Jumat, 28 Februari 2014

My Name Muhammad Farras Abiyyu





Muhammad Farras Abiyyu

"mas...lihat nih si A pajang foto anaknya.." ucap istriku sembari menunjukkan Blackberry-nya yang disana terpampang foto anak teman istriku yang dijadikan display picture di BBMnya.
"iya yank...masing-masing kita beda rejekinya, tapi kita harus terus berdoa serta berusaha karena mas yakin suatu saat nanti Alloh akan memberikan amanah berupa anak di rumah tangga kita.."

 di lain waktu istriku kembali berucap dengan wajah penuh harap dan sedikit sedih "mas si B udah hamil, padahal baru nikah beberapa bulan yang lalu...aq kapan ya mas?"
 "ehm...InsyaAlloh yank klo sudah waktunya nanti akan datang giliranmu, yang penting kita harus terus berdoa dan berusaha kemudian yakin...yakin yank...karena Alloh itu mengikuti prasangka hamba-Nya" ucapku menenangkan batin istriku yang sedang resah...

Dua tahun usia pernikahan kami berjalan, dan aq tahu dan sadar pertanyaan tentang kehamilan yang ditujukan kepada istriku, kabar salah seorang kawan atau saudara yang sedang hamil ataupun baru saja melahirkan membuat istriku gembira sekaligus sedih...sedih? Ya sedih...sedih mengapa dia tak kunjung mendapatkan momen indah itu...

Aq pun mengalami perasaan yang sama ketika salah seorang teman atau saudara menanyakan "istri udah isi belum?" dan hanya ku jawab "belum, masih diusahakan...mohon doanya ya.." sembari tersenyum menahan kegetiran hatiku. Getir tapi mungkin tak segetir perasaan istriku.

ke dokter kandungan, bermacam obat herbal menjadi bentuk ikhtiar duniawi kami untuk bisa mendapatkan anak...
begitu juga sholat tahajjud, sholat dhuha, sholat hajat dengan doa-doa yang khusyuk kami munajatkan menjadi bentuk ikhtiar ukhrowi...

Pernah suatu kali dua pekan setelah menikah istri tak kunjung didatangi tamu bulanannya selama sepekan, karena penasaran kuberanikan diri untuk membeli alat tes kehamilan...namun ternyata masih negatif dan dua hari setelah tes...istirku didatangi tamu bulannnya.
Ada juga suatu kali istriku terlambat haid selama satu bulan dan setelah dicek juga masih negatif dan sehari kemudian istirku mendapatkan haid. setelah itu ketika istri terlambat haid, dia tak mau untuk melakukan tes kehamilan "aq takut kecewa lagi mas..." begitu katanya.

memasuki usia perkawinan kami yang kedua kami pun pasrah kepada Illahi Robbi. Uang yang biasanya kami alokasikan untuk ke dokter kami putuskan untuk kami kumpulkan agar kami dapat membeli rumah dan kami hanya berikhtiar melalui obat-obatan herbal.

Dan dalam kepasrahan itu Alloh menunjukkan kebesaran-Nya, suatu sore ketika kami pulang dari melihat rumah didaerah jagakarsa dalam kondisi hujan kami mampir ke tempat mie ayam langgananku ketika masih kos di daerah kalibata, karena kami berdua penggemar pedas maka sambal pun kami campurkan dalam mie ayam kami, singkat cerita setelah makan mie ayam, karena istriku sudah terlambat haid hampir tiga pekan lamanya maka kuberanikan diri untuk membeli alat tes kehamilan. Pagi hari ketika alat itu digunakan ternyata terdapat dua strip...gembira tak tertahankan membuncah didada...syukur pun terucap tak henti-hentinya...Alhamdulillah istri hamil....

Masa kehamilan terus berjalan, dan hingga akhirnya tiba saat yang dinantikan...hari sabtu dinihari tanggal 12 Oktober 2013 istri sudah masuk ke bukaan satu...dan akhirnya hari ahad siang tanggal 13 Oktober 2013 pukul 14.46 WIB lahir putra pertama kami yang kemudian kami beri nama Muhammad Farras Abiyyu (Ummat Muhammad yang cerdas lagi mulia jiwanya)...

teruntuk saudara-saudaraku yang belum dikaruniai anak...jangan menyerah bro, tenangkan kegalauan istirmu, tuntun ia untuk terus berdoa dan berusaha serta percaya...percaya bahwa masa itu InsyaAlloh akan tiba..

seperti nasehat seorang kawan "After praying and trying then you just need to believe"

Kamis, 09 Januari 2014

HUJAN : Kenangan dan Harapan


Hujan selalu saja membawa diri pada keping-keping kenangan yang tersimpan dalam ingatan.
Berbagai kenangan indah mengelebat dalam pikiran
Tetesannya membasahi memori dengan kenang bersama orang-orang tersayang
Indah...sungguh indah...kembali mengingat kejadian-kejadian yang tlah berlalu
membawa diri menyadari bahwa ternyata cepat sekali berlalu sang waktu
Hujan membawaku pada kenangan....

Hujan jua membawa
tetesan harapan
tetesan impian
tetesan cita-cita yang belum terkabulkan
Hujan mengingatkan diri untuk tak bosan untuk bermimpi kemudian berdoa
berharap kemudian berdoa
bercita-cita kemudian berdoa dan berusaha
Hujan mengingatkan diri untuk senantiasa percaya...percaya...dan terus percaya
bahwa cita-cita, impian dan harapan dapat terwujudkan
Hujan membawaku pada harapan...
dan ketika hujan itulah salah satu saat dimana Alloh mengijabah doa-doa kita...



*) picture taken from http://privatesastra.blogspot.com

Minggu, 22 Desember 2013

Menikah itu....

Menikah itu tak mudah karena melapangkan hati tuk selaraskan perbedaan yg dulu terpisah
Menikah itu tak mudah karena ada lebih dan kurang pasangan kita yg kadang membuat gundah
Tapi jangan takut untuk menikah
Karena Menikah itu indah
karena didalamnya ada barokah
Menikah itu indah karena ada sakinah mawaddah warohmah
Menikah itu indah karena membuat hidup lebih terarah
Menikah itu indah karena makan dengan lauk seadanya asal berdua Alhamdulillah....
Menikah itu....ahhhh sudahlah...
Cukup laksanakanlah
Jika belum bertemu jodoh
Ikhtiar sempurnakanlah
Doa perbanyaklah
Percaya dan yakinlah
saat itu kan tiba karena kau punya Alloh Yang Maha Pemurah
Dan ketika nanti kau tlah menikah
Siap-siaplah terperangah
Dengan segala keajaiban-keajaiban yg kan membuat lisan berucap subhanallah walhamdulillah....

Senin, 06 Mei 2013

sajak rindu

ada haru saat ku harus meninggalkanmu
bersama dia yang kini hidup dalam rahimmu
ingin rasanya waktu cepat berlalu
hingga dengan jum'at kembali ku bertemu
jum'at yang seakan menyeru
"hai kamu, pulanglah kembali pada istri anakmu
hanyutkan rindumu dalam pertemuan yang hadirkan melodi cinta nan syahdu..."

-Jakarta 6-5-2013-

Selasa, 25 September 2012

Sebuah Perjalanan Cinta (9) -Jawaban atas Penantian-

04 Desember 2010
Hari ini sungguh ku sangat bersyukur kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala karena Tim Sepakbola Indonesia dalam gelaran Piala AFF 2010 menang telak 6 gol tanpa balas dari Laos. Kegembiraan itu bertambah ketika tiba-tiba saja ada SMS masuk, dan ketika kutengok SMS itu dari dia yang mengabarkan bahwa dia sudah berdiskusi dengan orang tua dan siap untuk dilamar akhir Desember, karena kebetulan pada saat itu kedua orang tuanya juga sedang liburan anak sekolah (orang tuanya guru). Namun ternyata ibu dan diriku malah bingung mau melamar tanggal berapa, karena ibu juga mendapat tugas untuk mendampingi siswa-siswi study tour ke Bali, dan setelah berdiskusi dengan ibunda, akhirnya kami putuskan akan melamar dirinya pada tanggal 26 desember 2010.

05 Desember 2010
Hari ini kukabarkan padanya bahwa diriku dan keluarga akan melamarnya tanggal 26 Desember 2010, dan dia bilang siap saja...Alhamdulillah...

22 Desember 2010
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan ternyata ku tersadar bahwa 4 hari lagi diriku dan keluarga akan datang melamar Rizka, dan hari ini ada kejadian yang menurutku sangat menggelikan bagiku, karena pagi hari ini sekitar pukul 6 pagi, saat ku masih sedikit bermalas-malasan diatas tempat tidur setelah sholat subuh, HP ku berdering menandakan ada yang menelpon, “ehm...nomor siapa ini ya?” pikirku ketika kulihat di layar HP nomor yang asing buatku,
“Hallo, Assalamu’alaykum” angkatku
“Wa’alaykumsalam...mas luthfi bagaimana kabarnya” jawab suara wanita diseberang sana
“Alhamdulillah baik bu” ku menyapanya ibu karena dari suaranya ku menebak bahwa wanita yang menelponku ini adalah seorang ibu-ibu
“mas luthfi tahu nggak ini siapa?”
“nuwunsewu bu, ini siapa ya?” tanyaku
“masa sama calon mertua ndak kenal”  astaghfirullloh, ternyata ibunya Rizka yang menelponku, tengsin abis diri ini. 
Dan setelah itu oborolan pun lebih mengalir, calon ibu mertuaku menanyakan kesiapan keluargaku untuk acara hari ahad esok, dan diakhir telponnya dia menawariku apakah mau bicara dengan Rizka atau tidak...dan entah kenapa reflekku menjawab “boleh bu” padahal setiap kali ku berbicara melalui telpon dengan Rizka maka pasti saja ada gugup dan nervous rasanya lidah ini kelu dan pikiran pun buntu untuk mencari topik pembicaraan, dan seperti pembicaraan-pembicaraan sebelumnya, oborlan pagiku dengan Rizka bagiku begitu formal, hanya beberapa pertanyaan yang kuajukan. Dan dari obrolan pagi itu juga kutahu bahwa selama bapak ibunya libur mengajar maka bapak ibunya ingin mengantar jemput Rizka bekerja, jadi sampai dengan akhir tahun ini dia berangkat kerja langsung dari rumahnya di Purbalingga.
Oh ya, biar image diriku tidak turun, setelah tak tahu bahwa ibunya yang telpon pagi tadi, maka kukirimkan sms mengucapkan selamat hari ibu untuk ibuku dan ibunda rizka, karena hari ini bertepatan dengan hari ibu. ^_^