biasa disebut dengan Wedhus Gembel menerjang sekitaran lereng merapi
yang membuat Pemerintah menetapkan zona aman merapi 20 KM dari puncak, hal ini
mengakibatkan begitu banyak pengungsi yang meninggalkan desa mereka. Berita
dari televisi dan internet membuat diri ini tergerak untuk menengok
saudara-saudaraku disana, dan dengan membawa bantuan dari rekan-rekan satu
ruangan serta rekan kuliah kuputuskan untuk berangkat menuju Jogjakarta, kota
dimana satu tahun kuhabiskan waktuku untuk menikmati keindahan dan keramahannya. Seperti biasa tak lupa kuberi
kabar kepada ibunda bahwa hari ini ku kan pergi ke Jogjakarta membawakan
bantuan untuk para pengungsi disana, lalu ibundaku mendoakanku serta memintaku
untuk memberitahu “dia”. Akhirnya ku kirimkan jua SMSku padanya, mengabarkan
dan memohon doa atas kepergianku ke Jogja kali ini, dalam SMS balasannya dia
turut mendoakan diri ini. Alhamdulillah batinku, coba kalau “dia” sudah halal
bagiku, InsyaAlloh doanya akan lebih makbul dan memberi tenanga ekstra
bagiku, atau mungkin akan ikut serta ke Jogja untuk membantu saudara-saudara disana....^_^
14 November 2010
Sebulan terakhir ini ku
sedang memikirkan untuk mencari rumah, dengan pertimbangan kuliahku untuk bulan
Desember sudah tidak membayar lagi, dan kalau ku ambil kredit rumah cicilannya
dapat diambilkan dari biaya kuliahku itu ditambah dengan biaya kosku selama ini
dan sedikit ditambah dari tabungan. Maka ku kirimkan pesan kepadanya melalui FB
karena jika melalui SMS tak cukup 1,2 atau 3 SMS. Isi pesan itu pada intinya
kutanyakan pendapatnya jika ku ingin mengambil kredit rumah, karena hal ini
nantinya terkait dengan dia juga, jika dia memang masih ingin bekerja, apakah
setuju dengan rumah yang sedang kuincar, yaitu dekat dengan rumah 2 orang rekan
kerjaku di Kanwil dahulu. Lalu dia menjawab pesanku tersebut yang isinya adalah
dia mendukung rencanaku tersebut...Alhamdulillah...^_^
02 Desember 2010
Tak terasa 2010 sudah
mulai memasuki akhirnya, bulan ini adalah bulan terakhir di 2010 sekaligus
bulan dimana Rizka sudah dapat memberikan jawabannya jika kutanyakan kapan ku
bisa melamarnya secara resmi. Dan akhirnya hari ini pukul 08.12 WIB kukirimkan
SMS padanya menanyakan kapan saya dapat melamarnya secara resmi.
03 Desember 2010
Setelah menunggu 24 jam,
akhirnya hari ini jam 12.42 datang sms darinya, mengatakan bahwa dia tak dapat
menjawab saat itu juga karena dia masih di kos, dan pertanyaanku tersebut akan
dia sampaikan ke orang tuanya setelah dia pulang ke rumahnya. Dan pada hari ini
dia juga mengabarkan klo keadaan kakinya sudah jauh membaik, dan sudah tidak
memakai tongkat lagi...Alhamdulillah....
Sebuah Perjalanan Cinta (7) -Kembali Bersabar-
06
September 2010
Kuputuskan untuk mengirimkan sms kepada mas
putu untuk menanyakan pendapat beliau, apakah pas jika ku kirimkan sms ke Rizka
kapan dia siap untuk ku lamar secara resmi karena ku merasa terkadang dalam
beberapa hal gelora mudaku terkadang mengalahkan logika. Oleh karenanya ku tak
ingin gegabah dalam hal ini, mengingat Rizka juga sedang berusaha dalam proses
penyembuhan kakinya pasca kecelakaan yang dialaminya, maka ku minta pendapat
mas Putu, dan jawaban dari mas putu adalah tidak mengapa karena hal itu
menunjukkan keseriusanku untuk menjalin hubungan yang sesuai syariat dengannya.
07
September 2010
Siang hari dengan berucap bismillah ku
tuliskan sms ke Rizka : “Assalamu’alaykum, baaimana kondisinya
sekarang? Semoga sudah jauh lebih baik. Maaf Rizka, langsung saja, kira-kira
kapan Rizka siap untuk saya datang melamar secara resmi?”, setelah
selesai maka klik Send. Kembali kuluruskan niatan dalam hati, karena-Mu Ya
Alloh…hanya pada-Mu kuserahkan segalanya dan hanya kepada-Mu ku
berlindung…Aamiin.
09
September 2010
Di pagi yang sejuk saat diri ini sudah berada
di kampung halaman HPku bergetar menandakan ada sms yang masuk, kupandangi
layar HPku, dari Rizka. Dengan berucap bismillah ku buka sms tersebut “Assalamu’alaykum,
maaf luthfi saya mengirim message di facebook, mohon dibuka. Terima kasih.”
Singkat sms-nya, langsung kubuka account facebook-ku dan disana terpampang satu
pesan dari Rizka, kubuka dan kubaca perlahan pesan darinya
“Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Sebelumnya saya minta maaf karena pesan luthfi baru sy balas, alhamdulillah keadaan saya sudah lebih baik lagi. Mengenai kesiapan sy menerima kedatangan luthfi untuk melamar secara resmi, terus terang untuk saat ini saya belum siap. Saat ini sy sedang berusaha untuk kesembuhan kaki sy, saya minta waktu sampai dapat berjalan normal kembali, menjalani kehidupan secara normal dan mengembalikan kepercayaan diri saya. Untuk waktunya saya mohon kira-kira 3 bulan dari sekarang, jika sudah 3 bulan silakan Luthfi dapat menanyakan lagi tentang kesiapan saya.
Mohon maaf apakah Luthfi berkenan dengan permohonan saya ini?? Jika ada yang membuat tidak berkenan silahkan sampaikan kepada saya.
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh”, rupanya dia jawab smsku melalui FB. Lalu langsung kujawab pesannya yang intinya adalah maksudku menanyakan kesiapan dia karena ku ingin mendapat kejelasan dan agar dapat bersiap-siap. Dan diri ini akan menunggu 3 bulan untuk mendapatkan jawaban kesiapan dia. Setelah kukirimkan pesan itu ku sms kembali dirinya bahwa ku sudah membalas pesannya sekaligus menanyakan apakah setelah lebaran Dia dan bapak ibunya ada di rumah, karena diriku dan ibu berencana akan berkunjung ke rumahnya. Selang sebentar dia menjawab pesanku di FB
“Alhamdulillah, terimakasih atas pengertian Luthfi. InsyaAllah setelah lebaran saya dan bapak ibu drmh. Monggo klo mau datang, terimakasih banyak”
“Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Sebelumnya saya minta maaf karena pesan luthfi baru sy balas, alhamdulillah keadaan saya sudah lebih baik lagi. Mengenai kesiapan sy menerima kedatangan luthfi untuk melamar secara resmi, terus terang untuk saat ini saya belum siap. Saat ini sy sedang berusaha untuk kesembuhan kaki sy, saya minta waktu sampai dapat berjalan normal kembali, menjalani kehidupan secara normal dan mengembalikan kepercayaan diri saya. Untuk waktunya saya mohon kira-kira 3 bulan dari sekarang, jika sudah 3 bulan silakan Luthfi dapat menanyakan lagi tentang kesiapan saya.
Mohon maaf apakah Luthfi berkenan dengan permohonan saya ini?? Jika ada yang membuat tidak berkenan silahkan sampaikan kepada saya.
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh”, rupanya dia jawab smsku melalui FB. Lalu langsung kujawab pesannya yang intinya adalah maksudku menanyakan kesiapan dia karena ku ingin mendapat kejelasan dan agar dapat bersiap-siap. Dan diri ini akan menunggu 3 bulan untuk mendapatkan jawaban kesiapan dia. Setelah kukirimkan pesan itu ku sms kembali dirinya bahwa ku sudah membalas pesannya sekaligus menanyakan apakah setelah lebaran Dia dan bapak ibunya ada di rumah, karena diriku dan ibu berencana akan berkunjung ke rumahnya. Selang sebentar dia menjawab pesanku di FB
“Alhamdulillah, terimakasih atas pengertian Luthfi. InsyaAllah setelah lebaran saya dan bapak ibu drmh. Monggo klo mau datang, terimakasih banyak”
13
September 2010
Hari ini ku berencana untuk berkunjung ke
rumahnya bersama ibundaku, setelah sebelumnya ku sms dia, bertanya apakah ada
dirumah atau sedang bepergian, dan sms balasannya “waalaikumsalam, nggeh
monggo, kebetulan sy dan bapak ibu ada dirmh. Kira2 jam berapa?” lalu kubalas,
bahwa ini baru akan berangkat. Perjalanan kali ini tidak setegang dahulu ketika
pertama ku kerumahnya dan ketika pertama bersama ibu ke rumahnya. Hari terakhir
cuti bersama membuat perjalanan kali ini harus ditempuh dengan kondisi jalanan
padat, Alhamdulillah setelah hampir satu jam menempuh perjalanan, sekitar pukul
11.30 sampailah diri ini di rumahnya, dengan disambut ayah ibunya lalu menyusul
dirinya dengan menggunakan kruk dan Jilbab Pink-nya ikut bergabung di ruang
tamu. Seperti yang lalu, kali ini diriku dan dirinya pun menjadi pendengar yang
baik, karena bapak ibunya dan ibundaku-lah yang lebih banyak bertukar cerita.
Dari obrolan tersebut kuketahui bahwa ternyata ada retak di telapak kakinya,
hal inilah yang membuat dia masih agak susah untuk menapak dan masih merasakan
sakit. Tak terasa adzan Dhuhur berkumandang, ku mohon ijin untuk melakukan
sholat dhuhur, namun karena masjid di dekat rumahnya sedang di renovasi yang
membuat tidak mungkin digunakan untuk sementara waktu, maka disarankanlah
diriku untuk sholat di mushola oleh bapaknya, namun sebelum itu, bapak ibunya
memintaku dan ibu untuk makan siang dahulu. Dengan hidangan Ikan Gurameh dan
ikan bawal yang diambil dari kolam di belakang rumahnya dilengkapi dengan Pecel
dan tak ketinggalan sate ayam, kami berempat mulai mengisi perut ini. Selesai
santap siang diriku dengan diantar adiknya menuju ke mushola untuk sholat
dhuhur, ternyata lumayan juga jaraknya, untung diantar menggunakan sepeda
motor. Setelah selesai sholat, sempat ku mengobrol dengan bapaknya di teras
depan rumahnya, sebelum akhirnya ibunya meminta kami kembali masuk ke ruang
tamu. Ternyata di meja ruang tamu itu sudah disediakan es kelapa muda dan tape
ketan, dimulai dari obrolan ringan saat itu hanya ada bapak ibunya, ibuku dan
diriku, kemudian ketika akan berpamitan ibundaku mengatakan tujuan kunjungan
kami kali ini, bahwa selain bersilaturahim, ibuku ingin menyampaikan lamaran
kepadanya apakah bersedia untuk dijadikan pendamping hidup anaknya –diriku
maksudnya-, karena sebelumnya ibu dan diriku sudah sepakat untuk tidak
menyatakan hal ini karena dia sedang konsentrasi untuk kesembuhan kakinya, maka
pada saat ibundaku mengungkapkan hal ini, aku menjadi gugup, dan sembari
mendengarkan ibundaku, hal yang dapat kulakukan hanya menikmati es kelapa muda itu…(setelah pulang
ternyata lucu juga kejadian saat itu, pikirku). Dan bapaknya mengatakan bahwa
pada dasarnya mereka sebagai orang tua hanya dapat merestui dan mendoakan,
karena masing-masing kami sudah dewasa, dan bukan lagi jaman siti nurbaya maka
keputusan nanti diserahkan kepada dirinya. Selain itu ibundaku juga menyatakan
bahwa posisi kami adalah menunggu kabar dari keluarganya kapan siap untuk kami
datang melamar secara resmi, oleh bapak ibunya diriku diminta untuk meberikan
nomor HP ibundaku kepada dirinya agar jikalau sudah siap dapat memberikan
kabar.
Setelah itu kami pamit karena langit sudah mulai digelayuti awan
mendung, namun sebelum pulang ternyata ibunya memberikan kami bawaan berupa
emping dan tape ketan, dengan berucap terima kasih dan salam diriku dan ibu
kembali meluncur ke Purwokerto. Alhamdulillah ujarku sepulang dari rumahnya,
paling tidak kedua orang tuanya mengetahui keseriusanku dengan pernyataan dari
ibuku tadi. Tiga bulan lagi akan kutanyakan padanya, dan ku kan berusaha untuk
kembali menata hati ini, memperbaiki diri ini, berusaha untuk tak terlalu
tinggi melambungkan harap dalam hati, karena apapun nanti yang terjadi itulah
takdir Alloh yang harus kujalani dengan ikhlas dan rela hati. Prinsipku jangan
sampai diri ini melukai seorang wanita dengan memutuskan proses yang sudah
kumulai sendiri, jikalau pun nantinya dalam 3 bulan mendatang dia merubah
keputusannya, biarlah, biarlah sedikit ku terluka, asalkan ku tak melukai, itu
artinya dia tidak berjodoh denganku. Yang paling penting tetap berprasangka
baik kepada Alloh karena Alloh mengikuti prasangka hamba-Nya.
12 Oktober 2010
Dari obrolanku dengan
ibundaku beberapa hari yang lalu, kuketahui bahwa “dia” telah kembali bekerja,
ibundaku mengetahui hal ini ketika beliau di SMS oleh ibunya “dia”, lalu
ibundaku diakhir pembicaraan kami memintaku untuk menanyakan kepadanya
bagaimana kabar dan perkembangannya entah melalui telepon atau SMS. Karena ibunda yang meminta, maka ku kirimkan
SMS padanya menanyakan bagaimana kondisi kakinya dan apakah sudah mulai masuk
kerja dan jawaban dia adalah kondisi kakinya sudah membaik dan sudah mulai
masuk kerja semenjak sepekan yang lalu walaupun masih dibantu dengan tongkat
untuk menyangga kakinya.
27 Oktober 2010
Menjelang waktu Isya Hpku berdering yang menandakan
adanya SMS yang masuk, kulihat layar Hpku, ternyata “dia” yang SMS, segera saja kubuka SMSnya dan isi SMSnya
memberitahuku bahwa nomor Hpnya telah berganti dengan provider yang sama dengan
yang kupakai, sedang nomor yang dahulu akan jarang aktif lagi, jadi kalau
diriku ingin menghubunginya dapat kuhubungi nomor barunya tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
