kala lisan tak mampu mengucapkan... biarlah jemari yang menuliskan... agar tiada menjadi beban... agar hati tiada diliputi kebimbangan...
Kamis, 19 September 2019
Puisi Perpisahan 3
dan tetap saja dia berlalu melewati diri
merampas kebersamaan kita yang sedang ternikmati
menghempas pertemuan pada perpisahan yang hadirkan getir dan haru dalam diri
dan saat itu hadir barulah kusadari
bahwa ada indahnya kenangan dalam ingatan dan hati
kenangan indah kala suka duka bersama kita bagi
kenangan indah kala bersama kita langkahkan kaki
menyusuri setiap episode kehidupan ini
Disini kita pernah bertemu dan merangkai hari
dengan tawa, canda dan tak jarang air mata yang basahi pipi
adanya kalian dalam hidup ini
bagai pelangi yang hiasi langit hati
walau terkadang pendapat kita berbeda namun itulah yang membentuk indahnya suatu harmoni
Nasehat kalian kuatkan diri untuk terus langkahkan kaki
menggapai asa dan mimpi
senyum indah kalian bak sejuknya tetes embun di pagi hari
hangatnya tegur sapa kalian sehangat sinar sang mentari
dan semua kenangan indah akan kebersamaan kita kan kusimpan rapi
disalah satu sudut hati
yang kan terlantun dalam syahdunya untaian doa dari lisan ini
semoga sukses dunia dan akherat untuk kita senantiasa mengiringi
Kini Perpisahan menyapa
walau jiwa masih ingin terus bersama
namun apalah daya
ada amanah baru yang menungguku didepan sana
satu yang kuharapkan…
kiranya bukakanlah kelapangan hati tuk maafkan salah dan khilaf diri ini
Maaf atas janji dan amanah yang belum tertunaikan
Maaf atas kata-kata dari lisan yang menyakitkan
Maaf atas kedzoliman anggota badan
Maaf atas hati yang kadang salah sangkaan
Lewat puisi sederhana ini ingin kuungkapkan rasa dalam diri
bahwa tinta cinta kalian tlah goreskan cerita indah pada lembaran hati
Rabu, 04 September 2019
SENJA
Senja....
Apakah kita kan sampai kesana?
Ketika rambut mulai memutih karenanya
Melihat anak-anak dan cucu-cucu menjenguk diri yang tua renta
Senja....
Memutar kembali sebuah memori akan suatu masa
masa lampau saat diri muda
saat kaki kuat melangkah tanpa menghitung jaraknya
Senja....
apakah kita sampai kesana?
atau ajal terlebih dulu datang pada kita?
Berjumpa ataupun tak bersua dengan senja
hanya satu ingin yang terselip dalam doa
semoga kita sempat bertobat atas segala maksiat dan dosa
Selasa, 26 Desember 2017
I'm Fall In Love Again With You My Angel
Entah kenapa akhir2 ini diriku merasakan jatuh cinta lagi
Cinta yg sama saat ku menemukanmu
Cinta yg sama saat tanganku pertama menyentuhmu
selepas ku ucap ikrar ijab qobul itu
Dan semakin kurasakan
ternyata cinta kali ini jauh lebih besar dari yg lalu
Rindu nya pun jauh lebih menggebu
Kemudian lamat2 terdengar sebuah lagu
Ku tuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
-Surat Cinta Untuk Starla by Virgoun-
Jumat, 09 September 2016
Edisi mudik pertama kali bawa mobil
Rabu, 10 Agustus 2016
Ada Masa Dimana
Ada masa dimana kan kuucap Terima Kasih Jakarta...
Ada masa dimana kan kuucap Maaf Jakarta...
Ada masa dimana kau menjadi cerita bagi anak cucuku, Jakarta...
Ada masa dimana kan kukenang engkau Jakarta...
dengan segala hiruk pikuknya...
dengan segala suka dukanya...
dan segala hal yang ada didalamnya...
Ada masa namun entah kapan datangnya...
Yang Kedua
"mas...tuh yang masih tidur aja masih bayi, kita mau punya bayi lagi" kata istri ane
"iya yank" jawab ane sambil masih melongo
Yang kedua ini beda banget sama yang pertama, klo yang pertama, kakak Farras, naik motor ada polisi tidur motor langsung ane pelankan bahkan ampe mau berhenti, tapi klo kehamilan yang kedua ada polisi tidur (karena lagi buru-buru) tancap aje brooo.... ^_^
Pokoknya kehamilan anak kedua ini wow banget lah, dari pas mau lebaran ane ada tugas keluar kota yang harusnya seminggu karena Gunung Raung meletus akhirnya tertunda kepulangannye dan akhirnya 2 minggu ane sama 3 orang temen berada di luar kota, ninggalin istri yang lagi hamil 7 bulan plus bayi umur 1 1/2 tahun, udah gitu pas itu istri udah mulai kerja karena ketrima PNS nya, berangkat sendiri naek KRL yang penuhnya minta ampuunnnn klo pagi. Ane baru bisa sampe rumah H-1 lebaran.
Selain itu wow nya kehamilan kedua adalah ketika usia kehamilan istri udah 8 month ternyata istri dapet panggilan Diklat Prajabatan di Puncak selama 3 minggu....mantap dah pokoknya....
Proses lahirannya pun yang kedua ini lebih cepet dari kakaknya, dini hari sekitar jam 4an tanggal 6 Oktober 2015 ane ditilpun istri klo udah mulai kontraksi, tapi bapak mertua bilang ane suruh sante aje, mungkin besok baru lahir, namun firasat ane sama istri kayaknya ni bocah bakal lahir ntu hari, makannya ane langsung abis subuhan cabut ke stasiun senen dan alhamdulillah masih dapet kereta. Sampe Purwokerto jam 12an siang, ane di WA sama istri klo doi udah masuk ke RS. Udahan makan siang ama sholat dhuhur ane langsung cabut ke RS and ga berselang lama istri dibawa ke ruang persalinan dan mulalilah proses persalinan, yang kata istri klo yang kedua ini lebih berasa sakitnya (jadi klo sekarang ane ledekin klo ane pingin punya anak 5, istri langsung, "klo mau 5 mas aja yang hamil....sakit tahu pas lahiran" dengan wajah manjanya) hehehehe....
Dengan segala dramanya akhirnya pas tanggal 6 Oktober 2015 lahirlah anak kedua ane...dengan berucap syukur Alhamdulillah ane namai doi Muhammad Labib Hamizan (Umat Nabi Muhammad yang Cerdas dan Kuat)....
