Cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah pada tanggal 3 Juni 2011 ku pergunakan untuk jalan-jalan berdua bersama istri. Setelah sebelumnya dalam suatu obrolan istri ingin bisa jalan-jalan ke tawangmangu tepatnya ke grojogan sewu, maka kami putuskan liburan tersebut kami gunakan untuk jalan-jalan ke tawangmangu. Berbekal informasi dari internet dan tanya kepada kawan yang tinggal di solo maka mulailah perjalanan kami....
Kamis 2 Juni 2011
07.00
Saya dan istri sudah berada di terminal Purwokerto untuk berangkat ke Jogjakarta. Kami memilih untuk ke Jogja terlebih dahulu karena tidak ada bis yang langsung dari Purwokerto ke Solo. Berangkat ke terminal menggunakan motor, lalu motor kami titipkan, satu malam dikenai tarif Rp 4.000. Sekitar pukul 07.00 pagi kami langsung menuju ke bis Efisiensi, sebenarnya kami mengejar bis yang berangkat setengah jam lebih awal, namun ternyata sudah tertinggal. Dengan bis yang nyaman ini kami membayar Rp 40.000 untuk sampai ke Jogja, harga itu sudah termasuk softdrink yang diberikan oleh awak bis untuk seluruh penumpang.
11.45
Perjalanan ditempuh kurang lebih 4 jam, dan sesampainya di Terminal Giwangan Jogja, istri ingin ke toilet, lalu kuantar dan sembari menunggu istri di toilet, ku tanya kepada penjaga toilet tentang bis jurusan solo. dari penjaga toilet diperoleh informasi bahwa bis jurusan solo untuk yang ekonomi seharga Rp 8.000 dan untuk yang PATAS seharga Rp 10.000, setelah istri keluar dari toilet kami putuskan untuk menggunakan Bis PATAS jurusan Surabaya yang berhenti di Terminal Tirtonadi Solo.
12.18
Setelah menunggu bis, maka jam ini kami memulai perjalanan dari Jogja menuju Solo.
14.10
Perjalanan yang ditempuh kurang lebih selama 2 jam, akhirnya sampailah kami di kota Solo, ini untuk pertama kalinya bagi saya menginjakkan kaki di kota ini. Berbekal informasi dari kawan bahwa dari Solo untuk menuju Tawangmangu ada Bis langsung Jaya, maka kami langsung mencari Bis tersebut.
14.15
Karena pertama kalinya bagi saya dan istri berada di terminal Tirtonadi maka kami bertanya kepada orang yang ada di terminal tentang bis Langsung jaya. Dan setelah ditunjukkan tempat bis tersebut mangkal maka jam 14.15 kami berangkat menuju Tawangmangu menggunakan Bis Langsung Jaya. Tarif untuk Bis ini Rp 7.500 dan Bis ke tawangmangu Ekonomi semuanya, tidak ada yang ber-AC. Frekuensi Bis Langsung Jaya lumayan sering, jadi jangan khawatir kehabisan Bis ini. Untuk diketahui bahwa bis Langsung Jaya ini berhenti seklai di terminal palur kurang lebih selama 10-15 menit sebelum sampai di terminal tawangmangu.
16.15
Sampailah kami di terminal Tawangmangu, karena belum makan siang, maka kami putuskan untuk mencari makan di sekitar terminal tawangmangu. Sore hari ternyata cukup banyak warung tenda yang buka, lalu kami putuskan untuk makan disalah satu tenda namanya Warung ARI. Di warung ini menu yang disuguhkan adalah Ayam Bakar dan Ati Bakar, kami memilih menu Ayam Bakar. Walaupun ramai, namun kami tak harus menunggu terlalu lama untuk pesanan kami. Setelah terhidang kami langsung saja makan hidangan tersebut, tentunya dengan berdoa terlebih dahulu. Setelah dirasa ternyata ayamnya empuk sekali, berdasarkan analisa saya dan istri, mungkin Ayam ini sebelum dibakar sudah di presto terlebih dahulu sehingga empuk sekali, dan hasil bakarannya tidak ada yang gosong. Oh ya Ayamnya juga gede lho (saya dan istri pesan Dada Atas). Nasi+Ayam Bakar+Teh Anget untuk 2 porsi kami harus membayar Rp 22.000, lumayan murah untuk ukuran Ayam yang besar dan rasa yang lumayan lezat. Warung ini terletak di belakang tulisan Terminal Tawangmangu. Selain warung itu ada juga Warung Bakso dan Mie Ayam, Warung Pecel lele Lamongan, Warung Bubur Kacang Hijau dan yang lainnya.
Setelah makan kami langsung menuju masjid At-taqwa yang berada tak jauh dari terminal Tawangmangu. Selesai Sholat dhuhur ashar jamak qosor, maka kami langusng mencari angkutan ke Grojogan Sewu sekalian mencari penginapan. Karena hari sudah sore angkutan umum berupa mobil L300 yang biasa naik ke atas sudah jarang penumpang maka kami ditawari carter mobil sekalian diantar ke penginapan. Harga carter Rp 20.000, entah murah atau mahal, namun karena ditawar sudah tidak bisa turun dan hari pun sudah mulai gelap, maka kami mengiyakan. Oleh sang supir kami diantar ke Penginapan Santoso Mulyo I, bentuknya semacam kos-kosan namun kamarnya lumayan besar dengan kamar mandi dalam dan televisi, harga per malam Rp 80.000 dengan minuman hangat (welcome drink) teh atau kopi.
Jum'at 3 Juni 2011
Hari ini kami langsung mencoba menuju ke Grojogan Sewu, namun pagi hari kami terlebih dahulu mencari sarapan. Kami pikir di dekat Grojogan Sewu banyak warung, tapi ternyata belum buka...walhasil kami kembali ke penginapan dan memesan sarapan di penginapan tersebut. Harga nasi Goreng+Telor Ceplok+Teh Anget untuk 3 porsi seharga Rp 27.000. Kok 3 porsi? ya karena adik ipar saya menyusul dari Jogja maka kami pesannya 3 porsi. Sekitar pukul 9 pagi kami mulai kembali ke grojogan sewu, oh ya jarak penginapan ke grojogan sewu hanya sekitar 100 meter, deket bro....
Karcis masuk ke obyek wisata Grojogan Sewu seharga Rp 6.000 untuk satu orang, setelah kami masuk, kami harus menuruni anak tangga sejauh sekitar 500 meter untuk dapat sampai di Grojogan Sewu-nya. Perjalanan menuruni anak tangga cukup mengasyikkan karena kanan kiri yang kami lihat adalah pepohonan yang rindang, jadi tidak terlalu terasa capek. dan ketika sudah dekat dengan air terjun Grojogan Sewu, kami disambut oleh para pedagang asongan dan juga kera-kera yang banyak berkeliaran disana, dan kalau kita tidak mengganggu dan hanya lewat saja, mereka juga tak akan mengganggu atau menyerang kita.
Tips : jangan membawa kacang atau makanan ketika melewati gerombolang kera tersebut, karena kalau menenteng kacang atau makanan maka bisa jadi makanan anda diserbu kera-kera tersebut.
Ketika jam menunjukkan pukul 11.30 kami putuskan untuk kembali ke penginapan untuk bersiap pulang lagi ke Purwokerto, karena istri hari Sabtu dapat jadwal piket, namun sebelum pulang, kami sempatkan membeli Jeruk Baby (kata orang sana), semacam jeruk sunkies, namun ukurannya jumbo-jumbo yang diambil dari kebun yang ada di dekat daerah wisata Grojogan Sewu...3,5 Kg dihargai Rp 20.000 cukup murah, sebenarnya ingin bli lebih banyak tapi bawanya yang repot...hehehehe
dan setelah packing kami kembali ke purwokerto dengan rute dan angkutan umum yang sama dengan pada saat kami berangkat...
Oh ya kalau anda membawa kendaraan pribadi maka sebelum sampai di terminal tawangmangu ada juga objek wisata Candi Cetho, Candi Sukuh dan Kebun teh Kemuning, jalan masuknya ada di sebelah kiri jalan dari arah solo. Dan jika masih sempat anda bisa melanjutkan perjalanan ke telaga sarangan yang katanya sudah masuk di wilayah Jawa Timur, dari terminal tawangmangu tinggal mengikuti jalan besar saja.
Itulah sekelumit cerita perjalanan saya dan istri untuk pertama kalinya...semoga tulisan ini dapat membantu agan-agan jika ingin berkunjung ke Tawangmangu...sampai jumpa lagi di Cerita Jalan-jalan kami selanjutnya....^_^
oh ya fotonya menyusul...belum sempat ditransfer dari HP and camdig...^_^
kala lisan tak mampu mengucapkan... biarlah jemari yang menuliskan... agar tiada menjadi beban... agar hati tiada diliputi kebimbangan...
Senin, 06 Juni 2011
Selasa, 24 Mei 2011
Lagu PJKA'ers
Kayaknya lagu dari Kang Didi Kempot dengan judul Layang Kangen pas banget buat para PJKA'ers (Pulang Jum'at Kembali Ahad) a.k.a Bulok (Bujang Lokal), hehehehehe...lagunya bisa didownload disini dan ini liriknya yang diambil dari blog matriphe
Layangmu tak tampa wingi kui
Wis tak waca apa karepe atimu
Trenyuh ati iki maca tulisanmu
Ra krasa netes eluh ning pipiku
Umpama tanganku dadi suwiwi
Iki uga aku mesti enggal bali
Ning kepiye maneh merga kahananku
Cah ayu entenana tekaku
Ra maido sapa wonge ora kangen
Adoh bojo pengen turu angel merem
Ra maido sapa wonge ora trenyuh
Ra kepethuk sak wetara pengen weruh
Percaya aku kuatna atimu
Cah ayu entenana tekaku
Artinya adalah sebagai berikut:
Suratmu sudah kuterima kemarin
Sudah kubaca apa maksud hatimu
Tersentuh hatiku membaca tulisanmu
Tak terasa menetes air mata di pipiku
Andai tanganku jadi sayap
Sekarang juga aku pasti pulang
Tapi bagaimana lagi karena keadaanku
Anak cantik tunggulah kedatanganku
Tak disangkal siapa yang tidak kangen
Jauh kekasih ingin tidur sulit memejamkan mata
Tak disangkal siapa yang tidak tersentuh
Tak bertemu lama ingin berjumpa
Percaya aku kuatkan hatimu
Anak cantik tunggulah kedatanganku
Layangmu tak tampa wingi kui
Wis tak waca apa karepe atimu
Trenyuh ati iki maca tulisanmu
Ra krasa netes eluh ning pipiku
Umpama tanganku dadi suwiwi
Iki uga aku mesti enggal bali
Ning kepiye maneh merga kahananku
Cah ayu entenana tekaku
Ra maido sapa wonge ora kangen
Adoh bojo pengen turu angel merem
Ra maido sapa wonge ora trenyuh
Ra kepethuk sak wetara pengen weruh
Percaya aku kuatna atimu
Cah ayu entenana tekaku
Artinya adalah sebagai berikut:
Suratmu sudah kuterima kemarin
Sudah kubaca apa maksud hatimu
Tersentuh hatiku membaca tulisanmu
Tak terasa menetes air mata di pipiku
Andai tanganku jadi sayap
Sekarang juga aku pasti pulang
Tapi bagaimana lagi karena keadaanku
Anak cantik tunggulah kedatanganku
Tak disangkal siapa yang tidak kangen
Jauh kekasih ingin tidur sulit memejamkan mata
Tak disangkal siapa yang tidak tersentuh
Tak bertemu lama ingin berjumpa
Percaya aku kuatkan hatimu
Anak cantik tunggulah kedatanganku
Senin, 02 Mei 2011
Sebuah Sajak Tentang Cinta (Just 4 My Lovely Wife)
Dulu ku tak mengerti apa itu Cinta
Lalu bertanyaku pada Mentari apa itu Cinta
Dengan tegas dijawabnya,
"Saat kubagi kehangatan dan terang pada sang Bumi...itulah Cinta"
Namun masih belum ku mengerti
Lalu kutanya pada Sang Rembulan apa itu Cinta
Dan dijawabnya,
"Saat kuterangi kegelapan malam dengan sinar teduhku...itulah Cinta"
Belum jua kupahami,
kutanyakan lagi pada Sang Embun apa itu Cinta
Dengan lembut dijawabnya,
"Saat hadirku menyejukkan dan menyegarkan pagi...itulah Cinta"
Dan saat ku mulai lelah bertanya,
kini baru kemngerti apa itu Cinta
"Saat ku menikah denganmu
Saat ku berjanji akan SETIA menjaga nyala Cintamu
dengan segenap jiwa ragaku...itulah Cinta"
Karena hanya engkaulah yang tercantik di Hatiku
pelengkap hidupku
penentram jiwaku...
Sayangku...
Ku ingin mencintaimu karena Alloh Subhanahu Wa Ta'ala
Harapku Cinta ini kan terus tumbuh menjulang hingga ke Surga...
Lalu bertanyaku pada Mentari apa itu Cinta
Dengan tegas dijawabnya,
"Saat kubagi kehangatan dan terang pada sang Bumi...itulah Cinta"
Namun masih belum ku mengerti
Lalu kutanya pada Sang Rembulan apa itu Cinta
Dan dijawabnya,
"Saat kuterangi kegelapan malam dengan sinar teduhku...itulah Cinta"
Belum jua kupahami,
kutanyakan lagi pada Sang Embun apa itu Cinta
Dengan lembut dijawabnya,
"Saat hadirku menyejukkan dan menyegarkan pagi...itulah Cinta"
Dan saat ku mulai lelah bertanya,
kini baru kemngerti apa itu Cinta
"Saat ku menikah denganmu
Saat ku berjanji akan SETIA menjaga nyala Cintamu
dengan segenap jiwa ragaku...itulah Cinta"
Karena hanya engkaulah yang tercantik di Hatiku
pelengkap hidupku
penentram jiwaku...
Sayangku...
Ku ingin mencintaimu karena Alloh Subhanahu Wa Ta'ala
Harapku Cinta ini kan terus tumbuh menjulang hingga ke Surga...
Senin, 18 April 2011
Surat Cinta Untuk Istriku (7 Maret 2011)
Bismillahirrohmaanirrohiim...
Alhamdulillah
Segala puji kita panjatkan kehadirat Alloh atas segala nikmat yang terhitung banyaknya yang dikaruniakan kepada kita, Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada qudwah hasanah kita Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasalam beserta para keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia berjalan diatas ajarannya hingga yaumil akhir kelak...
Istriku...
Di hari yang indah dan bahagia ini, ijinkan diri ini tuk ungkapkan rasa dalam hati melalui untaian kata yang sederhana ini.
Sungguh hanya karena kehendak Alloh, di hari ini kita disatukan dalam suatu ikatan suci, telah ku ikrarkan janji sakral nan agung ini, perjanjian yang tak hanya disaksikan oleh para manusia, namun juga oleh Ilahi Robbi. Oleh karenanya ku kan pertahankan janji ini seberapa pun besar badai ujian menghantam bahtera keluarga kita.
Semoga dengan ikatan suci ini Alloh senantiasa melindungi kita dari segala macam fitnah hati dan duniawi.
Istriku...
Begitu bahagia diri ini saat dulu kau nyatakan kesediaan dan keikhlasanmu untuk menerima pinanganku, menerimaku sebagai calon qowwammu, menerimaku dengan segala lebih dan kurangku.
Sungguh tak dapat ku pungkiri bahwa sepi yang selama ini menggelayut di langit hati hajatkan hadirmu disisi, ku akui bahwa ku hanyalah seorang lelaki biasa, dengan cinta yang biasa, oleh karenanya ku butuh hadirmu tuk jadikan cinta ini cinta yang tak lagi biasa.
Jua ku sadari padamu melekat kekurangan, namun ku ingin kau tahu bahwa ketika rembulan tak Purnama, tetap malam terhiasi teduh cahayanya, begitu pun inginku padamu, walau tak sempurna, kasih tulusmu kan tetap jadi hiasan hidupku, dengan balutan keanggunan cinta dalam indahnya taman takwa, berjalan kita bersama.
Istriku...
Ku tak dapat berjanji kan berikan dunia padamu, karena dunia ini hanyalah sementara waktu...satu yang menjadi janji dan azzamku adalah ku ingin dapat menjadi suami yang dapat buat bidadari-bidadari cemburu padamu, dengan taat dan patuhmu pada syariat Tuhanmu dan sunnah Rosulmu, dengan taat dan patuhmu padaku sebagai qowwammu, hingga hanya Barokah dan Ridho Alloh-lah yang senantiasa menaungimu dan hanya surgalah yang menjadi tempat kembalimu.
Istriku...
Lama ku mencari dan menanti, hingga Alloh takdirkan dirimu tuk menjadi belahan hati ini, Alloh jadikanmu tulang rusukku yang selama ini kucari sebagai pelengkap diri ini meniti jalan menuju keridhoan Ilahi.
Istriku...
Tahukah engkau, dalam setiap untaian doaku dalam waktu-waktu mustajabnya sebuah doa selalu kusebut namamu…
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang mencintai dan dicintai Alloh Subhanahu wa ta’ala,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang bisa menerima diriku dan keluargaku apa adanya,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang jadikan qonaah sebagai hiasan hidupnya
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang bersamaku membentuk rumah tangga yang kan hadirkan barokah, ridho dan ampunan Alloh Subhanahu wa ta’ala,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang bersamaku mendidik anak-anak kita kelak menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah,
istri yang cantik hati dan parasnya yang mengingatkanku ketika ku salah dan khilaf,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang jika dipandang membuatku semakin sayang, jika ku pergi membuatku merasa aman karena bisa menjaga kehormatannya dan hartaku sebagaimana disebutkan oleh Nabi yang mulia dalam sabdanya.
Itulah nama-namamu yang selalu kusebut dalam untaian doaku, yang dengan sebutan-sebutan itu juga doaku untuk dirimu, sehingga aku ridho padamu dan Alloh pun ridho padamu, sehingga kelak syurga-lah yang kan jadi tempat kembalimu.
Istriku...
Engkau tidaklah sebaik ibunda khadijah
tidaklah setegar ibunda khansa
tidaklah secerdas ibunda aisyah
tidaklah secantik ibunda zainab binti jahsyi
tidaklah sebijak ummu sulaim
Engkau hanyalah seorang seorang perempuan yang berusaha merajut cinta Allah
dengan segala keterbatasan
Ijinkanku menggapai dan menuntunmu mengarungi hari-hari
dalam bahtera cinta menuju keridhoan Ilahi
Istriku...
Diriku sadar, sungguh sangat sadar, ku hanyalah manusia biasa, lelaki biasa, tak seperti Nabi Muhammad SAW yang mulia dan paling baik terhadap keluarganya, tak seperti para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan para ulama salafussholeh yang begitu baik ibadahnya, yang zuhud kehidupannya, yang begitu besar kecintaan mereka pada Nabi dan Rabb mereka. Aku hanyalah lelaki biasa, umat Nabi Muhammad SAW yang tengah berusaha untuk mengikuti sunnah-sunnahnya, yang sedang berusaha untuk mencontoh akhlaknya. Aku hanyalah lelaki biasa yang rindu kau hadir disisiku.
Istriku...
Ijinkanku untuk membimbing langkahmu menuju keridhoan tuhanmu
Ijinkanku tuk mensyukuri hadirmu disisi sebagai anugerah terindah dari Ilahi Robbi dalam kehidupanku
Ijinkanku jadikan bahu ini untuk kau jadikan sandaran ketika lelah dan letih menyambangimu
Ijinkanku jadikan tangan ini tuk membelaimu dengan penuh kasih sayang dan tuk usap air matamu ketika sedih menghampirimu
Ijinkanku tuk juga dapat merasai sedih dan bahagiamu
Ijinkanku tuk mencintaimu dengan sederhana
Istriku...
ku sadar dan kau pun sadari bahwa bahagia tiada selalu menyertai, terkadang jalan terjal harus bersama kita daki, aral lintang harus kita lewati, tak jarang kita harus mengusap air mata yang menetes di pipi, namun itu tiada menyurutkan kita tuk langkahkan kaki, dengan ilmu, kesabaran dan kemantapan hati, serta petunjuk Ilahi, bersama kita melayar bahtera ini.
Istriku...
Jika cinta dapat lenyap karena hilangnya sebab
maka ijinkanku untuk mencintaimu karena Alloh
karena hanya Dia-lah Dzat yang Maha Hidup
Dan diakhir surat sederhana ini, di saat kau telah halal bagiku, ijinkanku tuk berucap kata yang selama ini ku pendam dalam hati bahwa “IJINKANKU MENCINTAIMU KARENA ALLOH DUHAI ISTRIKU TERKASIH...”
Semoga Alloh senantiasa membimbing langkah kita mengarungi samudera kehidupan tuk meniti jalan Surga-Nya
Semoga Alloh jadikan rumah tangga yang kelak kan kita bina menjadi rumah tangga yang sakinnah mawaddah wa rohmah, rumah tangga yang senantiasa terlimpahi barokah, rahmat, cinta, ampunan dan ridho Alloh Subhanahu wa ta’ala
Semoga Alloh karuniakan kepada kita anak keturunan yang sholeh dan sholehah...Aamiin...
Purbalingga, 7 Maret 2011
Dari suami yang mencintaimu
Alhamdulillah
Segala puji kita panjatkan kehadirat Alloh atas segala nikmat yang terhitung banyaknya yang dikaruniakan kepada kita, Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada qudwah hasanah kita Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasalam beserta para keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia berjalan diatas ajarannya hingga yaumil akhir kelak...
Istriku...
Di hari yang indah dan bahagia ini, ijinkan diri ini tuk ungkapkan rasa dalam hati melalui untaian kata yang sederhana ini.
Sungguh hanya karena kehendak Alloh, di hari ini kita disatukan dalam suatu ikatan suci, telah ku ikrarkan janji sakral nan agung ini, perjanjian yang tak hanya disaksikan oleh para manusia, namun juga oleh Ilahi Robbi. Oleh karenanya ku kan pertahankan janji ini seberapa pun besar badai ujian menghantam bahtera keluarga kita.
Semoga dengan ikatan suci ini Alloh senantiasa melindungi kita dari segala macam fitnah hati dan duniawi.
Istriku...
Begitu bahagia diri ini saat dulu kau nyatakan kesediaan dan keikhlasanmu untuk menerima pinanganku, menerimaku sebagai calon qowwammu, menerimaku dengan segala lebih dan kurangku.
Sungguh tak dapat ku pungkiri bahwa sepi yang selama ini menggelayut di langit hati hajatkan hadirmu disisi, ku akui bahwa ku hanyalah seorang lelaki biasa, dengan cinta yang biasa, oleh karenanya ku butuh hadirmu tuk jadikan cinta ini cinta yang tak lagi biasa.
Jua ku sadari padamu melekat kekurangan, namun ku ingin kau tahu bahwa ketika rembulan tak Purnama, tetap malam terhiasi teduh cahayanya, begitu pun inginku padamu, walau tak sempurna, kasih tulusmu kan tetap jadi hiasan hidupku, dengan balutan keanggunan cinta dalam indahnya taman takwa, berjalan kita bersama.
Istriku...
Ku tak dapat berjanji kan berikan dunia padamu, karena dunia ini hanyalah sementara waktu...satu yang menjadi janji dan azzamku adalah ku ingin dapat menjadi suami yang dapat buat bidadari-bidadari cemburu padamu, dengan taat dan patuhmu pada syariat Tuhanmu dan sunnah Rosulmu, dengan taat dan patuhmu padaku sebagai qowwammu, hingga hanya Barokah dan Ridho Alloh-lah yang senantiasa menaungimu dan hanya surgalah yang menjadi tempat kembalimu.
Istriku...
Lama ku mencari dan menanti, hingga Alloh takdirkan dirimu tuk menjadi belahan hati ini, Alloh jadikanmu tulang rusukku yang selama ini kucari sebagai pelengkap diri ini meniti jalan menuju keridhoan Ilahi.
Istriku...
Tahukah engkau, dalam setiap untaian doaku dalam waktu-waktu mustajabnya sebuah doa selalu kusebut namamu…
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang mencintai dan dicintai Alloh Subhanahu wa ta’ala,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang bisa menerima diriku dan keluargaku apa adanya,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang jadikan qonaah sebagai hiasan hidupnya
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang bersamaku membentuk rumah tangga yang kan hadirkan barokah, ridho dan ampunan Alloh Subhanahu wa ta’ala,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang bersamaku mendidik anak-anak kita kelak menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah,
istri yang cantik hati dan parasnya yang mengingatkanku ketika ku salah dan khilaf,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya yang jika dipandang membuatku semakin sayang, jika ku pergi membuatku merasa aman karena bisa menjaga kehormatannya dan hartaku sebagaimana disebutkan oleh Nabi yang mulia dalam sabdanya.
Itulah nama-namamu yang selalu kusebut dalam untaian doaku, yang dengan sebutan-sebutan itu juga doaku untuk dirimu, sehingga aku ridho padamu dan Alloh pun ridho padamu, sehingga kelak syurga-lah yang kan jadi tempat kembalimu.
Istriku...
Engkau tidaklah sebaik ibunda khadijah
tidaklah setegar ibunda khansa
tidaklah secerdas ibunda aisyah
tidaklah secantik ibunda zainab binti jahsyi
tidaklah sebijak ummu sulaim
Engkau hanyalah seorang seorang perempuan yang berusaha merajut cinta Allah
dengan segala keterbatasan
Ijinkanku menggapai dan menuntunmu mengarungi hari-hari
dalam bahtera cinta menuju keridhoan Ilahi
Istriku...
Diriku sadar, sungguh sangat sadar, ku hanyalah manusia biasa, lelaki biasa, tak seperti Nabi Muhammad SAW yang mulia dan paling baik terhadap keluarganya, tak seperti para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan para ulama salafussholeh yang begitu baik ibadahnya, yang zuhud kehidupannya, yang begitu besar kecintaan mereka pada Nabi dan Rabb mereka. Aku hanyalah lelaki biasa, umat Nabi Muhammad SAW yang tengah berusaha untuk mengikuti sunnah-sunnahnya, yang sedang berusaha untuk mencontoh akhlaknya. Aku hanyalah lelaki biasa yang rindu kau hadir disisiku.
Istriku...
Ijinkanku untuk membimbing langkahmu menuju keridhoan tuhanmu
Ijinkanku tuk mensyukuri hadirmu disisi sebagai anugerah terindah dari Ilahi Robbi dalam kehidupanku
Ijinkanku jadikan bahu ini untuk kau jadikan sandaran ketika lelah dan letih menyambangimu
Ijinkanku jadikan tangan ini tuk membelaimu dengan penuh kasih sayang dan tuk usap air matamu ketika sedih menghampirimu
Ijinkanku tuk juga dapat merasai sedih dan bahagiamu
Ijinkanku tuk mencintaimu dengan sederhana
Istriku...
ku sadar dan kau pun sadari bahwa bahagia tiada selalu menyertai, terkadang jalan terjal harus bersama kita daki, aral lintang harus kita lewati, tak jarang kita harus mengusap air mata yang menetes di pipi, namun itu tiada menyurutkan kita tuk langkahkan kaki, dengan ilmu, kesabaran dan kemantapan hati, serta petunjuk Ilahi, bersama kita melayar bahtera ini.
Istriku...
Jika cinta dapat lenyap karena hilangnya sebab
maka ijinkanku untuk mencintaimu karena Alloh
karena hanya Dia-lah Dzat yang Maha Hidup
Dan diakhir surat sederhana ini, di saat kau telah halal bagiku, ijinkanku tuk berucap kata yang selama ini ku pendam dalam hati bahwa “IJINKANKU MENCINTAIMU KARENA ALLOH DUHAI ISTRIKU TERKASIH...”
Semoga Alloh senantiasa membimbing langkah kita mengarungi samudera kehidupan tuk meniti jalan Surga-Nya
Semoga Alloh jadikan rumah tangga yang kelak kan kita bina menjadi rumah tangga yang sakinnah mawaddah wa rohmah, rumah tangga yang senantiasa terlimpahi barokah, rahmat, cinta, ampunan dan ridho Alloh Subhanahu wa ta’ala
Semoga Alloh karuniakan kepada kita anak keturunan yang sholeh dan sholehah...Aamiin...
Purbalingga, 7 Maret 2011
Dari suami yang mencintaimu
Selasa, 01 Maret 2011
Dear Diary...(menjelang hari H)
Diary....Tiada terasa begitu cepat sang waktu berganti dan terus berganti, seakan tak kenal kompromi melibas segala yang dilewatinya. Begitu pun yang terjadi pada diri ini, pagi tadi sejenak ku merenungi akan waktu ini...Ya Alloh, begitu cepat rasanya waktu ini bergulir, tiada terasa pekan depan ku kan berucap perjanjian yang berat, yang hanya disebut 3 kali dalam Al-qur'an. Dua perjanjian itu diantaranya adalah perjanjian Bani Israil dan perjanjian para nabi yang dengan itu Alloh angkat bukit tursina. Sedangkan satunya lagi adalah janji dua manusia untuk mengikat cinta yang telah Alloh anugerahkan dalam bingkai pernikahan.
Diary...dalam waktu-waktu menjelang hari H ini, terkadang ada rasa yang entah apa itu namanya menyelusup dalam hati, namun begitu rasa itu hadir, ku langsung mengadu pada Dzat Yang Maha Menguasai hati ini, agar ku tak terjebak dalam syak wasangka dan agar tak melenceng niatan dalam hati ini.
Diary...aku sangat bersyukur pada Alloh, karena atas kemudahannya telah kupenuhi janjiku padaNya, kini ku telah hapal 1 Juz dalam Al-qur'an, walaupun itu baru juz 30 yang ternyata berdasarkan cerita teman-teman sudah banyak anak usia SD hapal Juz 30 tersebut. Tapi tak mengapa, bagiku itu merupakan bekalku untuk menjadi imam bagi istriku kelak, agar ketika nanti Qiyamul lail berjamaah bersama istri, ku bisa sekaligus muroja'ah hapalanku itu.
Diary...kurasa cukup sekian dahulu ku tuliskan disini apa yang ingin ku ceritakan padamu...
Diary...dalam waktu-waktu menjelang hari H ini, terkadang ada rasa yang entah apa itu namanya menyelusup dalam hati, namun begitu rasa itu hadir, ku langsung mengadu pada Dzat Yang Maha Menguasai hati ini, agar ku tak terjebak dalam syak wasangka dan agar tak melenceng niatan dalam hati ini.
Diary...aku sangat bersyukur pada Alloh, karena atas kemudahannya telah kupenuhi janjiku padaNya, kini ku telah hapal 1 Juz dalam Al-qur'an, walaupun itu baru juz 30 yang ternyata berdasarkan cerita teman-teman sudah banyak anak usia SD hapal Juz 30 tersebut. Tapi tak mengapa, bagiku itu merupakan bekalku untuk menjadi imam bagi istriku kelak, agar ketika nanti Qiyamul lail berjamaah bersama istri, ku bisa sekaligus muroja'ah hapalanku itu.
Diary...kurasa cukup sekian dahulu ku tuliskan disini apa yang ingin ku ceritakan padamu...
Sabtu, 12 Februari 2011
Bersama Kesulitan ada Kemudahan (3)
30 Januari 2011
Setelah kemarin dalam tulisan sebelumnya, kuceritakan bahwa ibunda sudah merestui diri ini untuk akad nikah terlebih dahulu, maka hari ini ku menuju stasiun Jatinegara untuk membeli tiket pulang sabtu depan, padahal sebelumnya tak ada rencana untuk pulang kampung, namun ternyata adik sepupu ku dari Kalimantan mendapat tugas untuk belajar di RS Harapan Kita selama sepekan dan rencanya dia akan menghabiskan sepekannya lagi untuk berkunjung ke rumahku, maka ku putuskan untuk pulang sekalian karena adik sepupuku tidak terlalu paham jika naik kereta api, oh ya atu lagi, kepulanganku kali ini juga untuk mengambil STNK motorku yang baru ku perpanjang tahun ini. Setelah mendapatkan tiket, langsung ku coba mencari uang Rp 10, hal ini berkaitan dengan mahar yang diminta oleh calon istriku, berbekal informasi dari seorang kawan di kantor, maka kususuri trotoar di sepanjang jalan dari Stasiun Jatinegara menuju Pasar Jatinegara. Dan Alhamdulillah disana ada seorang bapak yang menjual dan membeli uang lama, baik koin ataupun kertas, dan pada saat kutanyakan adakah uang pecahan Rp 10, dia langsung menyodorkan beberapa lembar uang kertas dengan nilai nominal yang kusebut tadi. Sembari memilih ku tanya harganya, dia meminta Rp 15.000 satunya, lalu kutawar dan mentok di harga Rp 10.000, pikirku, Ya sudahlah toh ini untuk calon istriku juga, Rp 10.000 masih wajar...hehehehehehehe
Alhamdulillah...syukur tiada henti kulafazkan dalam hati dan lisan ini atas kemudahan yang telah Engkau beri Ya Alloh....
5 Februari 2011
Sepekan berselang dan hari ini kembali kunikmati kebersahajaan dan segarnya udara kota kelahiranku, Purwokerto. Ternyata hari ini Keluarga Calon istri akan datang ke rumah untuk membahas tanggal akad nikah, hal ini kuketahui dari ibunda ketika ku telpon beliau kalau tak salah pada hari rabu sebelumnya. Dan dari pembicaraan tersebut, sebenarnya diriku dan ibu sudah setuju dengan tanggal yang diajukan oleh pihak calonku yaitu tanggal 5 Maret 2011 karena kebetulan hari itu merupakan hari libur nasional, namun kakekku dari pihak ayah kurang setuju dan kata beliau menurut hitungan jawa kurang bagus (walaupun aku tak setuju dengan alasan beliau), akhirnya setelah pembicaraan tersebut disetujuilah bahwa tanggal 7 Maret 2011 akad nikah akan dilaksanakan. Ehm...ku tegaskan pada ibunda, bahwa kesetujuanku atas masukan kakekku bukan karena diriku percaya dengan hitungan jawa beliau, namun lebih karena menghormati beliau sebagai sesepuh di keluarga kami.
Setelah makan siang bersama, calon ibu mertua memberi tahuku, kalau nanti setelah acara ini untuk ikut ke toko untuk mengepaskan Jas yang akan kupakai ketika akad kelak. Terus terang ada rasa tak menentu ketika mengukur Jas tersebut, mengapa? Karena inilah pertama kali ku pergi dan berbelanja bersama calon bapak dan ibu mertua, calon adik ipar dan calon istriku. Namun sepertinya rasa itu bolehlah kusebut BAHAGIA....^_^
Setelah kemarin dalam tulisan sebelumnya, kuceritakan bahwa ibunda sudah merestui diri ini untuk akad nikah terlebih dahulu, maka hari ini ku menuju stasiun Jatinegara untuk membeli tiket pulang sabtu depan, padahal sebelumnya tak ada rencana untuk pulang kampung, namun ternyata adik sepupu ku dari Kalimantan mendapat tugas untuk belajar di RS Harapan Kita selama sepekan dan rencanya dia akan menghabiskan sepekannya lagi untuk berkunjung ke rumahku, maka ku putuskan untuk pulang sekalian karena adik sepupuku tidak terlalu paham jika naik kereta api, oh ya atu lagi, kepulanganku kali ini juga untuk mengambil STNK motorku yang baru ku perpanjang tahun ini. Setelah mendapatkan tiket, langsung ku coba mencari uang Rp 10, hal ini berkaitan dengan mahar yang diminta oleh calon istriku, berbekal informasi dari seorang kawan di kantor, maka kususuri trotoar di sepanjang jalan dari Stasiun Jatinegara menuju Pasar Jatinegara. Dan Alhamdulillah disana ada seorang bapak yang menjual dan membeli uang lama, baik koin ataupun kertas, dan pada saat kutanyakan adakah uang pecahan Rp 10, dia langsung menyodorkan beberapa lembar uang kertas dengan nilai nominal yang kusebut tadi. Sembari memilih ku tanya harganya, dia meminta Rp 15.000 satunya, lalu kutawar dan mentok di harga Rp 10.000, pikirku, Ya sudahlah toh ini untuk calon istriku juga, Rp 10.000 masih wajar...hehehehehehehe
Alhamdulillah...syukur tiada henti kulafazkan dalam hati dan lisan ini atas kemudahan yang telah Engkau beri Ya Alloh....
5 Februari 2011
Sepekan berselang dan hari ini kembali kunikmati kebersahajaan dan segarnya udara kota kelahiranku, Purwokerto. Ternyata hari ini Keluarga Calon istri akan datang ke rumah untuk membahas tanggal akad nikah, hal ini kuketahui dari ibunda ketika ku telpon beliau kalau tak salah pada hari rabu sebelumnya. Dan dari pembicaraan tersebut, sebenarnya diriku dan ibu sudah setuju dengan tanggal yang diajukan oleh pihak calonku yaitu tanggal 5 Maret 2011 karena kebetulan hari itu merupakan hari libur nasional, namun kakekku dari pihak ayah kurang setuju dan kata beliau menurut hitungan jawa kurang bagus (walaupun aku tak setuju dengan alasan beliau), akhirnya setelah pembicaraan tersebut disetujuilah bahwa tanggal 7 Maret 2011 akad nikah akan dilaksanakan. Ehm...ku tegaskan pada ibunda, bahwa kesetujuanku atas masukan kakekku bukan karena diriku percaya dengan hitungan jawa beliau, namun lebih karena menghormati beliau sebagai sesepuh di keluarga kami.
Setelah makan siang bersama, calon ibu mertua memberi tahuku, kalau nanti setelah acara ini untuk ikut ke toko untuk mengepaskan Jas yang akan kupakai ketika akad kelak. Terus terang ada rasa tak menentu ketika mengukur Jas tersebut, mengapa? Karena inilah pertama kali ku pergi dan berbelanja bersama calon bapak dan ibu mertua, calon adik ipar dan calon istriku. Namun sepertinya rasa itu bolehlah kusebut BAHAGIA....^_^
Langganan:
Postingan (Atom)